Breaking News
light_mode
Trending Tags

DOA, AIR, TANAH dan Puisi-puisi Lainnya

  • account_circle Maria Makdalena
  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • visibility 251
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Doa

Di ujung harap aku berdoa, sembari mengatup penuh khusyuk. Bait demi bait mulai melantun. Seirama deru angin di siang itu.

Di perhentian itu aku terdiam, riuhnya alam bergejolak mengiyakan seluruh ucapan yang terhenti di langit.

Dalam lantunan doa yang dilafas, di seberang sana ada wanita janda sedang menangis. Ratapan demi ratapan mulai terdengar, adakah doa paling pilu yang mampu menyayat hati Sang Bunda?

Doaku usai, namun dia dan mereka mulai berdatangan. Sembari membawa intensi berkepemilikan, Bunda mulai menadah. Tangis, tawa, marah, kecewa, benci dan haru melebur bersama tanah dan air yang mengalir.

Bunda, ditengah harap yang kulafas ini akankah menjadi doa paling lestari seindah mawar yang kuberi? Ataukah seperih duri yang tertanam di daging? Berharap kelak seluruh niat turut mekar seperti mawar yang tertanam di bawah tangga.

Harapku telah usai kulafaskan dan mereka tetap diam dalam keheningan waktu, inginku ucapkan salam pisah. Sampai bertemu kembali di harap mendatang, aku pulang.

Gua lembah karmel, April 2026

 

Air

Mereka bilang air itu murni, mampu menghidupkan segala yang kritis menuju ambang kematian.

Setenang jiwa yang damai, sesejuk itu air yang mengalir.

Air yang disangka tenang, terkadang mampu menenggelamkan bahkan menghanyutkan ribuan jiwa yang tersesat dari rumah pangkuan ibu.

Sesuci itu air yang dikandung bumi. Penuh sakral dan maut yang datang silih berganti.

Lembah karmel, April 2026

Tanah

Di sepanjang penapakan, banyak harap tertanam di sana. Terik matahari mulai membara, bongkahan tanah mulai terlihat. Kekeringan terus melanda.

Tanah yang kau bilang tempat kelahiran kini berganti nama menjadi tanah kematian. Segala perkara yang diangkara oleh mereka melebur bersama tanah yang kau pijak.

Perjalanan panjang tiada ujung, satu persatu dari mereka mulai lelah. Tertatih lalu tersungkur, harap yang redup tak lagi terdengar. Hanya nafas terakhir menjadi tanda pisah sebelum berakhir membumi bersama tanah.

Lembah karmel, April 2026

 

Sendal jepit

Anak kecil itu terus berlari menyusuri kali kecil. Ibu berlarian kesana kemari mengejar anak itu, ada yang tertinggal. Sendal jepit hadiah dari sang bapak sebagai salam pisah diakhir kiamatnya.

Sendal jepit itu sudah buruk rupa namun ibu terus menenteng tanpa menyarung. Seberharga itukah dia? Ataukah karna sendalnya mahal? Tulusnya hati menganggap kesakralannya ada, ada juga dengan segala keluh kesah meraung raung pasrah. Entah semiskin apa waktu itu, namun ini bukan sendal biasa, ini hadiah salam pisah. Kembali ibu berjalan tanpa alas kaki, sendalnya dengan setia digenggam erat.

Anak kecil mulai tertangkap namum sendal tak pernah dilepas. Katanya pelepas rindu untuk dia yang kau ambil kembali.

Lembah karmel, April 2026

 

Sabtu

Akhir pekan sudah tiba, mereka mulai bergegas untuk libur bersama. Ada yang jauh dan ada yang dekat.

Ada yang diam dirumah dan memilih untuk diam dalam keheningan. Ada yang suka euforia tanpa batas.

Semua yang terlihat bebas ada di hari itu

Lembah karmel, April 2026

 

Maria Makdalena, dengan nama pena Aksaramar, lahir di Malaysia, pada tahun 2000. Sehari-hari sebagai seorang Wiraswasta yang suka Menulis, travelling, nyanyi ( artis kamar mandi ). Alumni dari jurusan psikologi Unipa Maumere. Selain bekerja di yayasan yang bergerak di pemberdayaan wanita dan anak, dia juga aktif berwirausaha di bidang kuliner, ternak dan tani. Untuk mengenal lebih dekat dengan penulis, silakan di follow akun medsos di FB Mar Mkdlna, Instagram Mar Mkdlna dan Tiktok Aksaramar.

