Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN: Roh Kudus: Bawa Pengetahuan Buka Pintu Komunikasi, Edisi Hari Raya Pentakosta

  • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 134
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Inspirasi: Kis 2:1-11 /// Yoh 20:19-23

Kita buka renungan di Hari Raya ini dengan pantun:

Maksud hati mengunjungi Om Strom,

apa daya bertemu Veronika.

ROH KUDUS menjadikan kita Strong.

Di tengah situasi sedih dan terluka.

Ketika Roh Kudus turun atas para Rasul, saat itu Gereja lahir. Gereja yang penuh dengan daya Roh Kudus, membuat Gereja bisa bertahan sampai sekarang.

Dari Firman Tuhan kita dapat informasi penting bahwa Roh Kuduslah memampukan para murid berpengetahuan. Roh Kudus yang memenuhi para murid, memampukan para murid untuk tahu bahasa-bahasa asing, terbukti dengan mereka bicara bukan dengan Bahasa Galilea saja, meski mereka tidak belajar sebelumnya perihal bahasa-bahasa ini. Namun, berkat Roh Kudus, mereka punya pengetahuan yang kontekstual, sesuai dengan orang yang mereka temui. Bahasa Roh, membuat mereka bisa berbahasa dengan teman bicara mereka yang tidak tahu dari daerah mana. Mau bahasa Patria, Media, Elam, Mesopotamia, Asia, Mesir, dan Arab. Pengetahuan yang bersumber dari Roh Kudus malah memudahkan para murid berelasi dan berkomunikasi.

Ini berarti, Roh Kudus adalah Roh yang membuat kita mampu berelasi dan berkomunikasi baik, sehingga wajar Gereja bisa se-awet ini, yah, karena Gereja mampu berelasi dan berkomunikasi baik dengan siapa saja.

Tidak ada komunitas tanpa komunikasi. Komunikasi baik, hubungan langgeng, maka aku dan kamu bisa jadi kita. Komunikasi baik, hubungan langgeng, maka si Alfa dan si Boomers bisa jadi keluarga, komunitas.

Awal-awal kisah iman hari ini, ditandai dengan para murid yg menutup pintu-pintu lalu dikunci karena ketakutan yang teramat sangat. Bahkan, delapan hari kemudian, mereka berkumpul lagi dan masih mengunci pintu-pintu. Ini merupakan suatu gambaran umum manusia ketika perasaan takut melanda dirinya. Seperti pantun:

Nonton Youtube di kutub

Orang takut sering tertutup

Reaksi paling sering ketika orang takut ialah menutup-nutupi.

Anak yang takut lihat papa dan mamanya berantem, pasti akan tutup mata, bahkan tutup telinga, sampai tutup pintu kamar biar tidak mau tahu apa yang seharusnya tidak terjadi.

Anak yang takut isi HP-nya diketahui orangtua, pasti akan buat pola yang dia sendiri bingung mau buka, sebagai bentuk menutup dan mengunci HP nya. Ketakutan sering buat orang tertutup, bahkan menutup-nutupi.

Parahnya, ada orang yang sering tutup dan kunci pengetahuannya karena takut temannya lebih pintar darinya. Atau bahkan orang sering tutup dan kunci mulut dari kata-kata kebenaran karena takut dibenci oleh sesama.

Sembari kita merayakan Hari Raya Pentakosta, sadarlah kita bahwa dahsyatnya karya Roh itu terletak pada bagaimana Roh menerobos masuk pintu-pintu kehidupan yang kita tutup lalu kita kunci karena ketakutan.

Dan Roh Kudus membuka pintu-pintu yang tertutup dan dikunci. Roh Kudus membuka pintu-pintu egoisme yang membuat kita tidak sehati dan sejiwa sampai-sampai enggan berpengetahuan dan enggan berkomunikasi. Roh Kudus membuka pintu ketakutan kita agar kita berani berkomunikasi dan memberi kesaksian tentang kebenaran.

Roh Kudus mampu membuka pintu damai sejahtera agar tidak ada ketakutan yang bakal kita alami, ketakutan akibat dosa.

Roh Kudus itu sungguh istimewa. Sementara kita tutup dan kunci serta sembunyi dalam ketakutan yang membuat kita tertekan, Yesus yg penuh Roh menerobos pintu-pintu yang ditutup rapat dan dikunci. Dalam Roh Kudus tidak ada keadaan kita yang dapat disembunyikan dari Tuhan.

Semangat Roh membuat kita menjadi pribadi yang tidak takut dan pribadi yang tidak tertutup. Pribadi yang terbuka, yah, membuka komunikasi untuk damai sejahtera.

Tetaplah menjadi orang yang penuh Roh Kudus agar berpengetahuan baik, komunikasi baik, agar kita tidak takut lalu pintu komunikasi, membangun jembatan bukan tembok. Tetaplah menjadi orang baik, berkomunikasi baik di tengah dunia yang suka pamer ujaran kebencian dan ‘judge’. Tetap penuh Roh Kudus, di tengah yang krisis nan penuh KUDIS_Kurang Doa, Iman, Sembayang.

