Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN: Kenaikan Yesus: Jaminan Bagi Gereja, Rumah Tangga dalam Mencapai Kemuliaan, Edisi Hari Raya Kenaikan Tuhan, 14 Mei 2026

  • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 327
  • comment 5 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERMEN edisi Hari Raya Kenaikan Tuhan
14 Mei 2026 –
Kenaikan Yesus: Jaminan bagi Gereja Rumah Tangga dalam Mencapai Kemuliaan
Inspirasi: Kis 1:1-11, Ef 1:17-23, Matius 28:16-20

Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan.

Cerita-cerita tetang Yesus yang bangkit dari antara orang mati telah kita terima selama 40 hari. Yesus bangkit yang selanjutnya menampakkan diri, sungguh menambah keyakinan kita akan kemuliaan Allah. Kebangkitan Yesus menambah semarak dan menambah modal iman kita. Dari sinilah, kita dibangkitkan harapan. Kalau Yesus tidak bangkit sia-sialah hidup iman kita.
Bersamaan dengan itu, Hari ini kita Rayakan Hari Kenaikan Yesus ke Surga. Yesus dimuliakan di tempat Allah sendiri berada. Kalau kita pantau Firman Suci akhir-akhir ini, Yesus selalu bersabda bahwa Dia dan Bapa adalah satu. Di mana Bapa-Nya berada, Yesus berada.

Menariknya, kata-kata itu mendapat pemenuhan dan kemuliaan dalam peristiwa hari ini yang kita rayakan dengan gembira, Yesus naik ke Surga.

Yesus naik ke Surga menandakan bahwa Dialah manusia pertama yang naik ke Surga dan ikut serta dalam kemuliaan serta kekuasaan Bapa. Yesus naik ke Surga menandakan agar kita dapat ikut serta dalam kekuasaan yang mengalahkan maut dan dosa. Yesus naik ke Surga sebagai jaminan bahwa kita Gereja-Nya, akan mengikuti kemuliaan-Nya karena Yesus kepalanya sudah mendahului masuk Surga.
Yesus naik ke Surga menjadi jaminan bagi kita selaku Gereja Rumah Tangga dalam mencapai kemuliaan Surgawi. Dalam iman kita meyakini bahwa kemuliaan Surgawi dapat kita rasakan karena belas kasih Allah. Allah sungguh mengasihi kita dan tidak mau kita sendirian. Makanya, ada kisah tentang dua orang berpakaian putih yang dekat para murid ketika Yesus naik ke Surga. Yesus selalu mau dekat dengan kita pakai cara apa saja. Semoga kita juga mau dekat dengan Yesus dalam keadaan apa saja.

Selanjutnya, kemuliaan Surgawi dapat dirasakan ketika kita sungguh-sungguh menjalani hidup di bumi. Jadi, semakin kita sungguh-sungguh hidup di bumi, maka kita kian merasakan kemuliaan Surgawi. Memang, kemuliaan Surgawi yang paling sempurna dan paripurna bakal kita rasakan setelah kita wafat lalu bangkit. Namun kita dapat merasakan kemuliaan Surgawi itu sejak kita di bumi. Asalkan kita selalu berjuang untuk sungguh-sungguh di bumi karena dengan demikian kita akan dimuliakan. Semakin kita bekerja sungguh-sungguh semakin kita dimuliakan. Semakin kita berkata sungguh-sungguh semakin kita dimuliakan.

Bagaimana tanda kesungguhan itu dapat dirasakan? Bagaimana kesungguhan itu dapat kita tunjukkan. Yah, dengan dekat pada Tuhan. Yah, dengan kita mau berkarya dan mewartakan Tuhan. “… Jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu … !”

Ini berarti, sejak dipermandikan, kita telah mengambil bagian dalam Tri-tugas Kristus sebagai Imam, Nabi, dan Raja.

Sebagai Imam, kita telah dipanggil untuk menerima tanggung jawab membawa misi kekudusan kepada dunia. Dalam tugas dan perutusan kita itu kita mesti mewartakan Allah yang kudus. Allah yang senantiasa mencurahkan rahmat kekudusan kepada setiap orang yang percaya. Hidup suci di dalam Tuhan berarti kita mau secara sungguh menghayati kehidupan sesuai dengan perintah-perintah Tuhan. Hidup seturut Firman dan kehendakNya.

Sebagai Nabi, kita juga dipanggil untuk membawa misi kebenaran dan keadilan, karena Allah sendiri adalah Allah yang baik dan benar serta Allah yang adil. Kebenaran dan keadilan mesti menjadi semangat yang menjiwai seluruh hidup dan karya perutusan kita. Dengan misi sebagai seorang nabi kita juga perlu bertahan dalam setiap cobaan dan tantangan yang akan kita hadapi sebagai pengikut Kristus. Sebagai nabi Allah yang sejati, kita pun mesti siap menerima risiko/konsekuensi yang berat. Namun apapun risiko dari misi kita ini, kita tetap mempunyai satu harapan yang pasti bahwa Tuhan akan menyertai kita sampai akhir zaman. Tuhan tak akan membiarkan kita berjalan sendirian.

Sebagai Raja, kita juga dipanggil untuk membawa misi kepemimpinan yang sejati. Kepemimpinan yang terarah kepada karya pelayanan yang nyata kepada kebaikan dan kebahagiaan banyak orang. Misi ini juga serentak mengandung makna bahwa kita dipanggil untuk menjadi pemimpin atas diri kita sendiri. Memimpin diri berarti kita juga siap dan berani untuk melawan setiap bentuk keinginan dan nafsu diri yang menjerumuskan kita kepada dunia dosa dan kejahatan. Sudah waktunya kitai berani mengontrol diri dari kecenderungan untuk berbuat dosa dan mau menjadi setia di hadapan Tuhan sebagai anak-anak Allah yang merdeka.

