Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN: Tuhan dan Remote Control Renungan Harian Katolik 9 Mei 2026

  • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 412
  • comment 8 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERMEN edisi Sabtu Paskah ke-5 –

09 MEI 2026 –

Tuhan dan Remote Control

Inspirasi: Kis 16:1-10 ; Yohanes 15:18-21

Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan.

Bacaan pertama menggambarkan Paulus yang di dalam benaknya penuh dengan idealisme dan gagasan-gagasan mengenai kerasulan dan perutusan. Mau ke Asia-lah, ke Bitinia-lah, pokoknya ide cemerlang dan itu sudah ada. Namun apa mau dikata, atas bisikan Roh Kudus, tanpa bimbang dilepaskan rencananya ke Asia dan Bitinia dan malah pergi ke Makedonia, seturut rencana Allah. Emang boleh serela itu? Dari pengalaman iman Paulus ini, semoga penikmat permen menangkap satu hal yakni kegigihan Paulus dalam meneladani Kristus yang mau tetap menjadi hamba dari Bapa yang mengutusnya.

Penginjil Yohanes dan Yesus ingin kita renungkan pada hari ini dan hari hari ke depan bahwa kita hidup di dunia, tetapi kita bukan milik dunia. Kita ini adalah milik Tuhan. Sehingga hidup dan mati kita ada di tangan Tuhan. Tuhanlah yang berkuasa atas hidup kita. Namun, Tuhan kita tidak otoriter. Sekalipun Tuhan berkuasa atas hidup kita, Tuhan tetap menganugerahkan kehendak bebas kepada manusia ciptaan-Nya. Kehendak bebas inilah yang menjadi cikal bakal segala seluk-beluk kehidupan. Tuhan menjadikan kita manusia yang bebas. Tuhan tidak menciptakan robot “manusia” yang kalau Tuhan mau, Tuhan cuma tekan remote control. Tidak semudah itu Ferguso. Tuhan kita sungguh baik hati, sungguh murah hati, yang menghendaki manusia ciptaan-Nya bertumbuh bebas tanpa kekangan remote control. Segala kebaikan dan rencana Tuhan adalah tawaran bagi manusia yang ingin hidupnya selamat. Tuhan tidak pernah memaksa orang untuk jadi ini ataupun jadi itu. Kalau menawarkan sih, iya. Kalau yang memaksa Tuhan untuk jadi versi terbaik seturut manusia, itu banyak. Namun, Tuhan punya hak dan kewajiban untuk menuntun umat-Nya. Prinsip-Nya, keselamatan itu tawaran.

Salah satu karakter manusia yang menyadari diri bahwa dia adalah milik Tuhan ialah seperti yang ditunjukkan oleh Paulus. Paulus menyadari idenya itu emas kemilau, tetapi rencana Tuhan itu berlian cemerlang. Paulus sadar dengan sungguh, dia dapat membuat rencana, tetapi janganlah menentang rencana Tuhan atas diri kita. Paulus punya jalan hidup sendiri, tetapi dia tidak harus meninggalkan jalan Tuhan. Tuhan punya rencana menghadirkan anak, Tuhan juga punya rencana memanggil pulang anak itu ke pangkuan-Nya. Paulus memberi pelajaran yang amat berharga tentang ego bahwa hidup kita di tangan Tuhan. Kita dapat saja membuat rencana, namun janganlah menentang rencana Tuhan. Kalau kita punya rencana, diskusikan dengan Tuhan, agar rencana kita masih berada di atas rel kehendak Ilahi. Berdoa dan mendengarkan Firman Tuhan adalah seni mendiskusikan rencana. Semoga kita senantiasa menyesuaikan jadwal kita dengan jadwal Tuhan. Jangan kita buat jadwal untuk Tuhan. Manusia sering tidak menyadari dosa mengatur Tuhan. Manusia ingin mengatur Tuhan sekehendak hasrat manusiawinya.

Yesus menggambarkan dunia yang keras dengan lika-liku-nya, dengan tuntutannya, dan seluk-beluk kejahatannya. Peziarah yang mudah amnesia alias lupa diri adalah fatal bagi perjalanan iman. Bila kita tetap ingat bahwa kita adalah milik Tuhan maka kita akan hidup dalam Tuhan dan mati pun dalam Tuhan.

Hidup kita dalam genggaman tangan-Nya. Selama berziarah di bumi ini, carilah kehendak Tuhan. Sehingga kelak, kita tidak kaget kalau Tuhan menghendaki kita untuk “dideportasi” dari dunia ini. Belajarlah dari prinsip hidup meng-Gereja bahwa Gereja tidak mau diikat oleh dunia, tetapi juga tidak mau dibuang dari dunia. Namun gereja akan selalu berjalan bersama Tuhan di dunia kini dan di akhirat nanti. (mof)

Rm. Laurensius Feto, Pr / Master Oyen Feto- Imam Keuskupan Agung Ende, Sedang berkuliah di Binus University, Jakarta. Motto panggilan imamat: Berjalan Sambil Berbuat Baik.

