Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

  • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 326
  • comment 4 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERMEN edisi Rabu Paskah ke-5 – 06 MEI 2026 –

Perjuangan Pengusaha Anggur

Inspirasi: Kis 15:1-6 ; Yohanes 15:1-8

Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan.

Penghiburan iman yang mandraguna kita terima dari Yesus sendiri ketika Yesus menggambarkan cinta segitiga antara Manusia, Yesus, dan Bapa-Nya. Allah Bapa digambarkan sebagai pengusaha anggur, Yesus adalah pohon anggur, dan kita adalah ranting-rantingnya. Tuhan tanam pokok anggur, agar kita ranting anggur bisa melekat pada pokok anggur itu. Kita tidak hanya melekat pada pokok anggur, tetapi lebih supaya kita hidup. Sebagai ranting, kita tidak mampu apa-apa tanpa pokok anggur, yang terjadi kita malah layu dan mati kekeringan.

Tugas dan harapan Bapa adalah dengan memberikan Yesus sebagai pokok anggur yang benar, kita sebagai ranting harus menempel pada pokok. Ini berarti adanya rasa wajib yang suci untuk tetap bersatu pada pohon alias bersatu dengan Yesus agar dapat berbuah.

Dengan pertolongan Allah Bapa dan dalam persatuan dengan Yesus, kita mesti berbuah.

Pengusaha anggur (Bapa) mesti putar otak, peras keringat agar kita berbuah. Hal itu misalnya dengan memangkas dan memotong apabila dedaunan hidup kita terlalu lebat. Ranting dengan daun yang terlalu lebat, mana ada hebatnya? Daun itu mesti dipangkas agar dibiarkan sinar matahari menerobos masuk ranting-ranting pohon. Semuanya seperti judul lagu band Kerispati: Demi Cinta. Cinta itu memberi yang terbaik untuk datangnya buah-buah harapan dan kehidupan. Akhirnya, Bapa harus mengubah kita (memangkas dan memotong) agar kita berbuah. Sampai di sini saya pun paham akan kehidupan yang terekam dengan jujur bahwa ada hal yang kelihatan menyakitkan oleh kacamata manusia tetapi membawa sukacita yang penuh mukjizat setelah direfleksikan dan dipahami dalam kacamata iman. Itulah cara Tuhan memangkas daun hidup, mempreteli dahan hidup kita untuk mendapat buah yang terbaik.

Mari kita bertanya pada diri, apakah daun-daun nan lebat itu gambaran ‘pohon diri dan hidupku yang kebanyakan pilihannya? Kebanyakan kehendak hati, mimpi dan harapan serta mau-maunya? Yang akhirnya aku kehilangan fokus pada Tuhan Yesus Kristus?

Hidup sungguh diserang oleh sekian banyak improvisasi dan pernak-pernik ornament yang sesungguhnya tak tampakkan buah-buah dari jati diri dan karakter yang seharusnya. Kita lebih bersatu dengan hal duniawi sampai-sampai melupakan panggilan Surgawi. Kita berfokus pada kehendak cuan-cuan-cuan sambil mengabaikan kehendak Tuhan.

Bahkan, sampai-sampainya orang menggugat Tuhan, termasuk di hadapan kematian, kita memprotes Tuhan, atas kehidupan yang berproses ini, menuju kepada tanah air Surgawi.

Sadar akan pentingnya kebersatuan kita dengan Tuhan Yesus, maka kebiasaan-kebiasaan yang baik dalam kehidupan menggereja yang sungguh membantu kita untuk bersatu dengan Tuhan, janganlah kita abaikan.

Apa pun keadaannya, kita tidak boleh terpisah dari pohon kehidupan kita. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. (mof)

Rm. Laurensius Feto, Pr / Master Oyen Feto- Imam Keuskupan Agung Ende, Sedang berkuliah di Binus University, Jakarta. Motto panggilan imamat: Berjalan Sambil Berbuat Baik.

 

  • Penulis: Rm Laurensius Feto, Pr
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (4)

  • ,Hyasinta Mi

    Terima kasih renungan hari ini mengingatkan saya bahwa jalan panjang yang berat bukanlah menghancurkan ,melainkan untuk mematangkan iman,seperti ranting yang harus melekat pada pokok anggur,saya sadar hidup berbuah hanya bisa terjadi apabila hidup harus melekat pada Tuhan.Proses yang panjang akan menghasilkan buah yang matang pada waktunya.Pohon yang baik tidak menghasilkan dirinya sendiri tetapi untuk dinikmati orang lain.Hal ini memacu saya untuk tidak berprinsip bahwa hidup bukan hanya untuk diri sendiri tetapi berdampak positif dan menjadi berkat bagi sesama melalui perbuatan baik
    Terima kasih dan terus semangat dalam melanjutkan karya-karya selanjutkannya.

