Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puisi-puisi Marianus Lako: Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan, Gagasan Kesepian dan Puisi-puisi Lainnya

  • account_circle Marianus Lako
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 164
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan

Perjalanan menuju Rindu dan Kenangan
Apa itu sebuah kerinduan?
Kalau tentang sakit dan pedih yang menyala paling berkaca-kaca tuk menyumbang luka?

Apa itu kerelaan?
Kalau tentang melepas tapi masih melekat
Kalau tentang ikhlas tapi di dada memberat
Kalau tentang mengenang tapi selalu merengkuh ketenangan

Meo 2026

Gagasan Kesepian

Apa pernah kau menyentuh tubuh hujan dengan dalih ingin demam dan terkapar oleh dia?

Apakah hujan adalah menemukan kehilangan? Ataukah hujan adalah

butiran gagasan-gagasan kesepian?
Lantas begitu, untuk apa ia selalu turun dan airnya mengisi

penuh bak rinduku yang kosong?

Kenangan 2025

Ruang rindu

Lelap meraba kepala
Isinya angan-angan saja
Seperti angin yang dijala melewati jaring laba
Seperti menyaring pudar-pudar rindumu yang

merambat lelah karena rona suara serak-serak saat sepi yang

bertabrakan dengan malam, hujan, dan kenangan sudah tak sama.

15 April 2026

Sarang Napasmu

Di bawah kolong-kolong hutan satwa
Ada riang-riang rindu yang rancu sedang

menghitung laba angin yang menyuruk ke kelam
Dan tinggalkan rusuk bulan yang padam keabuan

dalam keanggunannya.

Mencatatkan pohon-pohon waktu yang dahulu
disorak bau-bau tanah, diejek rumput-rumput liar,

diusir oleh arak-arakan keheningan
Dicacatkan oleh hujan dan panas :
Pada keremangan yang merenta,
Pada kenangan yang merendah,
Pada rendaman rindu yang meleleh di mulutmu,
Lihatlah tunas itu telah tumbuh menjadi ibu untuk sarang napasmu.

Di bawah kolong hutan rimba
Aku mencintai angin di atas bumbungan langit
Walau asalku di bawah tubuh hutan
Walau desirnya tak kudengar, tak kusesap
tak kulepas tuk mendengungkan wanginya yang sempat jatuh

bersama hujan kala itu, serasa berserakan kebahagiaan itu tak ingin

kurapikan dan tak ingin kubangun dari mimpi lelap ini.
Seperti memperkenalkan, dia terbang dalam rinduku,

singgah dalam runtuhku, sungguh dalam sesalku jika aku terbangun.

Mari merawat
Tak ada penawar yang telat
untuk hilangkan karma selain menikmatinya

April 2026

Gelisah

Di bawah kaki harapan
Berjalan tegak angkat dagu
Menyampaikan ragu dalam gelap
Isinya lisan-lisan cahaya
Berjalan jinjit takut tumpah ruah
Sedangkan di atas kepala,
Bintang menggerutu dalam temaram
Berharap lisan itu bergabung bersama anak cahayanya.

//
Menulis diatas debu
Tertiup angin, mengiringi angan
dengan Rindu yang rasanya macam-macam sekali
Seperti bau orang mati,
Tapi dupanya tak jadi
Lilinya mati
Rupanya aneh sekali
Setelah kulihat
Isinya macam-macam sekali
Seperti membatin tapi tak diberi Illahi.

\\

Aku mengais rindu di matamu
Mencari jarum ketenangan
Konon katanya :
” Menjahit takdir di bibir waktu
Dapat membungkam bising napsu”

Semoga menemukanmu dengan cinta

2026

Marianus Lako, penulis yang akrab disapa Anno Lako ini selain suka menulis juga jalan-jalan. Sering menjadi tukang omong dari pinggir lapangan sepak bola dan juga tenda pesta.

