Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puisi Aprianus Jebarus: Rumah, Rasa yang Tak Sampai, Hilang dan Untuk Apa Berdua

  • account_circle Aprianus Jebarus
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 334
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Aprianus Jebarus, Pengajar di PKBM Pelita Insan Lestari

Rumah

Di sudut ini

hanya ada gumpalan asap yang menepi tanpa arah

menemani ingatan yang perlahan menari di bawah langit

yang tak lagi biru

suaramu mengalun indah dalam imaji

merajut kisah menjelma rindu tak berwujud

setiap belaian rambut hitammu adalah inspirasi

yang mengalun lembut dalam barisan

yang menjadikannya diksi paling favorit

dalam aroma kehangatan yang pernah ada

dan kau menyebutnya RUMAH

pun aku memanggilnya seperti itu.

2026

Rasa Yang Tak Sampai

Kepada ranting basah

kuceritakan ingin

yang belum sampai

pada kelopak indah itu

 

Pada setangkai bunga

kukabarkan pesan

tentang harap tak bertepi

 

Lewat celah dinding

kuukir namamu sepanjang jalan

Namun,

atmamu terlalu jauh untuk kutempuh

ada jeda yang menghentikan kisah

ada jarak yang memisahkan langkah

meruntuhkan rasa

hingga kata tak ‘kan

mampu mengejar kerinduan di tengah

gelombang perasaan yang mulai

rapuh.

2026

 

Hilang

Cuaca melamar di penghujung bulan

membawa isyarat yang tak pernah pasti

Gemuruh riuh berjalan tanpa arah

menjatuhkan bulir-bulir kenangan yang

membekas dalam awan

Getaran harap semakin menyatu,

menusuk dingin di samudera ingatan

Jemari mulai berlari, mencari cinta

Di antara air mata semesta yang

mengalir lurus

Menyimpan rahasia tentang ketulusan

yang hilang diterpa hujan.

2026

 

Untuk Apa Berdua

Hitam pekat menatap dengan tajam

Sendok mulai menari pada samudera gelas antik

menemani malam

menunggu hujan reda

Gumpalan asap menepi

mulai bertanya pada papan kayu yang enggan berpijak dari tempatnya

Mengapa sendiri lagi?

Ia tidak menjawab sepata kata pun

hanya terdiam tersenyum malu hingga beberapa saat

sebelum tegukan pertama mengalir menyejukkan kisah

Angin berhembus pelan, membisikkan kata

Membius kan aroma, mematikan obrolan

sambil berbisik

Untuk apa berdua

jika tak kan mampu

menyatukan harap yang sama.

2026

 

Aku

Beginilah caraku

menikmati hari tanpa tapi

berjalan menelusuri bebatuan

tanpa mengeluh

menerima semua keadaan tanpa pasrah

Dan semua kutuangkan lewat

kertas putih di laci meja

meracik huruf yang

ada dalam isi kepala penuh

menyajikannya dalam hati

penuh.

2026

  • Penulis: Aprianus Jebarus
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Catatan Kelam Semifinal Pesik Kuningan Kontra PSN Ngada

    Catatan Kelam Semifinal Pesik Kuningan Kontra PSN Ngada

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle John Lobo
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sepak bola bukan sekadar soal siapa yang mencetak gol lebih banyak, melainkan tentang menjunjung tinggi spirit fair play. Laga krusial semifinal Liga 4 Nasional yang mempertemukan Pesik Kuningan dan PSN Ngada di Stadion Sriwedari, Solo, pada Rabu (8/7), seharusnya menjadi panggung pembuktian taktik dan talenta. Namun sayang seribu sayang, sorotan utama justru bergeser dari aksi […]

  • Piala Dunia: Lupakan Prancis Sejenak, Mari Nikmati Kopi dan Pisang Goreng

    Piala Dunia: Lupakan Prancis Sejenak, Mari Nikmati Kopi dan Pisang Goreng

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Ada orang yang mencintai sebuah tim karena sedang menjadi juara. Ada yang memilih karena mengikuti teman. Ada pula yang mencintainya karena semua orang di kampung melakukan hal yang sama. Saya tidak. Cinta saya kepada Spanyol lahir dari sebuah kebetulan yang sederhana. Tahun 2006, ketika informasi sepak bola belum semudah hari ini, saya melihat sebuah poster […]

  • Dilema Laki-laki di Balik Tuntutan Belis

    Dilema Laki-laki di Balik Tuntutan Belis

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Agustinus S. Sasmita
    • visibility 1.442
    • 7Komentar

    Sejarah peradaban selalu memberi kejutan yang melampaui batas imajinasi kita. Bagi umat manusia ribuan tahun lalu, membayangkan keberadaan kecerdasan buatan, mobil terbang, dan robot canggih seperti sekarang ini tentu mustahil. Pikiran mereka masih seputar cara berburuh, meramu makanan, dan membangun relasi sosial (Harari, 2017). Di luar itu, ada pertanyaan besar yang terus menghantui yaitu, apa […]

  • Ilustrasi

    Jejak Sunyi yang Tak Pernah Pergi

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 1.021
    • 6Komentar

    Ada orang-orang yang hidupnya tidak banyak diceritakan, tetapi diam-diam membentuk dunia kecil di sekitar mereka dengan cara yang begitu berarti. Mereka tidak dikenal luas, tidak pula menonjolkan diri, tetapi kehadirannya menjadi akar, menguatkan, menopang, dan memberi kehidupan. Bapak Marianus Meze Ito, yang akrab disapa Marianus Rena, adalah salah satu dari mereka. Ia lahir pada 10 […]

  • Fokus pada Satu Masalah, Jangan Serakah

    Fokus pada Satu Masalah, Jangan Serakah

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 240
    • 2Komentar

    Fokus pada satu tujuan. Jangan gegabah dalam memperlakukan sebuah persoalan. Sering kali, manusia terjebak pada rasa ingin lebih akan sesuatu yang masih belum pasti seperti apa akhirnya. Dalam hidup, kita sering tergoda untuk menangani banyak masalah sekaligus. Ada perasaan seolah kita harus selalu produktif, selalu cepat menyelesaikan segalanya, dan selalu tampil prima. Namun, ironisnya, justru […]

  • CPJF Flores: Red Spurs dari Rigi yang Datang Membawa Mimpi Besar di TURBO CUP 2026

    CPJF Flores: Red Spurs dari Rigi yang Datang Membawa Mimpi Besar di TURBO CUP 2026

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 161
    • 2Komentar

    Dari sebuah desa kecil di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, lahir sebuah tim yang sedang menulis kisahnya sendiri. Namanya CPJF Flores (PT. Charon Pokphand Jaya Farm). Usianya memang masih sangat muda, tetapi semangat dan keberaniannya telah membuat banyak orang mulai melirik ke arah mereka. Didirikan pada tahun 2025, CPJF Flores bukan sekadar tim sepak bola yang […]

expand_less