Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kelulusan Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Menjaga Semangat Belajar

  • account_circle Redaksi Mataleza
  • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
  • visibility 129
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Boawae – Suasana penuh syukur dan kebersamaan mewarnai pengumuman kelulusan peserta didik kelas IX SMPSK Kotagoa Boawae tahun pelajaran 2025/2026. Dalam sambutannya, Kepala SMPSK Kotagoa Boawae, Bapak Yoman Kaju, menegaskan bahwa momen kelulusan bukanlah sekadar acara seremonial, melainkan puncak dari perjalanan panjang yang telah ditempuh para siswa selama tiga tahun terakhir.

Menurutnya, kehadiran seluruh keluarga besar sekolah pada hari Selasa, 2 Juni 2026 didorong oleh semangat yang sama, yakni semangat kebersamaan dan rasa syukur atas perjuangan yang telah dijalani bersama. Sebanyak 207 peserta didik Angkatan ke-72 akhirnya bermuara pada hasil yang diumumkan hari itu setelah melewati berbagai proses pembelajaran dan pembentukan karakter.

“Hasil yang kita terima hari ini sesungguhnya adalah akumulasi dari proses-proses kecil yang dibangun dari hari ke hari. Kelulusan ini merupakan buah dari upaya yang konsisten untuk menjaga semangat belajar tetap menyala. Ada saatnya semangat itu berkobar terang, namun ada pula masa ketika nyalanya redup dan nyaris padam. Tetapi yang terpenting adalah semangat itu tidak pernah benar-benar hilang,” ungkapnya.

Angkatan yang Menorehkan Banyak Prestasi

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Yoman Kaju menyampaikan apresiasi kepada Angkatan 72 yang selama tiga tahun menempuh pendidikan di SMPSK Kotagoa Boawae telah meninggalkan banyak cerita, pengalaman, dan prestasi yang membanggakan.

Atas nama lembaga, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh siswa yang telah mengharumkan nama sekolah melalui berbagai capaian, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Salah satu pencapaian penting yang menjadi catatan sejarah bagi sekolah adalah keterlibatan Angkatan 72 sebagai angkatan pertama yang secara penuh mengikuti Tes Kemampuan Akademik 2026. Dengan jumlah peserta mencapai 207 siswa, SMPSK Kotagoa Boawae menjadi sekolah dengan peserta terbanyak di Kecamatan Boawae.

Tidak hanya itu, hasil yang diperoleh juga sangat membanggakan. Sekolah berhasil meraih nilai rata-rata tertinggi tingkat Kecamatan Boawae serta masuk dalam lima besar tingkat Kabupaten Nagekeo berdasarkan hasil TKA tahun 2026.

Meski demikian, menurut Bapak Yoman Kaju, pencapaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Hasil yang diraih akan tetap menjadi bahan evaluasi demi meningkatkan kualitas pendidikan dan memperoleh hasil yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang.

Buah Kerja Sama Banyak Pihak

Kepala sekolah juga menegaskan bahwa berbagai keberhasilan yang diraih tidak lahir dari kerja satu pihak saja. Prestasi tersebut merupakan hasil kolaborasi yang melibatkan banyak pihak, mulai dari yayasan, orang tua, guru, hingga para siswa sendiri.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada YAPERSUKNA yang terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sekolah. Apresiasi juga diberikan kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada SMPSK Kotagoa Boawae.

“Kepercayaan yang diberikan orang tua merupakan tanggung jawab besar yang kami emban setiap hari. Tugas mendidik itu kemudian dilanjutkan oleh para guru dan wali kelas yang dengan penuh dedikasi mendampingi anak-anak selama tiga tahun terakhir hingga mencapai titik ini,” katanya.

Melangkah ke Masa Depan

Menutup sambutannya, Bapak Yoman Kaju mengingatkan para lulusan bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari langkah-langkah besar, tetapi justru dari kesungguhan menyelesaikan tugas-tugas kecil dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Ia mengutip sebuah pesan sederhana namun sarat makna: “Suatu pekerjaan kecil yang diselesaikan dengan baik lebih berarti dibandingkan rencana besar yang hanya didiskusikan.”

