Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gabriel Manek, Ketua Komite SMPSK KOTAGOA BOAWAE: 207 Mimpi yang Siap Terbang Tinggi

  • account_circle Redaksi Mataleza
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 126
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari ini adalah hari yang membahagiakan sekaligus mengharukan. Dengan penuh rasa syukur, saya mengucapkan selamat kepada 207 cucu-cucuku yang cantik dan ganteng, Angkatan ke-72 SMPSK Kotagoa Boawae, yang hari ini dinyatakan lulus.

Angka 207 ini terasa istimewa. Jika angka nol di tengah dihilangkan, lalu posisi angka 2 dan 7 ditukar, maka akan menjadi 72, sama dengan nomor angkatan kalian. Sebuah kebetulan sederhana yang indah, seolah menjadi penanda bahwa kalian adalah bagian dari sejarah panjang sekolah ini.

Namun, lebih dari sekadar angka, 207 adalah kumpulan mimpi, harapan, kerja keras, dan perjuangan. Kalian adalah benih-benih yang telah ditanam, dirawat, dan dibesarkan selama bertahun-tahun di lingkungan SMPSK Kotagoa Boawae. Seperti padi yang ditanam petani dengan penuh kesabaran, harapan kami adalah agar kalian tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang bernas. Bukan hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kaya dalam karakter, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat untuk terus belajar.

Keberhasilan ini tentu bukan hasil perjuangan kalian sendiri. Di baliknya ada tangan-tangan tulus para guru yang setiap hari mendampingi, mengajar, membimbing, bahkan terkadang menegur demi kebaikan kalian. Guru bukanlah robot yang sekadar menyampaikan materi pelajaran. Mereka adalah pendidik yang bekerja dengan hati.

Hari ini, ilmu pengetahuan memang dapat ditemukan dengan mudah melalui internet dan berbagai teknologi digital. Namun pendidikan karakter, keteladanan, kedisiplinan, nilai-nilai kemanusiaan, serta cara menjadi pribadi yang baik tidak dapat diperoleh hanya dengan mengetikkan kata kunci di mesin pencari. Semua itu lahir dari proses pendidikan yang dijalani bersama para guru, orang tua, dan lingkungan yang baik.

Karena itu, atas nama Komite Sekolah, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Bapak dan Ibu Guru SMPSK Kotagoa Boawae yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan hati mereka dengan penuh ketulusan. Apa yang diraih anak-anak hari ini adalah buah dari kerja keras dan dedikasi yang luar biasa.

Kepada para orang tua, saya juga menyampaikan terima kasih yang tulus atas kepercayaan yang telah diberikan kepada SMPSK Kotagoa Boawae. Terima kasih karena telah mempercayakan putra-putri tercinta untuk bertumbuh, belajar, dan menemukan jati diri mereka di sekolah ini. Kepercayaan tersebut adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami.

Cucu-cucuku yang saya banggakan, kelulusan ini bukanlah garis akhir. Ini hanyalah satu pintu yang telah kalian lewati untuk memasuki perjalanan yang lebih panjang. Masih banyak tantangan, kesempatan, dan pengalaman yang menanti di jenjang pendidikan berikutnya.

Saya juga ingin mengingatkan para orang tua bahwa pendidikan adalah hak setiap anak. Karena itu, mari kita terus mendukung mereka untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin. Jangan biarkan keterbatasan semangat atau perhatian menjadi penghalang bagi masa depan mereka. Anak-anak kita berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas agar kelak dapat menjadi pribadi yang berguna bagi keluarga, masyarakat, Gereja, bangsa, dan negara.

Akhirnya, selamat kepada seluruh lulusan Angkatan ke-72. Ke mana pun kalian melangkah setelah hari ini, bawalah nama baik keluarga dan almamater. Jadilah pribadi yang rendah hati ketika berhasil, kuat ketika menghadapi kesulitan, dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebaikan yang telah kalian pelajari selama di SMPSK Kotagoa Boawae.