    Balas6 Mei 2026 11:56 am
    • Mataleza

      Setiap PERMEN yang dibagikan dapat membawa perubahan dalam hidup, khususnya membangun kasih dan persaudaraan.

      Balas12 Mei 2026 2:40 pm
  • martinafeto@gmail.com

    Mksh Permen hr ini Romo🙏

    Balas6 Mei 2026 7:57 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Membaca Perkara, Menahan Tafsir

    Sudut Pandang: Membaca Perkara, Menahan Tafsir

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Wicaksono
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Oleh: Wicaksono Singkirkan dulu euforia kemenangan 2-0 Prancis atas Maroko di laga Piala Dunia dini hari tadi. Ada rangkaian peristiwa penting lain yang lebih menyita perhatian masyarakat, yaitu penggeledahan yang dilakukan Polri ke sejumlah tempat, pernyataan Kejaksaan Agung, dan penjelasan TNI. Peristiwa tersebut, meski penting dan menjadi perhatian publik, sebaiknya dibaca dengan hati-hati. Ini bukan […]

  • Ilustrasi

    Jejak Sunyi yang Tak Pernah Pergi

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 910
    • 6Komentar

    Ada orang-orang yang hidupnya tidak banyak diceritakan, tetapi diam-diam membentuk dunia kecil di sekitar mereka dengan cara yang begitu berarti. Mereka tidak dikenal luas, tidak pula menonjolkan diri, tetapi kehadirannya menjadi akar, menguatkan, menopang, dan memberi kehidupan. Bapak Marianus Meze Ito, yang akrab disapa Marianus Rena, adalah salah satu dari mereka. Ia lahir pada 10 […]

  • Sudut Pandang: Kritik Terhadap Ruang Publik Indonesia

    Sudut Pandang: Kritik Terhadap Ruang Publik Indonesia

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Roy Wujon
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Oleh: Roy Wujon Mahasiswa IFTK Ledalero Dalam sistem negara demokrasi seperti Indonesia, kebebasan berekspresi dan kebebasan pers merupakan pilar penting yang patut dihargai. Namun, dalam beberapa tahun terakhir muncul kecenderungan pembatasan kritik publik melalui media, baik media massa konvensional maupun platform digital. Pembatasan tersebut sering kali dilakukan dengan dalih menjaga stabilitas, mencegah hoaks, atau melindungi […]

  • JANGAN SALAH ALAMAT: MEMBACA PERUBAHAN SIKAP MAMA YASINTA

    JANGAN SALAH ALAMAT: MEMBACA PERUBAHAN SIKAP MAMA YASINTA

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Emil E Wakei
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Oleh: Emil E Wakei (Dewan Jalanan)  Jangan caci-maki Mama Yasinta Moiwend. Jgn rubah konflik vertikal menjadi konflik horizontal antara sesama kita yang sama-sama terjepit. Siapa Mama Yasinta? Mama Yasinta adalah bagian dari masyarakat kecil. Hidupnya hanya di kampung dan hutan-hutan adat di Merauke. Pagi ke kebun, sore pulang bawa sagu. Tanah bagi Mama bukan sertifikat. […]

  • Wujudkan Sekolah Vokasi Desa, Politeknik St. Wilhelmus Sukses Gelar Panen Perdana Wortel Organik di Desa Lajawajo

    Wujudkan Sekolah Vokasi Desa, Politeknik St. Wilhelmus Sukses Gelar Panen Perdana Wortel Organik di Desa Lajawajo

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Publikasi Politeknik St. Wilhelmus Boawae
    • visibility 204
    • 0Komentar

    NAGEKEO, 30 Maret 2026 – Politeknik St. Wilhelmus (PSW) mempertegas komitmennya dalam pembangunan masyarakat berbasis vokasi melalui kegiatan panen perdana wortel organik di Desa Lajawajo, Kabupaten Nagekeo, Senin (30/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sekolah Vokasi Desa melalui pembuatan kebun percontohan (demplot) hortikultura di lahan milik desa. Sebagai desa binaan PSW, Desa Lajawajo menjadi […]

  • Nihil Gol Kontra Persinga dan Alarm Bahaya Laskar Jaramasi Menuju Panggung Semifinal

    Nihil Gol Kontra Persinga dan Alarm Bahaya Laskar Jaramasi Menuju Panggung Semifinal

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle John Lobo
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Keberhasilan PSN Ngada melangkah ke babak semifinal Liga 4 Piala Presiden 2026 dengan status tak terkalahkan di Babak 8 Besar patut diacungi jempol. Hasil imbang 0-0 melawan Persinga Ngawi di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Minggu (5/7), sudah lebih dari cukup untuk mengunci status mereka sebagai jawara Grup B dengan koleksi 7 poin. Berdasarkan hasil tersebut, […]

expand_less