Breaking News
light_mode
Trending Tags

PERMEN: Roh Kudus: Bawa Pengetahuan Buka Pintu Komunikasi, Edisi Hari Raya Pentakosta

  • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 168
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Inspirasi: Kis 2:1-11 /// Yoh 20:19-23

Kita buka renungan di Hari Raya ini dengan pantun:

Maksud hati mengunjungi Om Strom,

apa daya bertemu Veronika.

ROH KUDUS menjadikan kita Strong.

Di tengah situasi sedih dan terluka.

Ketika Roh Kudus turun atas para Rasul, saat itu Gereja lahir. Gereja yang penuh dengan daya Roh Kudus, membuat Gereja bisa bertahan sampai sekarang.

Dari Firman Tuhan kita dapat informasi penting bahwa Roh Kuduslah memampukan para murid berpengetahuan. Roh Kudus yang memenuhi para murid, memampukan para murid untuk tahu bahasa-bahasa asing, terbukti dengan mereka bicara bukan dengan Bahasa Galilea saja, meski mereka tidak belajar sebelumnya perihal bahasa-bahasa ini. Namun, berkat Roh Kudus, mereka punya pengetahuan yang kontekstual, sesuai dengan orang yang mereka temui. Bahasa Roh, membuat mereka bisa berbahasa dengan teman bicara mereka yang tidak tahu dari daerah mana. Mau bahasa Patria, Media, Elam, Mesopotamia, Asia, Mesir, dan Arab. Pengetahuan yang bersumber dari Roh Kudus malah memudahkan para murid berelasi dan berkomunikasi.

Ini berarti, Roh Kudus adalah Roh yang membuat kita mampu berelasi dan berkomunikasi baik, sehingga wajar Gereja bisa se-awet ini, yah, karena Gereja mampu berelasi dan berkomunikasi baik dengan siapa saja.

Tidak ada komunitas tanpa komunikasi. Komunikasi baik, hubungan langgeng, maka aku dan kamu bisa jadi kita. Komunikasi baik, hubungan langgeng, maka si Alfa dan si Boomers bisa jadi keluarga, komunitas.

Awal-awal kisah iman hari ini, ditandai dengan para murid yg menutup pintu-pintu lalu dikunci karena ketakutan yang teramat sangat. Bahkan, delapan hari kemudian, mereka berkumpul lagi dan masih mengunci pintu-pintu. Ini merupakan suatu gambaran umum manusia ketika perasaan takut melanda dirinya. Seperti pantun:

Nonton Youtube di kutub

Orang takut sering tertutup

Reaksi paling sering ketika orang takut ialah menutup-nutupi.

Anak yang takut lihat papa dan mamanya berantem, pasti akan tutup mata, bahkan tutup telinga, sampai tutup pintu kamar biar tidak mau tahu apa yang seharusnya tidak terjadi.

Anak yang takut isi HP-nya diketahui orangtua, pasti akan buat pola yang dia sendiri bingung mau buka, sebagai bentuk menutup dan mengunci HP nya. Ketakutan sering buat orang tertutup, bahkan menutup-nutupi.

Parahnya, ada orang yang sering tutup dan kunci pengetahuannya karena takut temannya lebih pintar darinya. Atau bahkan orang sering tutup dan kunci mulut dari kata-kata kebenaran karena takut dibenci oleh sesama.

Sembari kita merayakan Hari Raya Pentakosta, sadarlah kita bahwa dahsyatnya karya Roh itu terletak pada bagaimana Roh menerobos masuk pintu-pintu kehidupan yang kita tutup lalu kita kunci karena ketakutan.

Dan Roh Kudus membuka pintu-pintu yang tertutup dan dikunci. Roh Kudus membuka pintu-pintu egoisme yang membuat kita tidak sehati dan sejiwa sampai-sampai enggan berpengetahuan dan enggan berkomunikasi. Roh Kudus membuka pintu ketakutan kita agar kita berani berkomunikasi dan memberi kesaksian tentang kebenaran.

Roh Kudus mampu membuka pintu damai sejahtera agar tidak ada ketakutan yang bakal kita alami, ketakutan akibat dosa.

Roh Kudus itu sungguh istimewa. Sementara kita tutup dan kunci serta sembunyi dalam ketakutan yang membuat kita tertekan, Yesus yg penuh Roh menerobos pintu-pintu yang ditutup rapat dan dikunci. Dalam Roh Kudus tidak ada keadaan kita yang dapat disembunyikan dari Tuhan.

Semangat Roh membuat kita menjadi pribadi yang tidak takut dan pribadi yang tidak tertutup. Pribadi yang terbuka, yah, membuka komunikasi untuk damai sejahtera.