Pesan tersebut menjadi bekal bagi para lulusan Angkatan 72 untuk melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya. Dengan semangat, disiplin, dan kerja keras yang telah dibangun selama berada di SMPSK Kotagoa Boawae, mereka diharapkan mampu terus bertumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (mataleza)

  • Penulis: Redaksi Mataleza
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Rumah Tuhan, Rindu yang Kupelajari dari Rumah dan Puisi-puisi Lainnya

    Di Rumah Tuhan, Rindu yang Kupelajari dari Rumah dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Filemon Pandu Wimastha
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Di Rumah Tuhan Hujan pun turun, lalu aku berteduh di rumah-Nya. Kutatap langit, reda, lalu kupamit pulang. Namun hujan kembali mengguyur, seolah Dia hendak  berkata: ”Jangan pulang dulu, Aku masih rindu.” Aku singgah di perhentian terakhir,  dan di sana pun, Dia menyambut. Dengan lembut, tanpa suara, tapi hangat seperti peluk yang tak terlihat. Mungkin memang […]

  • JANGAN SALAH ALAMAT: MEMBACA PERUBAHAN SIKAP MAMA YASINTA

    JANGAN SALAH ALAMAT: MEMBACA PERUBAHAN SIKAP MAMA YASINTA

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Emil E Wakei
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Oleh: Emil E Wakei (Dewan Jalanan)  Jangan caci-maki Mama Yasinta Moiwend. Jgn rubah konflik vertikal menjadi konflik horizontal antara sesama kita yang sama-sama terjepit. Siapa Mama Yasinta? Mama Yasinta adalah bagian dari masyarakat kecil. Hidupnya hanya di kampung dan hutan-hutan adat di Merauke. Pagi ke kebun, sore pulang bawa sagu. Tanah bagi Mama bukan sertifikat. […]

  • SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Malam itu, 26 April 2026,  Lapangan Mardiwiyata Ndao, Ende, bukan sekadar arena pertandingan. Ia menjelma menjadi panggung drama, tempat keringat, harapan, dan harga diri dipertaruhkan hingga detik terakhir. Lampu-lampu menyinari lapangan dengan terang, tetapi sesungguhnya yang lebih menyala adalah semangat para pemain yang enggan pulang tanpa kemenangan. Di tengah riuh penonton yang tak henti bersorak, […]

  • Puisi-puisi Aprianus Jebarus: Menyebut Namamu, Lukisan Tak Bernama, Bukan Kita, Aku

    Puisi-puisi Aprianus Jebarus: Menyebut Namamu, Lukisan Tak Bernama, Bukan Kita, Aku

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Aprianus Jebarus
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Oleh: Aprianus Jebarus, Pengajar di PKBM Pelita Insan Lestari Menyebut Namamu Aku pernah mencoba mencari celah pada bingkai senyummu Namun yang aku dapat hanyalah rajutan kata yang di bungkus rapi pada wajah cantikmu Itulah alasan pasti mengapa aku tetap di sini menatap langit tanpa henti sembari melantunkan doa di sepertiga malam menyebutkan namamu pada puisiku untuk […]

  • Puisi-puisi Alvarez Keupung: Tiga Rindu, Roh, Menulis Diri, Jejak dan Sepi yang Berisik

    Puisi-puisi Alvarez Keupung: Tiga Rindu, Roh, Menulis Diri, Jejak dan Sepi yang Berisik

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Alvarez Keupung
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Oleh: Alvares Keupung adalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende.   TIGA RINDU Rindu ini tiba – tiba datang Untuk ayah yang selalu tenang dalam diam Setelah wajahnya tak pernah kutemukan lagi Bahkan pada mimpi yang dihembuskan angin sekalipun Serasa aku kehilangan jejak pencarian ribuan tahun Rindu ini […]

  • Sudut Pandang: Sebab Hidup Adalah Rahmat yang Dirayakan Bersama

    Sudut Pandang: Sebab Hidup Adalah Rahmat yang Dirayakan Bersama

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Filemon Pandu Wimastha
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Oleh: Filemon Pandu Wimastha (Seorang calon imam Katolik Keuskupan Agung Ende)  Sebagai calon Imam yang hidup dalam rahim sebuah komunitas homogen, saya perlahan menyadari bahwa tradisi bukan sekadar kebiasaan yang diwariskan dari masa lalu, melainkan napas kehidupan yang terus hidup dari generasi ke generasi. Tradisi adalah kenangan yang menjelma kebiasaan, lalu tumbuh menjadi identitas bersama. […]

expand_less