Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ini Puisi Apa? Toko Kecantikan dan Puisi-Puisi Lainnya

  • account_circle Fian N
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 259
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ini puisi apa?Β 

ibu bangun tidur. bapak ke sawah.

adik menangis cari bapak. saya cari batang pisang.

pagi, selalu sibuk di setiap detik kami. ada rindu-dendam yang tak tuntas

pada bunga mimpi.

rumah yang lain, ayam-ayam berebut makanan.

adik ikut tertawa. saya sibuk mengeja suara babi kelaparan.

lalu, lewatlah segerombolan masa lalu di kepala saya.

tentang seorang manusia yang dimakan babi hutan dan rusa

pada sebuah pondok tua. kisah itu terus melegenda.

manusia itu adalah seorang perempuan.

terjadilah di sana pesta adat, musim berburu.

semua keΒ  hutan. semua ke masa lalu. semua mengeja luka.

babi sudah diam. saya istirahat.Β  hari sudah siang. adik diam saja.

ini puisi apa?

saya pergi ke hatimu lalu berburu kenangan

yang kelak akan jadi legenda dan

dongeng tidur pada anak-anak puisi kita.

Boawae, 2020

toko kecantikan

saya tidak akan pernah membawamu ke salon dan

tempat-tempat kecantikan lainnya. saya tidak mau dirimu

terlalu cantik dari luar. seperti kebanyakan orang-orang masa kini.

saya akan membawamu ke toko buku, agar kau

menemukan kata-kata yang bertebaran pada halaman-halaman

buku biar kau lebih cantik dari dalam.

jujur, itu saya akan jatuh cinta berkali-kali padamu.

Maumere, 2019

sebuah ajakkanΒ 

kau mengajak saya pergi melihat masa lalu yang telah lama

kita kubur pada sebuah malam. lalu, kau menunjukkan

pada saya sebuah catatan harian yang pernah

kau tulis di langit. ada memar yang tak wajar.

saya ingin bertanya pada saat itu tapi kau cepat-cepat

melarang saya dan berkata, β€œaku mengajakmu ke sini

bukan untuk mendengar pertanyaanmu.”

Maumere, 2019

Fian N, suka menulis puisi dan kamu yang baca dan yang juga tidak membaca puisi ini.

  • Penulis: Fian N
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (2)

  • Hyasinta Mi

    1. Terima kasih sudah membagi tulisan yang
    Sangat bermanfat.
    2. Saya suka sudut pandang yang diambil
    dan bahasannya sangat menarik
    3. Penjelasannya sangat jelas dan mudah
    dipahami
    4.Sangat inspiratif saya mendapat ide baru
    Setelah membaca puisi ini dan tetap
    Semangat dalam menulis karya-karya
    Selanjut dan sukses selalu.

    Balas3 Mei 2026 12:22 pm
    • Mataleza

      Bu guru, terima kasih banyak. SSemoga tulisan tulisan di portal ini memberikan banyak hal baik.

      Balas5 Mei 2026 10:52 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenapa Anak Muda Malas Jadi Petani, Padahal Peluang Dunia Pertanian Menjanjikan?

    Kenapa Anak Muda Malas Jadi Petani, Padahal Peluang Dunia Pertanian Menjanjikan?

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Kasianus Sebho
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Di banyak daerah di Indonesia, terdapat satu fenomena yang sering dibicarakan tetapi jarang dipahami secara mendalam. Banyak petani yang berhasil membesarkan keluarga, membangun rumah, membeli lahan, hingga menyekolahkan anak-anak mereka sampai menjadi sarjana, pegawai negeri, pengusaha, guru, dokter, maupun profesi lainnya. Namun ketika anak-anak tersebut telah dewasa, tidak sedikit yang justru memilih meninggalkan sektor pertanian. […]

  • Paskah, Masakan Mama, dan Puisi-puisi Lainnya

    Paskah, Masakan Mama, dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Maxi L. Sawung
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Redup Aku akhirnya memilih agar tu(h)an ataupun siapa saja tidak merenggut luka milikku. Beberapa tangan datang mengetuk, beberapa tangan mencoba memeluk tapi tetap aku tutup pintu makam batu itu. Kau pernah sekali atau bahkan berkali-kali dengan buru-buru berlari agar lekas sampai ketika datang melayat lukaku. Sekadar menanyakan perihal masa penyembuhan atau bagaimana dengan bekas luka-luka […]

  • Sudut Pandang: Penjaga Garis Nol Bumi: Jiwa Abadi Garis Mentari

    Sudut Pandang: Penjaga Garis Nol Bumi: Jiwa Abadi Garis Mentari

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Mercy Eunike Grahyesta Beslar
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Oleh: Mercy Eunike Grahyesta Beslar Menatap Titik Nol: Jejak Ekuator di Bumi Siantan Kota Pontianak berdiri tegak di atas hamparan geografis yang amat istimewa dalam peta dunia. Di wilayah Siantan, Pontianak Utara, terbentang garis imajiner bumi bernilai nol derajat (0Β°00’00” Latitude) yang membelah belahan bumi utara dan belahan bumi selatan secara sempurna. Di titik inilah […]

  • Puisi-Puisi Hyan Godho

    Puisi-Puisi Hyan Godho

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Hyand Godho
    • visibility 281
    • 0Komentar

    TUA JOSE [P. Yosef Wiese, SVD]   Opa Kumi kasi Tua Jose kuda besar Waktu ia datang ke Boanio Jauh-jauh dari Negeri Kincir Angin.   Nenek Tera kaget (istrinya Opa Kumi). β€œOrang Belanda, bukannya pegang senjata?” β€œLalu curi kami pu rempah-rempah di ladang?”. β€œJuga Jagung, juga padi dan kelapa” tambahnya.   Tua Jose diam saja […]

  • Saat AI Ikut Makan Bersama:  Apakah Kebersamaan Kita Akan Terhitung?

    Saat AI Ikut Makan Bersama: Apakah Kebersamaan Kita Akan Terhitung?

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Jefrianus Temba
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Jefrianus Temba (Mahasiswa Teologi-Wedabhakti-Sanata Dharma) Pendahuluan Meja makan bukan sekadar tempat untuk menyantap makanan. Dalam banyak budaya, meja makan sering diartikan sebagai ruang yang paling istimewa, tempat di mana keluarga berbagi cerita satu dengan yang lain. Tradisi makan bersama sudah berlangsung ribuan tahun sebagai perekat atau pelekat hubungan. Namun belakangan ada semacam Β perubahan yang kelihatanya […]

  • Sudut Pandang: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Bagi Remaja

    Sudut Pandang: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Bagi Remaja

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Katarina Sindona Tanis
    • visibility 126
    • 2Komentar

    Oleh: Katarina Sindona Tanis Program Studi: Keperawatan Menurut saya kesehatan mental itu bukanlah suatu kemewahan, tetapi kesehatan mental adalah fondasi dari segala aspek kehidupan, termasuk belajar, berteman, bahkan untuk bertahan hidup. Bagi remaja kesehatan mental yang baik itu bukan berarti “tidak sakit jiwa” tetapi mampu mengelola emosi, membangun hubungan yang lebih sehat, dan menghadapi stres. […]

expand_less