Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN: Roh Kudus: Kubur Niatan Kabur, Renungan Harian Katolik Edisi 12 Mei 2026

  • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 317
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERMEN edisi Selasa Paskah ke-6 –

12 Mei 2026 –

Roh Kudus: Kubur Niatan Kabur

Inspirasi: Kis 16:22-34, Yoh 16:5-11

Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan.

Kali ini Paulus dan Silas menunjukkan kualitas sebagai orang beriman dan pengikut Kristus. Keduanya di penjara tetapi hati mereka selalu merdeka dalam memuji dan memuliakan Tuhan. Anggota tubuh mereka boleh di pasung tetapi tidak dengan iman mereka kepada Kristus. Keduanya penuh dengan Roh Kudus, sehingga tidak ada hal duniawi yang dapat membelenggu mereka.

Di dalam penjara sekali pun, Roh Penghibur seperti yang dijanjikan Yesus dalam Injil Yohanes pun nampak: “Dan kalau Roh Penghibur itu datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman.

Hal yang paling membangkitkan decak kagum yang suci dari kisah keduanya ini bahwa meskipun mereka punya kesempatan untuk kabur dari penjara, tetapi mereka tidak memilih untuk kabur. Mereka mengubur niatan untuk kabur. Padahal, mereka memiliki intuisi orang yang penuh Roh Kudus. Kalau mereka kabur, maka itu bagian dari menggali kubur untuk kepala penjara. Kepala penjara, ketika tahu bahwa penjara porak-poranda, dia berpikir bahwa dua tahanan ‘istimewa’ ini sudah kabur. Makanya dia hendak menghunuskan pedangnya hendak membunuh diri. Syukur dua Rasul ini menguburkan niatan kabur, kalau tidak, kepala penjara sudah di kubur.

Paulus dan Silas menyelamatkan nyawa sang Kepala penjara. Lagi dan lagi, kedua Rasul yang penuh Roh Penghibur ini malah membawa keselamatan yang jauh lebih mendalam bagi keluarganya dengan membaptis mereka dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus.

Dari kisah Paulus dan Silas dan dari Injil suci hari ini, semoga penikmat permen dapat menarik makna spiritualitas untuk bertahan dalam situasi yang tidak nyaman. Ternyata, situasi yang tidak nyaman itu bagian dari cara Tuhan untuk menyelamatkan kita, membuat hidup kita menjadi berkat dan membawa selamat bagi orang lain. Sehingga, teologi Katolik yang kuat mesti kita imani ialah tidak ada kemuliaan tanpa Salib.

Cara Tuhan ini akan bisa kita pahami, cara Tuhan ini akan berbuah selamat apabila kita tetap berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah bahkan doa dan pujian itu sampai didengar oleh orang lain. Bukankah itu yang dibuat Paulus dan Silas. Kelihatannya simple, tetapi tidak semua orang bisa melakukannya dan menghayatinya.

Semoga penikmat permen ketika ada masalah dan berada di dalam situasi tidak nyaman, kita tidak memilih hal senang dan nikmat, tetapi justru memilih hal tenang nan hikmat. Semoga kita tidak memilih cerita ke “salah orang” tetapi sebaiknya cerita ke Tuhan dan Bunda Maria. Semoga kita tidak kabur ke hal dosa tetapi justru semakin berdoa.

Nah, agar penikmat permen bisa sampai di level “bertahan dalam ketidak-nyaman-an”, maka kita tidak bisa hanya andalkan kekuatan manusiawi semata. Ini mesti ada “jalur langit-NYA”, yah kekuatan Roh Kudus. Ternyata, bertahan untuk ada di dalam situasi tidak nyaman, tidak melulu tidak baik. ‘Paulus mentality’ bisa mungkin dan hanya mungkin jika kita mendapat kekuatan Roh Kudus, kekuatan Ilahi. Kalau hanya andalkan jabatan, prestise, prestasi, apalagi kalau hanya andalkan “healing sambil tek-tokan di tik-tok alias ‘ber-kicau mania’” maka lihatlah orang-orang sukses di mata dunia tetapi yang tidak mendalam hidupnya; pandanglah orang-orang kaya di mata dunia yang tidak menginspirasi dalam kebaikan, sehingga miskin di hadapan Tuhan.

Saya ambil contoh, suami-istri yang tidak bertahan dalam situasi yang tidak menyenangkan biasanya memilih untuk “kabur” dari satu sama lain. Survey membuktikan, orang-orang yang kabur ini malah “mengubur” banyak hal termasuk mengubur masa depan anak-anaknya, mengubur harapan untuk kembali lagi. Anehnya, orang-orang demikian, setelah kabur dari ke-tidaknyaman-an bukan malah menguburkan diri dalam iman, harapan dan kasih, eh malah bersensasi mencari validasi, kacaunya lagi itu semua tidak lahir dari Roh Kudus yang menginspirasi. (mof)

Rm. Laurensius Feto, Pr / Master Oyen Feto- Imam Keuskupan Agung Ende, Sedang berkuliah di Binus University, Jakarta. Motto panggilan imamat: Berjalan Sambil Berbuat Baik.

