Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN: Roh Kudus: Bawa Pengetahuan Buka Pintu Komunikasi, Edisi Hari Raya Pentakosta

  • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 123
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Inspirasi: Kis 2:1-11 /// Yoh 20:19-23

Kita buka renungan di Hari Raya ini dengan pantun:

Maksud hati mengunjungi Om Strom,

apa daya bertemu Veronika.

ROH KUDUS menjadikan kita Strong.

Di tengah situasi sedih dan terluka.

Ketika Roh Kudus turun atas para Rasul, saat itu Gereja lahir. Gereja yang penuh dengan daya Roh Kudus, membuat Gereja bisa bertahan sampai sekarang.

Dari Firman Tuhan kita dapat informasi penting bahwa Roh Kuduslah memampukan para murid berpengetahuan. Roh Kudus yang memenuhi para murid, memampukan para murid untuk tahu bahasa-bahasa asing, terbukti dengan mereka bicara bukan dengan Bahasa Galilea saja, meski mereka tidak belajar sebelumnya perihal bahasa-bahasa ini. Namun, berkat Roh Kudus, mereka punya pengetahuan yang kontekstual, sesuai dengan orang yang mereka temui. Bahasa Roh, membuat mereka bisa berbahasa dengan teman bicara mereka yang tidak tahu dari daerah mana. Mau bahasa Patria, Media, Elam, Mesopotamia, Asia, Mesir, dan Arab. Pengetahuan yang bersumber dari Roh Kudus malah memudahkan para murid berelasi dan berkomunikasi.

Ini berarti, Roh Kudus adalah Roh yang membuat kita mampu berelasi dan berkomunikasi baik, sehingga wajar Gereja bisa se-awet ini, yah, karena Gereja mampu berelasi dan berkomunikasi baik dengan siapa saja.

Tidak ada komunitas tanpa komunikasi. Komunikasi baik, hubungan langgeng, maka aku dan kamu bisa jadi kita. Komunikasi baik, hubungan langgeng, maka si Alfa dan si Boomers bisa jadi keluarga, komunitas.

Awal-awal kisah iman hari ini, ditandai dengan para murid yg menutup pintu-pintu lalu dikunci karena ketakutan yang teramat sangat. Bahkan, delapan hari kemudian, mereka berkumpul lagi dan masih mengunci pintu-pintu. Ini merupakan suatu gambaran umum manusia ketika perasaan takut melanda dirinya. Seperti pantun:

Nonton Youtube di kutub

Orang takut sering tertutup

Reaksi paling sering ketika orang takut ialah menutup-nutupi.

Anak yang takut lihat papa dan mamanya berantem, pasti akan tutup mata, bahkan tutup telinga, sampai tutup pintu kamar biar tidak mau tahu apa yang seharusnya tidak terjadi.

Anak yang takut isi HP-nya diketahui orangtua, pasti akan buat pola yang dia sendiri bingung mau buka, sebagai bentuk menutup dan mengunci HP nya. Ketakutan sering buat orang tertutup, bahkan menutup-nutupi.

Parahnya, ada orang yang sering tutup dan kunci pengetahuannya karena takut temannya lebih pintar darinya. Atau bahkan orang sering tutup dan kunci mulut dari kata-kata kebenaran karena takut dibenci oleh sesama.

Sembari kita merayakan Hari Raya Pentakosta, sadarlah kita bahwa dahsyatnya karya Roh itu terletak pada bagaimana Roh menerobos masuk pintu-pintu kehidupan yang kita tutup lalu kita kunci karena ketakutan.

Dan Roh Kudus membuka pintu-pintu yang tertutup dan dikunci. Roh Kudus membuka pintu-pintu egoisme yang membuat kita tidak sehati dan sejiwa sampai-sampai enggan berpengetahuan dan enggan berkomunikasi. Roh Kudus membuka pintu ketakutan kita agar kita berani berkomunikasi dan memberi kesaksian tentang kebenaran.

Roh Kudus mampu membuka pintu damai sejahtera agar tidak ada ketakutan yang bakal kita alami, ketakutan akibat dosa.

Roh Kudus itu sungguh istimewa. Sementara kita tutup dan kunci serta sembunyi dalam ketakutan yang membuat kita tertekan, Yesus yg penuh Roh menerobos pintu-pintu yang ditutup rapat dan dikunci. Dalam Roh Kudus tidak ada keadaan kita yang dapat disembunyikan dari Tuhan.

Semangat Roh membuat kita menjadi pribadi yang tidak takut dan pribadi yang tidak tertutup. Pribadi yang terbuka, yah, membuka komunikasi untuk damai sejahtera.