Tetaplah menjadi orang yang penuh Roh Kudus agar berpengetahuan baik, komunikasi baik, agar kita tidak takut lalu pintu komunikasi, membangun jembatan bukan tembok. Tetaplah menjadi orang baik, berkomunikasi baik di tengah dunia yang suka pamer ujaran kebencian dan ‘judge’. Tetap penuh Roh Kudus, di tengah yang krisis nan penuh KUDIS_Kurang Doa, Iman, Sembayang.

Saya tutup dengan pantun berikut:

Baru saja putus

Status langsung mantan.

Siap terima Roh Kudus?

Wahai kepunyaan Tuhan?

(mof)

  • Penulis: Rm. Laurensius Feto, P.r
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERMEN: Tuhan dan Remote Control Renungan Harian Katolik 9 Mei 2026

    PERMEN: Tuhan dan Remote Control Renungan Harian Katolik 9 Mei 2026

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 408
    • 8Komentar

    PERMEN edisi Sabtu Paskah ke-5 – 09 MEI 2026 – Tuhan dan Remote Control Inspirasi: Kis 16:1-10 ; Yohanes 15:18-21 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Bacaan pertama menggambarkan Paulus yang di dalam benaknya penuh dengan idealisme dan gagasan-gagasan mengenai kerasulan dan perutusan. Mau ke Asia-lah, ke Bitinia-lah, pokoknya ide cemerlang dan itu sudah […]

  • Sudut Pandang: Ada yang Ganjil dengan Cara Kita Memperlakukan Perempuan

    Sudut Pandang: Ada yang Ganjil dengan Cara Kita Memperlakukan Perempuan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Helena Lose Beraf
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Ketika seorang bayi perempuan lahir, kalimat pertama yang paling sering terdengar bukan “Semoga ia tumbuh berani.” Bukan pula, “Semoga ia menjadi manusia yang bijaksana.” Yang keluar justru, “Cantik sekali .” Lalu waktu berjalan, dan masyarakat melanjutkan pelajarannya. Perempuan cenderung diajari memakai bedak sebelum diajari berdebat, diajari bagaimana cara duduk anggun sebelum diajari menyampaikan pendapat. Diajari […]

  • PESTA INTAN, PORSENI, dan KERJA yang TAK SELALU TERLIHAT

    PESTA INTAN, PORSENI, dan KERJA yang TAK SELALU TERLIHAT

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Pesta Intan 75 Tahun SMPSK Kotagoa Boawae. 1 Agustus 1951 – 1 Agustus 2026 Ada peristiwa yang datang setiap tahun. Ada pula peristiwa yang hanya sekali diberi kesempatan untuk dirayakan dalam perjalanan sebuah lembaga. Pesta Intan 75 tahun SMPSK Kotagoa Boawae adalah salah satunya. Ia bukan sekadar sebuah tanggal yang dicetak dalam kalender. Ia adalah […]

  • PERMEN Kasih: Hati yang “Baku Rapat” Renungan Harian Katolik 8 Mei 2026

    PERMEN Kasih: Hati yang “Baku Rapat” Renungan Harian Katolik 8 Mei 2026

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 164
    • 1Komentar

    PERMEN edisi Jumat Paskah ke-5 – 08 MEI 2026 – Kasih: Hati yang “Baku Rapat” Inspirasi: Kis 15:22-31 ; Yohanes 15:12-17 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Yesus titip pesan penting ke setiap sanubari kita: “Kasihilah seorang akan yang lain”. Bersamaan dengan itu, dalam bacaan Pertama, tindakan kasih coba diterjemahkan oleh Paulus dan mereka […]

  • Siapakah Saya?

    Siapakah Saya?

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tuntutan, banyak orang terjebak dalam rutinitas tanpa sempat berhenti sejenak untuk merenung. Kita sering sibuk mengejar prestasi, memenuhi ekspektasi orang lain, haus akan validasi atau sekadar bertahan dari tekanan sehari-hari, hingga lupa menanyakan hal yang paling mendasar: “Siapakah saya?” Pertanyaan sederhana namun mendalam ini sering kali […]

  • Puisi-puisi Tuhan dan Puan sedang Online, Tak Semua Harus Tentang Kita, Tentang Jalan

    Puisi-puisi Tuhan dan Puan sedang Online, Tak Semua Harus Tentang Kita, Tentang Jalan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Filemon Pandu Wimastha
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Tuhan dan Puan Sedang Online Kucumbui minggu dijantung rindu Ada sehelai cemburu yang gugur Di dinding yang tak bercentang biru hanya dua garis abu-abu yang muram yang begitu setia menunggu di bukit setia.   Aku tahu, Mungkin kau sedang memulung harimu Dalam kesibukan Hingga serentetan pesanku kau abaikan. Minggu yang kucumbui kali ini begitu rapuh, […]

expand_less