  • Penulis: Rm Laurensius Feto, Pr
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (1)

  • Hyasinta Mi

    Terima kasih renungan hari ini telah menguatkan saya dalam menghadapi segala masalah baik dilingkungan keluarga,sekolah maupun masyarakat harus dihadapi dengan hati yang tenang karena Roh Kudus merupakan sumber kekuatan sejati.Kehadiran Roh Kudus membuat saya sadar bahwa lari dari masalah tidak akan menemukan suatu penyelesaian.Sesuai dengan tema renungan hari in tentang Kubur Niatan Kabur dan biarkan Roh Kudus memimpin langkah saya untuk melakukan kehendak Bapa.Marilah kita hidup menabur dalam Roh.

    Balas13 Mei 2026 11:41 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Malam itu, 26 April 2026,  Lapangan Mardiwiyata Ndao, Ende, bukan sekadar arena pertandingan. Ia menjelma menjadi panggung drama, tempat keringat, harapan, dan harga diri dipertaruhkan hingga detik terakhir. Lampu-lampu menyinari lapangan dengan terang, tetapi sesungguhnya yang lebih menyala adalah semangat para pemain yang enggan pulang tanpa kemenangan. Di tengah riuh penonton yang tak henti bersorak, […]

  • Sudut Pandang: Kegelisahan Manusia dalam Film Pesta Babi: Sebuah Tinjauan Interaksionisme Simbolik

    Sudut Pandang: Kegelisahan Manusia dalam Film Pesta Babi: Sebuah Tinjauan Interaksionisme Simbolik

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Rommy Makyn
    • visibility 224
    • 0Komentar

    (Rommy Makyn adalah seorang Frater tingkat 3 di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, keuskupan Larantuka dan mahasiswa prodi Ilmu Filsafat semester 6 di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero-Maumere) Film pada satu sisi berfungsi sebagai media hiburan, dan pada sisi lain sebagai medium refleksi dengan cara sunyi untuk berbicara atas realitas kehidupan manusia dalam […]

  • MONIKA DI UJUNG NASIB

    MONIKA DI UJUNG NASIB

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Ando Sola
    • visibility 435
    • 2Komentar

    “Semua mereka melihatku seperti selembar rupiah yang bisa ditukar dengan kehormatan” Pada simpang tiga ujung desa Watu Ngadha, sekelompok anak kompleks duduk lingkar memainkan gitar tua. Mereka menyayikan lagu-lagu nostalgia, sambil menepuk dada dan mengerutkan dahinya. Mereka tenggelam pada setiap syair yang dinyanyikan. Aku tahu mereka sedang bernostalgia dengan masa lalunya. Terdengar beberapa lagu yang […]

  • Kenapa Anak Muda Malas Jadi Petani, Padahal Peluang Dunia Pertanian Menjanjikan?

    Kenapa Anak Muda Malas Jadi Petani, Padahal Peluang Dunia Pertanian Menjanjikan?

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Kasianus Sebho
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Di banyak daerah di Indonesia, terdapat satu fenomena yang sering dibicarakan tetapi jarang dipahami secara mendalam. Banyak petani yang berhasil membesarkan keluarga, membangun rumah, membeli lahan, hingga menyekolahkan anak-anak mereka sampai menjadi sarjana, pegawai negeri, pengusaha, guru, dokter, maupun profesi lainnya. Namun ketika anak-anak tersebut telah dewasa, tidak sedikit yang justru memilih meninggalkan sektor pertanian. […]

  • Sudut Pandang: Di Balik Manisnya Gula, Ada Bayang-bayang Kekuasaan

    Sudut Pandang: Di Balik Manisnya Gula, Ada Bayang-bayang Kekuasaan

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Irenius Arya Pandya Cetta
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Oleh: Irenius Arya Pandya Cetta Sri Sultan Hamengku Buwono VII dan Wajah Yogyakarta di Persimpangan Zaman   Ketika Yogyakarta Mulai Berubah Yogyakarta hari ini dikenal sebagai kota budaya, kota pelajar, dan salah satu pusat sejarah Jawa. Di balik keraton, jalan-jalan yang ramai, serta kehidupan masyarakat yang terus bergerak, tersimpan sebuah masa ketika kota ini berubah […]

  • Memelihara Hati di Tengah Arus Digital:  Pembacaan Teologis Kebijaksanaan Amsal 4:23 dan Psikologi Jonathan Haidt bagi Generasi Muda

    Memelihara Hati di Tengah Arus Digital: Pembacaan Teologis Kebijaksanaan Amsal 4:23 dan Psikologi Jonathan Haidt bagi Generasi Muda

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Jefrianus Temba
    • visibility 506
    • 0Komentar

    Jefrianus Temba, Frater OCD Dunia saat ini telah mengalami transformasi mendasar dalam cara manusia berinteraksi, berpikir, dan memaknai realitas. Bagi generasi Z dan Aplha, ekosistem digital bukan lagi sekadar alat bantu atau saluran komunikasi tambahan, melainkan lingkungan hidup utama tempat identitas dibentuk, relasi dijalin, dan makna kehidupan dicari. Kemudahan konektivitas yang ditawarkan oleh smartphone dan platform […]

expand_less