Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puisi-puisi Harsandi Pratama Putra

  • account_circle Harsandi Pratama Putra
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 297
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kepada Rindu Bernama Kenangan

Gigilnya rindu malam ini adalah dingin yang paling menusuk

Hujan kenangan datang, membasahi sela-sela ingatan

Setelah tak menemukan temu dan pelukan yang hangat

Di dada yang sesak ini, setiap sepi datang mengunjungi tubuhku

Aku mati-matian menenangkan nyerinya sendirian.

2026

Setiap Malam Kepalaku Penuh Kecamuk Oleh Peperangan

Aku ingin reda
Dari luka yang memburu tajam
Dari hati yang beranjak resah
Dari peluk yang ingin menemui pulang
Dari kepala yang bising penuh peperangan

Untuk segala rindu dan kepala yang selalu merawat pulang pada kenangan yang kini gentayangan
Untuk rasa sakit dan debar pada dada setiap sunyinya
Aku ingin reda dari sebuah perihal yang nyatanya memang tidak bisa kumiliki
Yaitu mencintaimu lebih jauh sampai tua

2026

Di Sebuah Kota dan Rupa-Rupa

Malam semakin hitam
Kota ini masih beradu bising
Tanpa lelap, ia seperti tatapan seorang pemuda yang menghabiskan bergelas-gelas kopi di kedai pinggir jalan
Diiringi beragam cerita perihal negara serta para penguasanya yang sedikit gila dan kurang tertawa, mereka masih segar dan penuh haha hihi.

Malam ini tak pernah benar-benar mati dari sebuah keramaian, peristiwa-peristiwa yang mengandung keributan dan beragam rupa-rupa penuh warna.

Punggung orang-orang menyentuh busa kasur tetapi mereka masih berdebat perihal rintihan siapa paling merdu, sedang lampu-lampu penginapan itu tak pernah habisnya menyaksikan langkah kaki yang bergegas menuju puncak nafsu mereka.

Kota ini
adalah mata Tuhan yang tak pernah tertidur.

2026

Sebuah Perihal Diri

Kepala adalah jalanan penuh teriakan klakson, warna-warni baliho caleg dan orasi-orasi para demonstran diatas mobil cotl bak.
Ia riuh, bising dan mengandung keributan.

Diantara tatapan kesepian yang begitu tajam, doa-doa merayap pada tembok-tembok yang tertunduk hening, selalu di peluk ingatan dan tak mati-mati.

Di segala hari dengan rasa sakit pada suatu kemungkinan, ia rubuh lalu kembali menghirup udara setelah tenggelam dari lubang penuh tanda tanya. Sepasang kaki masih meniti jalan setapaknya sendiri. Menemui petualangan lalu bersalaman dengan keheningan di tengah kerumunan wajah-wajah asing.

2026

Harsandi Pratama Putra lahir di Pulo Bembe, Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan. Telah melahirkan tujuh buku kumpulan puisi serta beberapa antologi bersama dengan penulis lainnya. Pernah mendapat anugerah literasi dari kampus UIN Alauddin Makassar. Saat ini lebih sering pergi ke pantai, gunung, dan tidur di kamar.

  • Penulis: Harsandi Pratama Putra
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dilema Laki-laki di Balik Tuntutan Belis

    Dilema Laki-laki di Balik Tuntutan Belis

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Agustinus S. Sasmita
    • visibility 1.489
    • 7Komentar

    Sejarah peradaban selalu memberi kejutan yang melampaui batas imajinasi kita. Bagi umat manusia ribuan tahun lalu, membayangkan keberadaan kecerdasan buatan, mobil terbang, dan robot canggih seperti sekarang ini tentu mustahil. Pikiran mereka masih seputar cara berburuh, meramu makanan, dan membangun relasi sosial (Harari, 2017). Di luar itu, ada pertanyaan besar yang terus menghantui yaitu, apa […]

  • Ruang Rasa: Kepekaan dan Rasa Peduli-Jalan Menjadi Manusia yang Lebih Utuh

    Ruang Rasa: Kepekaan dan Rasa Peduli-Jalan Menjadi Manusia yang Lebih Utuh

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 271
    • 7Komentar

    Hallo, teman-teman pembaca setia mataleza.com Senang kita bisa bertemu lagi di sini, di #Ruangrasa yang sudah cukup lama saya tidak bagikan. Saya yakin, di luar sana ada penantian penuh penasaran. Dan saya perlu meminta maaf jika tidak sering update secara berkala. Ya, maklum, bapak satu anak ini kadang sering menyibukkan diri dengan hal-hal remeh, misalnya […]

  • Antara Rotasi Strategis dan Celah Lini Belakang serta Langkah Berani PSN Ngada

    Antara Rotasi Strategis dan Celah Lini Belakang serta Langkah Berani PSN Ngada

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle John Lobo
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Kekalahan sering kali menjadi momok yang dihindari dalam dunia sepak bola. Namun, dalam kacamata strategi yang lebih luas, sebuah kekalahan adakalanya bukan akhir dari segalanya, melainkan sebuah bidak yang sengaja digeser demi memenangkan pertempuran yang lebih besar. Sudut pandang inilah yang menyeruak ketika penulis mencermati kekalahan 3-1 PSN Ngada dari Unaaha FC dalam laga pamungkas […]

  • Pesta yang tidak Pernah Mengundang Tuan Rumah

    Pesta yang tidak Pernah Mengundang Tuan Rumah

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Aloysius Wudi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Opini atas Film Dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita Oleh: Aloysius Wudi Ada sebuah pesta yang berlangsung sangat meriah di Papua Selatan. Ratusan alat berat datang beriringan seperti tamu agung. Kapal-kapal besar merapat ke dermaga tanpa basa-basi perkenalan. Aparat berdiri tegak mengawal kedatangan mereka bukan menghalangi, melainkan mempersilakan masuk. Proyek pangan dan energi nasional […]

  • Hanya 19 Persen? Jangan Pernah Meremehkan Tradisi Juara PSN Ngada!

    Hanya 19 Persen? Jangan Pernah Meremehkan Tradisi Juara PSN Ngada!

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle John Lobo
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Rilis persentase peluang juara Liga 4 Piala Presiden 2026 oleh Bola Nusa memantik diskusi menarik di kalangan pencinta sepak bola nasional. Angka-angka yang tersaji bukan sekadar kalkulasi matematis di atas kertas, melainkan cerminan dari peta persaingan yang luar biasa ketat. Namun, di kasta ini, determinasi, mentalitas, dan konsistensi sering kali jauh lebih menentukan ketimbang hitungan […]

  • Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Jejak yang Tak Sekadar Tiga Tahun 6:17 Play Button

    Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Jejak yang Tak Sekadar Tiga Tahun

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Tiga tahun, bagi sebagian orang, mungkin hanya sepotong waktu yang lewat begitu saja dalam arus kehidupan. Namun bagi Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae, tiga tahun adalah kisah panjang yang penuh warna, tentang tawa yang tumbuh di lorong-lorong sekolah, tentang peluh yang jatuh di lapangan, tentang mimpi yang perlahan menemukan bentuknya. Waktu memang berjalan cepat, apalagi […]

expand_less