Breaking News
light_mode
Trending Tags

333 Calon Siswa Baru Resmi Ikuti MPLS Ramah Anak, Kepala SMPSK Kotagoa Boawae: “Kalian adalah Angkatan Bersejarah”

  • account_circle Redaksi Mataleza
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Boawae, 14 Juli 2026 โ€“ Sebanyak 333 calon peserta didik baru resmi mengikuti Apel Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMPSK Kotagoa Boawae, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momen istimewa karena para peserta didik baru merupakan Angkatan ke-75, bertepatan dengan perayaan Pesta Intan (75 Tahun) SMPSK Kotagoa Boawae yang akan diperingati pada 1 Agustus 2026.

Apel pembukaan diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik baru, siswa kelas VIII dan IX, dewan guru, hingga tenaga kependidikan. Dalam sambutannya, Kepala SMPSK Kotagoa Boawae mengajak seluruh warga sekolah untuk mensyukuri penyertaan Tuhan atas dimulainya perjalanan baru di tahun pelajaran 2026/2027.

“Puji dan syukur patut kita haturkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat dan penyelenggaraan-Nya kita dapat berkumpul kembali sebagai satu keluarga besar di Kotagoa, rumah untuk semua,” ungkapnya.

Ia secara khusus menyampaikan ucapan selamat datang kepada para peserta didik baru yang akan memulai perjalanan mereka di bangku SMP, sekaligus menyambut kembali siswa kelas VIII dan IX yang telah menyelesaikan masa liburan.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menegaskan bahwa Angkatan ke-75 memiliki makna historis tersendiri.

“Anak-anak Angkatan 75 adalah angkatan yang sangat beruntung. Kalian memilih berada di sekolah ini pada tahun yang tepat, saat sekolah merayakan usia 75 tahun. Ini adalah sejarah yang akan selalu kalian bawa. Kelak, kalian dapat dengan bangga mengatakan bahwa kalian adalah bagian dari Angkatan Pesta Intan SMPSK Kotagoa Boawae,” ujarnya di hadapan ratusan peserta didik baru.

Ia juga mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap SMPSK Kotagoa Boawae. Menurutnya, jumlah peserta didik baru yang mencapai 333 orang merupakan bukti bahwa sekolah terus mendapat tempat di hati masyarakat.

“Kalian tidak salah memilih sekolah. Saya ulangi, kalian tidak salah. Ini adalah pilihan yang tepat,” katanya yang disambut tepuk tangan para peserta didik.

Selain memberikan motivasi kepada peserta didik baru, Kepala Sekolah juga mengingatkan siswa kelas VIII dan IX untuk menjadi teladan selama proses MPLS berlangsung. Ia berharap para siswa senior mampu membantu, membimbing, dan melindungi adik-adik kelasnya sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh peserta didik untuk tidak menyembunyikan potensi yang dimiliki. Menurutnya, sekolah menyediakan ruang bagi setiap siswa untuk berkembang sesuai bakat dan minatnya.

“Kalau kalian pemain sepak bola yang hebat, tunjukkan. Kalau kalian penyanyi, pelukis, penari, pesilat, atau memiliki kemampuan lain, sampaikan kepada sekolah. Di sini semua memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi yang terbaik,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa SMPSK Kotagoa Boawae adalah tempat bagi mereka yang berani bermimpi, berani belajar, dan berani menunjukkan kemampuan.

“Selamat datang di sekolahnya para juara. Selamat datang di tempat di mana setiap orang harus berproses, bersaing secara sehat, dan berjuang menjadi versi terbaik dari dirinya,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Kepala Sekolah kembali mengingatkan pentingnya membangun budaya sekolah yang berkarakter melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana. Ia mengajak seluruh warga sekolah membiasakan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) serta memperkuat karakter dengan membiasakan mengucapkan kata “tolong”, “maaf”, “terima kasih”, dan “permisi” dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita mulai dari hal-hal sederhana. Sapalah guru dengan hormat, hargailah teman, lindungi yang lebih lemah, dan jadilah pribadi yang berkarakter. Sekolah yang hebat dibangun bukan hanya oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh sikap dan budaya yang baik,” tutupnya.

Melalui MPLS Ramah Anak Tahun Pelajaran 2026/2027 ini, SMPSK Kotagoa Boawae berharap seluruh peserta didik baru mampu mengenal lingkungan sekolah secara menyenangkan, membangun relasi yang positif dengan seluruh warga sekolah, serta menumbuhkan semangat belajar sebagai bagian dari keluarga besar Kotagoa, Rumah untuk Semua. Angkatan ke-75 diharapkan menjadi generasi yang tidak hanya mengukir prestasi, tetapi juga meneruskan sejarah panjang sekolah yang telah mengabdi selama tujuh puluh lima tahun bagi dunia pendidikan di Kabupaten Nagekeo.

