Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ini Puisi Apa? Toko Kecantikan dan Puisi-Puisi Lainnya

  • account_circle Fian N
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 147
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ini puisi apa? 

ibu bangun tidur. bapak ke sawah.

adik menangis cari bapak. saya cari batang pisang.

pagi, selalu sibuk di setiap detik kami. ada rindu-dendam yang tak tuntas

pada bunga mimpi.

rumah yang lain, ayam-ayam berebut makanan.

adik ikut tertawa. saya sibuk mengeja suara babi kelaparan.

lalu, lewatlah segerombolan masa lalu di kepala saya.

tentang seorang manusia yang dimakan babi hutan dan rusa

pada sebuah pondok tua. kisah itu terus melegenda.

manusia itu adalah seorang perempuan.

terjadilah di sana pesta adat, musim berburu.

semua ke  hutan. semua ke masa lalu. semua mengeja luka.

babi sudah diam. saya istirahat.  hari sudah siang. adik diam saja.

ini puisi apa?

saya pergi ke hatimu lalu berburu kenangan

yang kelak akan jadi legenda dan

dongeng tidur pada anak-anak puisi kita.

Boawae, 2020

toko kecantikan

saya tidak akan pernah membawamu ke salon dan

tempat-tempat kecantikan lainnya. saya tidak mau dirimu

terlalu cantik dari luar. seperti kebanyakan orang-orang masa kini.

saya akan membawamu ke toko buku, agar kau

menemukan kata-kata yang bertebaran pada halaman-halaman

buku biar kau lebih cantik dari dalam.

jujur, itu saya akan jatuh cinta berkali-kali padamu.

Maumere, 2019

sebuah ajakkan 

kau mengajak saya pergi melihat masa lalu yang telah lama

kita kubur pada sebuah malam. lalu, kau menunjukkan

pada saya sebuah catatan harian yang pernah

kau tulis di langit. ada memar yang tak wajar.

saya ingin bertanya pada saat itu tapi kau cepat-cepat

melarang saya dan berkata, “aku mengajakmu ke sini

bukan untuk mendengar pertanyaanmu.”

Maumere, 2019

Fian N, suka menulis puisi dan kamu yang baca dan yang juga tidak membaca puisi ini.

  • Penulis: Fian N
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (2)

  • Hyasinta Mi

    1. Terima kasih sudah membagi tulisan yang
    Sangat bermanfat.
    2. Saya suka sudut pandang yang diambil
    dan bahasannya sangat menarik
    3. Penjelasannya sangat jelas dan mudah
    dipahami
    4.Sangat inspiratif saya mendapat ide baru
    Setelah membaca puisi ini dan tetap
    Semangat dalam menulis karya-karya
    Selanjut dan sukses selalu.

    Balas3 Mei 2026 12:22 pm
    • Mataleza

      Bu guru, terima kasih banyak. SSemoga tulisan tulisan di portal ini memberikan banyak hal baik.

      Balas5 Mei 2026 10:52 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibu di Kota

    Ibu di Kota

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Jauh sebelum kepergian suaminya, ibu memilih pergi ke kota. Tinggalkan segala kenangan masa lalunya. Memilih kehidupan baru. Memilih suasana yang lain sama sekali. Mungkin bisa bertemu orang-orang baru yang tak dikenalnya. Orang-orang yang asalnya tak pernah ibu ketahui. Apakah ibu bisa menerima mereka semua? Apakah ibu tidak merasa asing di antara mereka yang datang? Sebelum […]

  • PERMEN: Kenaikan Yesus: Jaminan Bagi Gereja, Rumah Tangga dalam Mencapai Kemuliaan, Edisi Hari Raya Kenaikan Tuhan, 14 Mei 2026

    PERMEN: Kenaikan Yesus: Jaminan Bagi Gereja, Rumah Tangga dalam Mencapai Kemuliaan, Edisi Hari Raya Kenaikan Tuhan, 14 Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
    • visibility 156
    • 5Komentar

    PERMEN edisi Hari Raya Kenaikan Tuhan 14 Mei 2026 – Kenaikan Yesus: Jaminan bagi Gereja Rumah Tangga dalam Mencapai Kemuliaan Inspirasi: Kis 1:1-11, Ef 1:17-23, Matius 28:16-20 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Cerita-cerita tetang Yesus yang bangkit dari antara orang mati telah kita terima selama 40 hari. Yesus bangkit yang selanjutnya menampakkan diri, […]

  • PERMEN: Katanya Sama dengan Nyatanya

    PERMEN: Katanya Sama dengan Nyatanya

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 170
    • 3Komentar

    Permen edisi SENIN 5 PASKAH – 04 MEI 2026 – Katanya Sama Dengan Nyatanya Inspirasi: Kis 14:5-18 ; Yohanes 14:21-26 Penikmat permen yang berhikmat dalam Kristus. Mari pada hari ini kita mengalamatkan hati dan doa bagi para petugas pemadam kebakaran atas dedikasi mereka. Karena itu, hari ini dunia memberi perhatian khusus bagi mereka dengan merayakan […]

  • Memelihara Hati di Tengah Arus Digital:  Pembacaan Teologis Kebijaksanaan Amsal 4:23 dan Psikologi Jonathan Haidt bagi Generasi Muda

    Memelihara Hati di Tengah Arus Digital: Pembacaan Teologis Kebijaksanaan Amsal 4:23 dan Psikologi Jonathan Haidt bagi Generasi Muda

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Jefrianus Temba
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Jefrianus Temba, Frater OCD Dunia saat ini telah mengalami transformasi mendasar dalam cara manusia berinteraksi, berpikir, dan memaknai realitas. Bagi generasi Z dan Aplha, ekosistem digital bukan lagi sekadar alat bantu atau saluran komunikasi tambahan, melainkan lingkungan hidup utama tempat identitas dibentuk, relasi dijalin, dan makna kehidupan dicari. Kemudahan konektivitas yang ditawarkan oleh smartphone dan platform […]

  • Puisi-puisi Harsandi Pratama Putra

    Puisi-puisi Harsandi Pratama Putra

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Harsandi Pratama Putra
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Kepada Rindu Bernama Kenangan Gigilnya rindu malam ini adalah dingin yang paling menusuk Hujan kenangan datang, membasahi sela-sela ingatan Setelah tak menemukan temu dan pelukan yang hangat Di dada yang sesak ini, setiap sepi datang mengunjungi tubuhku Aku mati-matian menenangkan nyerinya sendirian. 2026 Setiap Malam Kepalaku Penuh Kecamuk Oleh Peperangan Aku ingin reda Dari luka […]

  • Melihat Manusia Berbahagia Tanpa Kepala

    Melihat Manusia Berbahagia Tanpa Kepala

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 193
    • 2Komentar

    “Sekarang, kepalanya sudah pergi.” Apakah masuk akal jika manusia hidup bahagia tanpa kepala? Sebuah pertanyaan menohok yang tiba-tiba melonjak dari kepala ini ketika membaca sebuah judul novel, Cara Berbahagia Tanpa Kepala (selanjutnya: CBTK). Ini adalah sesuatu yang absurd, yang hidup dalam imajinasi. Tetapi hal ini perlu dan menarik untuk ditelisik lebih jauh. “Sebentar lagi, Sempati […]

expand_less