  • Penulis: Marianus Lako
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puisi: Matahari, Lolong, Purnama, Cermin dan Rembulan

    Puisi: Matahari, Lolong, Purnama, Cermin dan Rembulan

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Alvarez Keupung
    • visibility 157
    • 2Komentar

    oleh: Alvares Keupung, dalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende. (sebelum lanjut membaca, mari berbagi di sini: https://saweria.co/pondokbacamataleza20 )   PURNAMA Jika hanya malam yang selalu membuat hatimu gelisah akan kujadikan diriku purnama bagimu agar kau tahu, aku punya alasan untuk menemanimu. Ende, 15 April 2026.   LOLONG Putih […]

  • Bahaya Konservatisme yang Membudak: Jawaban atas Tanggapan Alvianus Tay

    Bahaya Konservatisme yang Membudak: Jawaban atas Tanggapan Alvianus Tay

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Agustinus S. Sasmita
    • visibility 585
    • 2Komentar

    Dalam karyanya “21 Pelajaran untuk Abad ke-21”, Yuval Hoah Harari mengatakan “jika masa depan umat manusia diputuskan tanpa melibatkan anda, kerena anda sibuk memberi makan dan memakaikan pakaian anak anda, tetap saja anda dan anak anda tidak bisa lepas dari konsekuensinya. Ini memang sungguh tidak adil, tetapi siapa bilang sejarah itu adil?” (Harari, 2023). Namun […]

  • Kosakata Dalam Hujan, Titik Imanku, Kemarau dan Puisi-puisi Lainnya

    Kosakata Dalam Hujan, Titik Imanku, Kemarau dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Anto Narasoma
    • visibility 244
    • 0Komentar

    SEJILID BUKU kubuka sejilid buku yang kemarin membawa aku melintasi segala kisah   dari ruang-ruang fisika dan format wajah-Nya yang teduh di atas sajadah kaulah gudang pengisi petak-petak di ruang kosong otakku   lalu kubuka lembaran yang tuntas kubaca karena dari titik ke titik belahan bumi ini adalah buku   maka segala kalimat panjang itu […]

  • JANGAN SALAH ALAMAT: MEMBACA PERUBAHAN SIKAP MAMA YASINTA

    JANGAN SALAH ALAMAT: MEMBACA PERUBAHAN SIKAP MAMA YASINTA

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Emil E Wakei
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Oleh: Emil E Wakei (Dewan Jalanan)  Jangan caci-maki Mama Yasinta Moiwend. Jgn rubah konflik vertikal menjadi konflik horizontal antara sesama kita yang sama-sama terjepit. Siapa Mama Yasinta? Mama Yasinta adalah bagian dari masyarakat kecil. Hidupnya hanya di kampung dan hutan-hutan adat di Merauke. Pagi ke kebun, sore pulang bawa sagu. Tanah bagi Mama bukan sertifikat. […]

  • Patuh Kepada Patah dan Kita yang Selalu Tumbuh Setelahnya

    Patuh Kepada Patah dan Kita yang Selalu Tumbuh Setelahnya

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Selain sandaran, manusia butuh kutipan Hallo, teman-teman. Apa kabar? Harapan saya, semoga selalu dalam keadaan yang sehat, siap menjalani akhir pekan dan selalu setia dalam menikmati perkara-perkara hidup yang dialami. Saya pun punya harapan lain yakni, semoga teman-teman setia membaca tulisan sederhana ini sampai akhir. Ya, jangan buru-buru tinggalkan tulisan saya sebelum ada jejak yang […]

  • Merayakan Kemiskinan Bersama Tuhan

    Merayakan Kemiskinan Bersama Tuhan

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Moh. Zaini Ratuloli, S. Pd
    • visibility 209
    • 0Komentar

    “Kamu galak seperti macan betina / Barangkali kamu akan gila / Tapi tak akan mati.” Sepenggal dialog tersebut menjadi pembuka yang menggugah dari pertunjukan Maria Zaitun yang dibawakan oleh Bengkel Seni Milenial (BSM), sebuah kelompok teater dari SMK Sura Dewa. Kelompok kecil ini secara konsisten menghidupkan ruang-ruang seni pertunjukan yang kerap sepi apresiasi. Namun, teater […]

expand_less