  • Penulis: Redaksi Mataleza
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Rumah Tuhan, Rindu yang Kupelajari dari Rumah dan Puisi-puisi Lainnya

    Di Rumah Tuhan, Rindu yang Kupelajari dari Rumah dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Filemon Pandu Wimastha
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Di Rumah Tuhan Hujan pun turun, lalu aku berteduh di rumah-Nya. Kutatap langit, reda, lalu kupamit pulang. Namun hujan kembali mengguyur, seolah Dia hendakย  berkata: โ€Jangan pulang dulu, Aku masih rindu.โ€ Aku singgah di perhentian terakhir,ย  dan di sana pun, Dia menyambut. Dengan lembut, tanpa suara, tapi hangat seperti peluk yang tak terlihat. Mungkin memang […]

  • Puisi-puisi Tuhan dan Puan sedang Online, Tak Semua Harus Tentang Kita, Tentang Jalan

    Puisi-puisi Tuhan dan Puan sedang Online, Tak Semua Harus Tentang Kita, Tentang Jalan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Filemon Pandu Wimastha
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Tuhan dan Puan Sedang Online Kucumbui minggu dijantung rindu Ada sehelai cemburu yang gugur Di dinding yang tak bercentang biru hanya dua garis abu-abu yang muram yang begitu setia menunggu di bukit setia.   Aku tahu, Mungkin kau sedang memulung harimu Dalam kesibukan Hingga serentetan pesanku kau abaikan. Minggu yang kucumbui kali ini begitu rapuh, […]

  • SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    SMPSK Kotagoa Boawae Pertahankan Piala Bergilir Kategori Futsal Setelah Kalahkan SMP St. Theresia Kupang di Turnamen SMATER NDAO CUP IV

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Malam itu, 26 April 2026,ย  Lapangan Mardiwiyata Ndao, Ende, bukan sekadar arena pertandingan. Ia menjelma menjadi panggung drama, tempat keringat, harapan, dan harga diri dipertaruhkan hingga detik terakhir. Lampu-lampu menyinari lapangan dengan terang, tetapi sesungguhnya yang lebih menyala adalah semangat para pemain yang enggan pulang tanpa kemenangan. Di tengah riuh penonton yang tak henti bersorak, […]

  • Buah dari Jalan Panjang Sebuah Proses

    Buah dari Jalan Panjang Sebuah Proses

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Perjalanan SMPSK Kotagoa Boawae dalam mengikuti Turnamen SMATER NDAO CUP merupakan bagian dari proses pembinaan yang panjang, terencana, dan berkesinambungan. Keikutsertaan dalam ajang ini tidak semata-mata dimaknai sebagai upaya untuk meraih kemenangan dalam waktu singkat, melainkan sebagai sarana strategis dalam mengembangkan potensi peserta didik secara utuh, baik dari aspek keterampilan, karakter, maupun mentalitas bertanding. Sekolah […]

  • Ruang Rasa: Jomlo Bukan Aib, yang Aib Itu Memaksa Semua Orang Hidup dengan Cara yang Sama

    Ruang Rasa: Jomlo Bukan Aib, yang Aib Itu Memaksa Semua Orang Hidup dengan Cara yang Sama

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 155
    • 3Komentar

    Ada satu pertanyaan yang diam-diam sering berkeliaran di kepala saya. Mengapa menjadi jomlo terasa seperti sedang memikul dosa yang tidak pernah dilakukan? Entah sejak kapan masyarakat menyepakati sebuah aturan tak tertulis bahwa seseorang dianggap “terlambat” ketika belum memiliki pasangan. Setiap pesta keluarga berubah menjadi ruang interogasi. Setiap reuni terasa seperti sidang terbuka. Bahkan, senyum yang […]

  • Dr. Made Supriatma: Matinya Altruisme? Serangan Terhadap Film Dokumenter Pesta Babi

    Dr. Made Supriatma: Matinya Altruisme? Serangan Terhadap Film Dokumenter Pesta Babi

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Dr. Made Supriatma
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Made Supriatma, Peneliti masalah Sosial dan Politik (sebelum lanjut membaca, mari berbagi di sini: https://saweria.co/pondokbacamataleza20 ) Matinya Altruisme? Serangan terhadap film dokumenter Pesta Babi datang dari semua arah. Kemarin, beredar video Mama Yasinta yang mengatakan dia tidak mengijinkan video dirinya dipakai dalam dokumenter ini. Seperti yang dikatakan oleh dua sutradara film ini, kita […]

expand_less