Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sudut Pandang: PESTA BABI – YASINTA MOIWEND dan Dark Psychology Para Babi yang Terancam 

  • account_circle Humberto Verbita
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 221
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Humberto Verbita

Diskursus Film Dokumenter PESTA BABI bukan lagi sekedar tayangan tetapi menjadi sebuah movement, suatu gerakan mulai dari para akademisi, talk show saluran TV nasional, lahan edukasi-promosi-monetisasi dari para pegiat sosial media bahkan sampai level masyarakat akar rumput (grass root).

Namun semua gerakan massive ini mendadak terguncang dengan video viral yang berisikan kesaksian Mama Yasinta Moiwend yang BERTOLAK BELAKANG dengan kesaksiannya di Film Dokumenter Pesta Babi dan perjuangannya selama ini untuk menentang program PSN yang sudah meluluhlantakkan kampung halaman, hutan rawa dan tanah adat marganya dari suku Marind di Merauke, Papua Selatan. What the hell is going on?

Fenomena perubahan sikap Yasinta Mowiend dalam kontroversi film dokumenter Pesta Babi dapat dibaca melalui lensa psikologi sosial yang disebut coercive persuasion (persuasi koersif). Apa itu?

Dalam kajian applied psychology (psikologi terapan) populer disebut teknik dark psychology atau PSIKOLOGI HITAM.

Dark Psychology adalah teknik manipulasi psikologis seseorang untuk mengendalikan jalan pikiran, persepsi, rasa takut, dan mengendalikan identitas seseorang. Wawancara itu walaupun masih kontroversial karena masih diduga DEEP FAKE oleh AI (artifisial intelligent) tetapi publik sudah harus tahu bahwa DARK PSYCHOLOGY itu sangat nyata dalam hidup.

Analisis ini berbicara tentang pola dominasi umum antara siapa yang memiliki kekuasaan di satu pihak dan kerentanan manusiawi dari pihak mereka yang berada di bawah tekanan kekuasaan.

Dalam ilmu human behaviour (perilaku manusia) manusia itu bukan makhluk rasional murni. Ketika seseorang hidup dalam tekanan struktural—kemiskinan, usia yang menua, keterbatasan pendidikan, ketergantungan ekonomi, ancaman sosial, rasa takut kehilangan akses hidup—maka sistem psikologinya lebih mudah diguncang dan digiring lalu seterusnya dikuasai.

Mama Yasinta Moiwend, adalah rakyat jelata yang serba kekurangan. Ia bukan seorang terpelajar atau akademisi dengan jaringan perlindungan kuat; ia perempuan kampung Wokegel dari tanah rawa Papua Selatan yang harus berhadapan dengan TRITUNGGAL MAHA KUASA: negara, oligarki, dan aparatus militer bersenjata yang kehadirannya seperti hama, terlihat ada di mana-mana di wilayahnya.

Dalam situasi seperti itu, manipulasi psikologi hitam tidak selalu datang lewat ancaman todongan senjata terang-terangan. Ia bisa hadir lewat rasa takut yang perlahan ditanamkan: “Bagaimana kalau ibu dipenjara?”, “Bagaimana kalau keluarga ibu susah?”, “Bagaimana kalau ibu diperalat?” Teknik ini dikenal dalam psikologi sebagai fear conditioning (rasa takut yang diciptakan oleh yang berkuasa) dan suggestive interrogation—pertanyaan sugesti yang diarahkan oleh manipulator untuk menggiring keraguan dalam ingatan dan keyakinan korban.

Video wawancara yang beredar memperlihatkan pola klasik dalam Dark Psychology yang disebut leading questions: penanya yang adalah manipulator tidak sekadar bertanya, tetapi membentuk jalan pikiran dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada jawaban yang manipulator sudah siapkan.

Orang yang berada di bawah tekanan emosional sering memasuki kondisi cognitive dissonance—konflik antara keyakinan kebenaran lama dan rasa takut baru. Untuk mengurangi tekanan mental itu, seseorang bisa membalikkan pernyataan sebelumnya demi mencari rasa aman psikologis sesaat. Itulah yang dialami Mama Yasinta kalau memang video itu real bukan Deep Fake atau buatan AI. Dan itu manusiawi, karena itulah situasi yang dalam Filsafat Eksistensialisme disebut situasi BATAS.

Dalam kasus wawancara Mama Yasinta Moweind, kita harus katakan dan sekaligus MENGUTUK bahwa di sinilah manipulator sebagai pihak kekuasaan bekerja dengan sangat dingin tetapi mematikan.

Ketika ledakan publik Pesta Babi sudah tidak terkontrol lagi karena borok-borok keserakahan mereka mulai terkuak maka TRITUNGGAL MAHAKUASA harus meredam dengan cara yang dipelajari dari kisah Ular menggoda Hawa di taman firdaus. Halus, tetapi efektif dan mematikan. Dan itulah DARK PAYCHOLOGY.

Gerakan massa untuk nonton bareng, diskusi publik, publikasi secara nasional bahkan sudah go internasional melalui Al Jazeera News dari Qatar dan ABC News Australia sudah mulai mengancam legitimasi proyek raksasa bernama PSN yang bernilai politik untuk terus berkuasa dan meraup kentungan ekonomi.

Untuk membendung tsunami perakan massal Pesta Babi maka butuh narasi tandingan senjata utama pemungkas mereka.