  • Penulis: Rm Laurensius Feto, Pr
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (8)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Patuh Kepada Patah dan Kita yang Selalu Tumbuh Setelahnya

    Patuh Kepada Patah dan Kita yang Selalu Tumbuh Setelahnya

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Selain sandaran, manusia butuh kutipan Hallo, teman-teman. Apa kabar? Harapan saya, semoga selalu dalam keadaan yang sehat, siap menjalani akhir pekan dan selalu setia dalam menikmati perkara-perkara hidup yang dialami. Saya pun punya harapan lain yakni, semoga teman-teman setia membaca tulisan sederhana ini sampai akhir. Ya, jangan buru-buru tinggalkan tulisan saya sebelum ada jejak yang […]

  • Sudut Pandang: Ada yang Ganjil dengan Cara Kita Memperlakukan Perempuan

    Sudut Pandang: Ada yang Ganjil dengan Cara Kita Memperlakukan Perempuan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Helena Lose Beraf
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Ketika seorang bayi perempuan lahir, kalimat pertama yang paling sering terdengar bukan “Semoga ia tumbuh berani.” Bukan pula, “Semoga ia menjadi manusia yang bijaksana.” Yang keluar justru, “Cantik sekali .” Lalu waktu berjalan, dan masyarakat melanjutkan pelajarannya. Perempuan cenderung diajari memakai bedak sebelum diajari berdebat, diajari bagaimana cara duduk anggun sebelum diajari menyampaikan pendapat. Diajari […]

  • Sudut Pandang: 𝗔𝗞𝗨 𝗕𝗘𝗕𝗢

    Sudut Pandang: 𝗔𝗞𝗨 𝗕𝗘𝗕𝗢

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Selo Lamatapo
    • visibility 229
    • 0Komentar

    1/ Hari Rabu. Detukeli berkabut dan dingin. Angin bergerak lambat. Jarum jam dinding di ruang makan bergerak menuju pukul 07.30 pagi. Saya sedang meneguk segelas susu di ruang makan ketika pintu depan diketuk dan disusul teriakan ‘selamat pagi.’ Dari dalam ruangan itu, saya membalas ‘halo’, lalu melangkah mendekati pintu. “𝘌𝘮𝘢 𝘛𝘶𝘢 (Pater), selamat pagi.” Mama […]

  • PESTA INTAN, PORSENI, dan KERJA yang TAK SELALU TERLIHAT

    PESTA INTAN, PORSENI, dan KERJA yang TAK SELALU TERLIHAT

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Pesta Intan 75 Tahun SMPSK Kotagoa Boawae. 1 Agustus 1951 – 1 Agustus 2026 Ada peristiwa yang datang setiap tahun. Ada pula peristiwa yang hanya sekali diberi kesempatan untuk dirayakan dalam perjalanan sebuah lembaga. Pesta Intan 75 tahun SMPSK Kotagoa Boawae adalah salah satunya. Ia bukan sekadar sebuah tanggal yang dicetak dalam kalender. Ia adalah […]

  • Sudut Pandang: Orang Papua, Mari Banyak Membaca

    Sudut Pandang: Orang Papua, Mari Banyak Membaca

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Maiton Gurik
    • visibility 261
    • 2Komentar

    Oleh: Maiton Gurik, Pegiat Literasi Papua (Sebelum lanjut membaca, mari berbagi di sini: https://saweria.co/pondokbacamataleza20 ) Orang Papua tidak membaca buku, berarti kita membiarkan diri kita hanya berjalan dengan satu kaki. Kita hanya mengandalkan pengetahuan yang terbatas, sementara orang lain berjalan sudah sepuluh langkah dengan pengetahuan yang luas, mendalam, dan lengkap. Membaca buku berarti menemukan ide […]

  • PERMEN: Roh Kudus: Bawa Pengetahuan Buka Pintu Komunikasi, Edisi Hari Raya Pentakosta

    PERMEN: Roh Kudus: Bawa Pengetahuan Buka Pintu Komunikasi, Edisi Hari Raya Pentakosta

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Inspirasi: Kis 2:1-11 /// Yoh 20:19-23 Kita buka renungan di Hari Raya ini dengan pantun: Maksud hati mengunjungi Om Strom, apa daya bertemu Veronika. ROH KUDUS menjadikan kita Strong. Di tengah situasi sedih dan terluka. Ketika Roh Kudus turun atas para Rasul, saat itu Gereja lahir. Gereja yang penuh dengan daya Roh Kudus, membuat Gereja […]

expand_less