Saya tutup dengan pantun berikut:

Baru saja putus

Status langsung mantan.

Siap terima Roh Kudus?

Wahai kepunyaan Tuhan?

(mof)

  • Penulis: Rm. Laurensius Feto, P.r
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kosakata Dalam Hujan, Titik Imanku, Kemarau dan Puisi-puisi Lainnya

    Kosakata Dalam Hujan, Titik Imanku, Kemarau dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Anto Narasoma
    • visibility 223
    • 0Komentar

    SEJILID BUKU kubuka sejilid buku yang kemarin membawa aku melintasi segala kisah   dari ruang-ruang fisika dan format wajah-Nya yang teduh di atas sajadah kaulah gudang pengisi petak-petak di ruang kosong otakku   lalu kubuka lembaran yang tuntas kubaca karena dari titik ke titik belahan bumi ini adalah buku   maka segala kalimat panjang itu […]

  • NADIEM: Siapa yang Order?

    NADIEM: Siapa yang Order?

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Nury Sybli
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Rabu, 13 Mei 2026. Pengadilan Tipikor Jakarta berubah jadi panggung absurditas hukum. Mantan Mendikbudristek, dituntut 18 tahun penjara, denda Rp.1 miliar, plus uang pengganti Rp5,6 triliun subsider 9 tahun kurungan. Kalau ditotal, hukumannya seperti ingin mengubur seseorang hidup-hidup: 27,5 tahun. “Ini adalah hari yang sangat, sangat, sangat mengecewakan,” kata Nadiem seusai sidang. Dan memang, siapa […]

  • Mahasiswa MBKM Program Studi Ilmu Pemerintahan Resmi Diterima di Desa Oesena: Wujud Nyata Integrasi Akademik dan Pengabdian Masyarakat

    Mahasiswa MBKM Program Studi Ilmu Pemerintahan Resmi Diterima di Desa Oesena: Wujud Nyata Integrasi Akademik dan Pengabdian Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 178
    • 0Komentar

    OESENA, 11 Mei 2026 — Sebanyak 16 mahasiswa/i Program Studi Ilmu Pemerintahan yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara resmi diterima oleh Kepala Desa Oesena beserta seluruh perangkat desa dalam kegiatan penerimaan dan pemaparan program kerja yang berlangsung di Kantor Desa Oesena pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini menandai awal pelaksanaan program […]

  • Oposisi Biner Yang Membunuh Logika: Dekonstruksi Narasi ‘Desa vs Dolar’ Dalam Komunikasi Krisis Pemerintah Prabowo

    Oposisi Biner Yang Membunuh Logika: Dekonstruksi Narasi ‘Desa vs Dolar’ Dalam Komunikasi Krisis Pemerintah Prabowo

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Emanuel Boli Manuk
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Oleh: Emanuel Boli Manuk, Mahasiswa Filsafat di IFTK Ledalero Pendahuluan: Latar belakang krisis 1998 sebagai cermin masa kini Sebelum lanjut membaca, mari berbagi kebaikan di sini Sejarah ekonomi Indonesia menyimpan catatan kelam yang selalu menghantui setiap kali nilai tukar Rupiah mengalami guncangan: Krisis Moneter 1998. Pada masa itu, ketidakstabilan ekonomi yang dipicu oleh pelarian modal […]

  • Mengapa Menyerahnya Sekarang (?)

    Mengapa Menyerahnya Sekarang (?)

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 289
    • 2Komentar

    Martha Grimes pernah berkata, “kita tidak tahu siapa diri kita sampai kita melihat apa yang bisa kita lakukan.” Pertama kali membaca kutipan tersebut di sebuah buku yang berjudul Life Lessons yang ditulis oleh para pengarang Chicken Soup For The Soul, ada sesuatu yang mendorong saya untuk segera mengambil tindakan. Tindakan yang dimaksudkan di sini adalah […]

  • Ruang Rasa: Jomlo Bukan Aib, yang Aib Itu Memaksa Semua Orang Hidup dengan Cara yang Sama

    Ruang Rasa: Jomlo Bukan Aib, yang Aib Itu Memaksa Semua Orang Hidup dengan Cara yang Sama

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 155
    • 3Komentar

    Ada satu pertanyaan yang diam-diam sering berkeliaran di kepala saya. Mengapa menjadi jomlo terasa seperti sedang memikul dosa yang tidak pernah dilakukan? Entah sejak kapan masyarakat menyepakati sebuah aturan tak tertulis bahwa seseorang dianggap “terlambat” ketika belum memiliki pasangan. Setiap pesta keluarga berubah menjadi ruang interogasi. Setiap reuni terasa seperti sidang terbuka. Bahkan, senyum yang […]

expand_less