Tetaplah menjadi orang yang penuh Roh Kudus agar berpengetahuan baik, komunikasi baik, agar kita tidak takut lalu pintu komunikasi, membangun jembatan bukan tembok. Tetaplah menjadi orang baik, berkomunikasi baik di tengah dunia yang suka pamer ujaran kebencian dan โ€˜judgeโ€™. Tetap penuh Roh Kudus, di tengah yang krisis nan penuh KUDIS_Kurang Doa, Iman, Sembayang.

Saya tutup dengan pantun berikut:

Baru saja putus

Status langsung mantan.

Siap terima Roh Kudus?

Wahai kepunyaan Tuhan?

(mof)

  • Penulis: Rm. Laurensius Feto, P.r
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengapa Menyerahnya Sekarang (?)

    Mengapa Menyerahnya Sekarang (?)

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 276
    • 2Komentar

    Martha Grimes pernah berkata, โ€œkita tidak tahu siapa diri kita sampai kita melihat apa yang bisa kita lakukan.โ€ Pertama kali membaca kutipan tersebut di sebuah buku yang berjudul Life Lessons yang ditulis oleh para pengarang Chicken Soup For The Soul, ada sesuatu yang mendorong saya untuk segera mengambil tindakan. Tindakan yang dimaksudkan di sini adalah […]

  • SMPSK KOTAGOA BOAWAE DIAMOND COMPETITION

    SMPSK KOTAGOA BOAWAE DIAMOND COMPETITION

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 222
    • 0Komentar

    John Holt dalam bukunya yang berjudul, Mengapa Siswa gagal, menulis demikian: โ€œKita semua sepakat bahwa semua siswa harus berhasil, tetapi apakah kita memiliki pengertian yang sama mengenai keberhasilan itu? Saya sendiri berpendapat bahwa kesuksesan itu sebaiknya tidak diperoleh dengan gampang ataupun cepat dan mestinya tidak terjadi setiap saat. Sukses dalam pandanganku, menyiratkan keberhasilan seseorang mengulangi […]

  • Kembali ke Tempat Mimpi-mimpi itu Bermula

    Kembali ke Tempat Mimpi-mimpi itu Bermula

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Pater Marsel Koka, RCJ
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Oleh: Pater Marsel Koka, RCJ (Pastor dari Konggregasi Rogasionis Hati Yesus Maumere) Di sela-sela masa akhir liburan, saya berkesempatan mengunjungi kembali sebuah tempat yang menyimpan begitu banyak kenangan masa kecil selama enam tahun: SDN Riominsi, yang dahulu kami kenal sebagai SDK Terong Kedong. Sekolah kecil ini berada di Kampung Latung, Desa Benteng Tawa V, Kecamatan […]

  • 4 Pertanyaan Horor ini tidak Boleh Ditanyakan Saat Reunian Bersama Teman-teman: Tidak Semua Canda Berakhir Tawa!

    4 Pertanyaan Horor ini tidak Boleh Ditanyakan Saat Reunian Bersama Teman-teman: Tidak Semua Canda Berakhir Tawa!

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 149
    • 4Komentar

    Apa yang paling kau takuti saat bertemu teman-teman lama? Ini pertanyaan pembuka yang saya coba ajukan untuk diri sendiri sebagai pemberi stimulus. Tujuannya adalah agar saya bisa menulisnya sampai tuntas! Tepatnya tidak ke luar dari ide besar yang sudah didapatakan melalui judul di atas. Senin, 09 Desember 2024 tepat di jam 17:27 saya ditelepon oleh […]

  • Kami Terlalu Lelah: Suara Anak-Anak dari Rumah yang Retak

    Kami Terlalu Lelah: Suara Anak-Anak dari Rumah yang Retak

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle John Orlando, S.Fil
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Kami terlalu lelah. Kalimat itu tidak lahir dari satu hari yang buruk, melainkan dari bertahun-tahun yang menumpuk dalam diam. Lelah karena harus mengerti sebelum waktunya, lelah karena harus kuat ketika tidak ada pilihan lain, lelah karena tumbuh di antara suara yang selalu lebih keras dari hati kami sendiri. Kami tidak pernah benar-benar diajarkan bagaimana rasanya […]

  • DOA, AIR, TANAH dan Puisi-puisi Lainnya

    DOA, AIR, TANAH dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Maria Makdalena
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Doa Di ujung harap aku berdoa, sembari mengatup penuh khusyuk. Bait demi bait mulai melantun. Seirama deru angin di siang itu. Di perhentian itu aku terdiam, riuhnya alam bergejolak mengiyakan seluruh ucapan yang terhenti di langit. Dalam lantunan doa yang dilafas, di seberang sana ada wanita janda sedang menangis. Ratapan demi ratapan mulai terdengar, adakah […]

expand_less