  • Penulis: Maria Makdalena
  • Editor: Fian N

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dr. Made Supriatma: Matinya Altruisme? Serangan Terhadap Film Dokumenter Pesta Babi

    Dr. Made Supriatma: Matinya Altruisme? Serangan Terhadap Film Dokumenter Pesta Babi

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Dr. Made Supriatma
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Made Supriatma, Peneliti masalah Sosial dan Politik (sebelum lanjut membaca, mari berbagi di sini: https://saweria.co/pondokbacamataleza20 ) Matinya Altruisme? Serangan terhadap film dokumenter Pesta Babi datang dari semua arah. Kemarin, beredar video Mama Yasinta yang mengatakan dia tidak mengijinkan video dirinya dipakai dalam dokumenter ini. Seperti yang dikatakan oleh dua sutradara film ini, kita […]

  • Proyek Food Estate dalam Nalar The Othering of Nature

    Proyek Food Estate dalam Nalar The Othering of Nature

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Benyamin Chintyano Meo
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Oleh: Benyamin Chintyano Meo. Mahasiswa IFTK Ledalero Di tengah kecemasan global terhadap krisis iklim dan ancaman kelangkaan pangan, Indonesia mengambil langkah agresif melalui program Food Estate (Lumbung Pangan Nasional). Kebijakan ini digadang-gadang sebagai strategi hulu-hilir untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penanaman komoditas skala industri seperti padi, singkong, jagung, dan tebu. Namun, di balik narasi […]

  • KEHILANGAN YANG TAK TERGANTIKAN

    KEHILANGAN YANG TAK TERGANTIKAN

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Stefen B
    • visibility 210
    • 2Komentar

    Namaku Martina Syukur. Orang biasa memanggilku Tina. Terlahir dari keluarga yang cukup berada dengan penghasilan yang bisa dibilang cukup, membuat aku merasa tak pernah berkekurangan. Semua kebutuhanku selalu terpenuhi. Aku juga memiliki saudara tetapi bukan sedarah. Namanya Tini. Dia adalah gadis kecil yang diadopsi oleh bapak dan mama dari sebuah panti asuhan setahun sebelum aku […]

  • Ruang Rasa: Ketika Harus Kuat di Tengah Ketidakadilan

    Ruang Rasa: Ketika Harus Kuat di Tengah Ketidakadilan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Terkadang, luka yang paling dalam justru datang dari orang-orang yang paling dekat dengan kita. Dari rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman, kadang muncul perlakuan yang membuat seseorang merasa tidak dihargai atau dianggap berbeda. Beberapa waktu lalu, saya menerima sebuah komentar di salah satu tulisan yang […]

  • Malam Apresiasi Kotagoa Diamond Competition: Merayakan Prestasi, Bakat, dan Semangat Kebersamaan Menuju Intan SMPSK Kotagoa Boawae

    Malam Apresiasi Kotagoa Diamond Competition: Merayakan Prestasi, Bakat, dan Semangat Kebersamaan Menuju Intan SMPSK Kotagoa Boawae

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 200
    • 1Komentar

    SMPSK Kotagoa Boawae – 18 Mei 2026 diguyur hujan tanpa henti. Pada kesempatan yang sama akan dilangsungkan lomba Solo Vokal dan Paduan Suara serta membaca hasil kejuaraan lomba yang sudah dilaksanakan pada minggu-minggu sebelumnya. Para peserta pun berdatangan di tengah hujan yang rintik-rintik manja. Ada pun orang tua juga ikut menyaksikan malam penuh rasa penasaran […]

  • Puisi-puisi Marianus Lako: Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan, Gagasan Kesepian dan Puisi-puisi Lainnya

    Puisi-puisi Marianus Lako: Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan, Gagasan Kesepian dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Marianus Lako
    • visibility 145
    • 2Komentar

    Perjalanan Menuju Rindu dan Kenangan Perjalanan menuju Rindu dan Kenangan Apa itu sebuah kerinduan? Kalau tentang sakit dan pedih yang menyala paling berkaca-kaca tuk menyumbang luka? Apa itu kerelaan? Kalau tentang melepas tapi masih melekat Kalau tentang ikhlas tapi di dada memberat Kalau tentang mengenang tapi selalu merengkuh ketenangan Meo 2026 Gagasan Kesepian Apa pernah […]

expand_less