Selamat menempuh perjalanan baru. Tuhan memberkati setiap langkah kalian.

Kotagoa, 2026

 

 

  • Penulis: Redaksi Mataleza
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 270
    • 4Komentar

    PERMEN edisi Rabu Paskah ke-5 – 06 MEI 2026 – Perjuangan Pengusaha Anggur Inspirasi: Kis 15:1-6 ; Yohanes 15:1-8 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Penghiburan iman yang mandraguna kita terima dari Yesus sendiri ketika Yesus menggambarkan cinta segitiga antara Manusia, Yesus, dan Bapa-Nya. Allah Bapa digambarkan sebagai pengusaha anggur, Yesus adalah pohon anggur, […]

  • Prihartini

    Prihartini

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Alvianus Tay
    • visibility 341
    • 2Komentar

    Kunang-kunang beterbangan kian kemari, sesekali hinggap di meja makan tua dari kayu mahoni, sesekali mendarat di kepala Prihartini yang tengah tenggelam dalam lamunan. Kesedihan terukir jelas pada wajah mudanya. Matanya merah, serupa tumpahan air sirih pinang di pelataran teras. Tak ada hujan air mata, hanya perih yang melumat habis kesadarannya. Ia seolah meluruh, tak berdaya […]

  • Ketika “Gamers” Bertemu “Boomers”: Akomodasi Komunikasi yang Retak di Era Digital

    Ketika “Gamers” Bertemu “Boomers”: Akomodasi Komunikasi yang Retak di Era Digital

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Emanuel Boli Manuk
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Oleh: Emanuel Boli Manuk, Mahasiswa IFTK Ledalero Dunia terasa semakin sempit, tetapi justru semakin keras. Dalam satu hari, kita bisa menyaksikan seorang cucu di Jakarta berdebat sengit dengan kakeknya di Surabaya tentang harga cabai, lalu sejam kemudian melihat seorang aktivis lingkungan dan eksekutif perusahaan tambang saling serang di kolom komentar Instagram. Yang menarik, tak jarang […]

  • Ruang Rasa: Ketika Harus Kuat di Tengah Ketidakadilan

    Ruang Rasa: Ketika Harus Kuat di Tengah Ketidakadilan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Terkadang, luka yang paling dalam justru datang dari orang-orang yang paling dekat dengan kita. Dari rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman, kadang muncul perlakuan yang membuat seseorang merasa tidak dihargai atau dianggap berbeda. Beberapa waktu lalu, saya menerima sebuah komentar di salah satu tulisan yang […]

  • MAXI SENO: SEORANG IMAM SVD YANG JUJUR, TULUS DAN PENUH TELADAN

    MAXI SENO: SEORANG IMAM SVD YANG JUJUR, TULUS DAN PENUH TELADAN

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Aurelio Morghan
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Oleh: Aurelio Morghan, SVD TUAN MAXI DI MATA SAYA Entah kenapa semalam saya tak bisa tidur. Bolak-balik, tutup mata tapi tetap tak bisa nyenyak. Saya sedikit gelisah. Tapi saya pikir ini efek karena saya bekerja lama di depan komputer. Ternyata Sabtu pagi waktu saya bangun, pesan dari beberapa umat Waibalun membuat saya harus menangis di […]

  • EKSISTENSI BUDAYA dan PERSOALAN DALAM DUNIA KONTEMPORER

    EKSISTENSI BUDAYA dan PERSOALAN DALAM DUNIA KONTEMPORER

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Yohanes Jawang
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Budaya merupakan bagian dari aspek kehidupan manusia yang tidak terpisahkan. Budaya juga merupakan bagian dari kreativitas akal budi manusia, yang dijaga terus-menerus, dan bahkan diperbarui seiring berjalannya waktu.  Budaya menjadi suatu aspek yang sangat penting dan bahkan mendapat tempat yang sangat penting. Oleh karena itu, budaya tanpa manusia adalah mustahil, sebaliknya manusia tanpa budaya akan […]

expand_less