Semoga kesungguhan hidup kita di bumi menambah kemuliaan Tuhan dan dengan itu kita pun dimuliakan.(mof)

  • Penulis: Rm. Laurensius Feto, P.r
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (5)

  • ,Hyasinta Mi

    Terima kasih renungan hari ini sangat menguatkan! Kenaikan Kristus merupakan kemenangan iman kita,kiranya Kristus senantiasa menjadi kepala setiap rumah tangga dan persekutuan gereja kita.Tuhan memberkati dan semoga sukses selalu.

    Balas17 Mei 2026 12:21 pm
  • Jo_Atu_Wea

    dulu kami di kampung bilang isi bombon, hari ini dan memang yang seharusnya adalah PERMEN;
    apapun sebutan atau kemasannya tapi isi atau esensi tidak berubah.
    leluya, leluya, leluya

    Balas16 Mei 2026 7:19 am
  • Nefi Dena

    Master Oyen selalu kerren dari dulu…
    Semoga kebangkitan Yesus Kristus juga membangkitkan semangat kita untuk hidup lebih baik kedepannya🤍

    Balas14 Mei 2026 11:37 pm
    • Mataleza

      Ade Nefi, terima kasih. Salam dan sehat selalu. Semoga nanti datang berkunjung lagi ker Perpustakaan Pondok Baca Mataleza Olakile.

      Balas15 Mei 2026 3:43 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 375
    • 4Komentar

    PERMEN edisi Rabu Paskah ke-5 – 06 MEI 2026 – Perjuangan Pengusaha Anggur Inspirasi: Kis 15:1-6 ; Yohanes 15:1-8 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Penghiburan iman yang mandraguna kita terima dari Yesus sendiri ketika Yesus menggambarkan cinta segitiga antara Manusia, Yesus, dan Bapa-Nya. Allah Bapa digambarkan sebagai pengusaha anggur, Yesus adalah pohon anggur, […]

  • Mahasiswa MBKM Program Studi Ilmu Pemerintahan Resmi Diterima di Desa Oesena: Wujud Nyata Integrasi Akademik dan Pengabdian Masyarakat

    Mahasiswa MBKM Program Studi Ilmu Pemerintahan Resmi Diterima di Desa Oesena: Wujud Nyata Integrasi Akademik dan Pengabdian Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 210
    • 0Komentar

    OESENA, 11 Mei 2026 — Sebanyak 16 mahasiswa/i Program Studi Ilmu Pemerintahan yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara resmi diterima oleh Kepala Desa Oesena beserta seluruh perangkat desa dalam kegiatan penerimaan dan pemaparan program kerja yang berlangsung di Kantor Desa Oesena pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini menandai awal pelaksanaan program […]

  • Bangsa yang Sedang Bertumbuh, Anak Muda yang Sedang Gelisah

    Bangsa yang Sedang Bertumbuh, Anak Muda yang Sedang Gelisah

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle John Orlando, S.Fil
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Oleh: JOHN ORLANDO, S.FIL (Alumni FFA UNWIRA) Bangsa ini seperti cermin retak: memantulkan wajah-wajah yang kadang membuat kita ingin tertawa getir. Keluarga, komunitas, budaya, kerja, negara. semuanya hadir, tapi tidak selalu memberi pelukan hangat. Anak muda berdiri di depan cermin itu, bertanya-tanya: apakah ini wajah masa depan, atau sekadar bayangan masa lalu yang enggan pergi? […]

  • SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Malam itu, 26 April 2026,  Lapangan Mardiwiyata Ndao, Ende, bukan sekadar arena pertandingan. Ia menjelma menjadi panggung drama, tempat keringat, harapan, dan harga diri dipertaruhkan hingga detik terakhir. Lampu-lampu menyinari lapangan dengan terang, tetapi sesungguhnya yang lebih menyala adalah semangat para pemain yang enggan pulang tanpa kemenangan. Di tengah riuh penonton yang tak henti bersorak, […]

  • Ketika Tangan yang Memberi Justru Dipersoalkan

    Ketika Tangan yang Memberi Justru Dipersoalkan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Beberapa hari terakhir, sampai dengan saat ini, saya masih melaksanakan recovery setelah minggu pertama pasca gempa turun ke beberapa lokasi. Dan tidak sengaja, tadi saya temukan sesuatu di Facebook. Dan saya mencoba menulis sebisa saya dan merespon apa kadarnya. Sebab, kandang kita salah dan tidak salah presepsi atas sesuatu yang terlihat oleh mata. Saya membaca […]

  • Malam Apresiasi Kotagoa Diamond Competition: Merayakan Prestasi, Bakat, dan Semangat Kebersamaan Menuju Intan SMPSK Kotagoa Boawae

    Malam Apresiasi Kotagoa Diamond Competition: Merayakan Prestasi, Bakat, dan Semangat Kebersamaan Menuju Intan SMPSK Kotagoa Boawae

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 255
    • 1Komentar

    SMPSK Kotagoa Boawae – 18 Mei 2026 diguyur hujan tanpa henti. Pada kesempatan yang sama akan dilangsungkan lomba Solo Vokal dan Paduan Suara serta membaca hasil kejuaraan lomba yang sudah dilaksanakan pada minggu-minggu sebelumnya. Para peserta pun berdatangan di tengah hujan yang rintik-rintik manja. Ada pun orang tua juga ikut menyaksikan malam penuh rasa penasaran […]

expand_less