Karena menurut PSIKOLOGI HITAM: Membendung satu aksi massa yang sudah menjalar seperti tsunami dengan memanfaatkan orang dalam untuk membantah semua kebenaran yang diperjuangkannya jauh lebih murah daripada menjawab substansi kehancuran ekologis jutaan hektar tanah adat dan akuntabilitas megaproyek ambisius ini.

Maka integritas Mama Yasinta Moweind, wanita kampung dari hutan Rawa suku Marind sudah dijadikan medan perang propaganda.

Akhirnya: Yang paling tragis dari manipulasi semacam ini adalah martabat korban sering dihancurkan dua kali.

Pertama: ketika tanah dan hutan adat warisan leluhurnya dirampas tanpa ada akuntabilitas dan transparansi. Kedua: ketika kebenaran yang lahir dari kesederhanaan dan keberanian hatinya untuk bersuara diracuni oleh persuasi manipulatif yang memanfaatkan keterbatasannya.

Dan sejarah selalu mencatat dan kita harus ingat dan camkan: para manipulator psikologi hitam mungkin memenangkan ketakutan sesaat atas seorang Mama Yasinta Moweind. Namun mereka para manipulator itu telah meninggalkan luka sosial yang jauh lebih brutal dan panjang daripada umur kekuasaan mereka sendiri, lalu kita dan anak cucu kita khususnya warga Papua harus menanggung akibatnya.

 

  • Penulis: Humberto Verbita
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: 𝗔𝗞𝗨 𝗕𝗘𝗕𝗢

    Sudut Pandang: 𝗔𝗞𝗨 𝗕𝗘𝗕𝗢

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Selo Lamatapo
    • visibility 45
    • 0Komentar

    1/ Hari Rabu. Detukeli berkabut dan dingin. Angin bergerak lambat. Jarum jam dinding di ruang makan bergerak menuju pukul 07.30 pagi. Saya sedang meneguk segelas susu di ruang makan ketika pintu depan diketuk dan disusul teriakan ‘selamat pagi.’ Dari dalam ruangan itu, saya membalas ‘halo’, lalu melangkah mendekati pintu. “𝘌𝘮𝘢 𝘛𝘶𝘢 (Pater), selamat pagi.” Mama […]

  • Haru dan Syukur Warnai Kelulusan Siswa Kelas IX SMPSK Kotagoa Boawae

    Haru dan Syukur Warnai Kelulusan Siswa Kelas IX SMPSK Kotagoa Boawae

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Boawae, 2 Juni 2026– Suasana penuh haru dan syukur mewarnai acara pengumuman kelulusan siswa kelas IX SMPSK Kotagoa Boawae. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan orang tua siswa menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada pihak sekolah atas keberhasilan anak-anak mereka menyelesaikan pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa sekolah tidak hanya menjadi […]

  • PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 299
    • 4Komentar

    PERMEN edisi Rabu Paskah ke-5 – 06 MEI 2026 – Perjuangan Pengusaha Anggur Inspirasi: Kis 15:1-6 ; Yohanes 15:1-8 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Penghiburan iman yang mandraguna kita terima dari Yesus sendiri ketika Yesus menggambarkan cinta segitiga antara Manusia, Yesus, dan Bapa-Nya. Allah Bapa digambarkan sebagai pengusaha anggur, Yesus adalah pohon anggur, […]

  • Membincang Turuk Empo dalam Budaya Manggarai dan Relevansinya dengan Perkawinan

    Membincang Turuk Empo dalam Budaya Manggarai dan Relevansinya dengan Perkawinan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Marselus Natar
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Di tengah arus modernisasi dan pergeseran nilai-nilai tradisional, masyarakat Manggarai di Nusa Tenggara Timur masih mempertahankan sejumlah kearifan lokal yang sarat makna dan fungsi sosial. Salah satunya adalah konsep turuk empo, sebuah sistem genealogis yang menjadi penanda garis keturunan dalam masyarakat adat Manggarai. Konsep ini bukan sekadar alat penanda asal-usul, tetapi berperan besar dalam menjaga […]

  • Patuh Kepada Patah dan Kita yang Selalu Tumbuh Setelahnya

    Patuh Kepada Patah dan Kita yang Selalu Tumbuh Setelahnya

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Selain sandaran, manusia butuh kutipan Hallo, teman-teman. Apa kabar? Harapan saya, semoga selalu dalam keadaan yang sehat, siap menjalani akhir pekan dan selalu setia dalam menikmati perkara-perkara hidup yang dialami. Saya pun punya harapan lain yakni, semoga teman-teman setia membaca tulisan sederhana ini sampai akhir. Ya, jangan buru-buru tinggalkan tulisan saya sebelum ada jejak yang […]

  • Wujudkan Sekolah Vokasi Desa, Politeknik St. Wilhelmus Sukses Gelar Panen Perdana Wortel Organik di Desa Lajawajo

    Wujudkan Sekolah Vokasi Desa, Politeknik St. Wilhelmus Sukses Gelar Panen Perdana Wortel Organik di Desa Lajawajo

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Publikasi Politeknik St. Wilhelmus Boawae
    • visibility 186
    • 0Komentar

    NAGEKEO, 30 Maret 2026 – Politeknik St. Wilhelmus (PSW) mempertegas komitmennya dalam pembangunan masyarakat berbasis vokasi melalui kegiatan panen perdana wortel organik di Desa Lajawajo, Kabupaten Nagekeo, Senin (30/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sekolah Vokasi Desa melalui pembuatan kebun percontohan (demplot) hortikultura di lahan milik desa. Sebagai desa binaan PSW, Desa Lajawajo menjadi […]

expand_less