Breaking News
light_mode
Trending Tags

Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Jejak yang Tak Sekadar Tiga Tahun

  • account_circle Redaksi Mataleza
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 374
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tiga tahun, bagi sebagian orang, mungkin hanya sepotong waktu yang lewat begitu saja dalam arus kehidupan. Namun bagi Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae, tiga tahun adalah kisah panjang yang penuh warna, tentang tawa yang tumbuh di lorong-lorong sekolah, tentang peluh yang jatuh di lapangan, tentang mimpi yang perlahan menemukan bentuknya.

Waktu memang berjalan cepat, apalagi ketika dijalani dengan hati yang riang. Tanpa terasa, hari-hari yang dulu dipenuhi langkah ragu saat pertama kali menginjakkan kaki di sekolah ini, kini telah menjelma menjadi kenangan yang hangat. Mereka datang sebagai anak-anak yang membawa rasa penasaran, lalu bertumbuh menjadi pribadi-pribadi muda yang lebih matang, lebih berani, dan lebih siap menghadapi dunia.

Perjalanan Angkatan 72 bukan sekadar rutinitas belajar di dalam kelas. Mereka telah menorehkan begitu banyak kisah yang patut dibanggakan. Di bidang akademik, mereka menunjukkan ketekunan dan semangat belajar yang luar biasa. Setiap nilai yang diraih bukan hanya angka, tetapi cerminan dari usaha, doa, dan disiplin yang mereka jaga. Sementara di bidang non-akademik, mereka hadir sebagai generasi yang aktif, kreatif, dan penuh semangat, menghidupkan nama sekolah melalui berbagai kompetisi, kegiatan ekstrakurikuler, hingga peristiwa-peristiwa kecil yang penuh makna.

Namun lebih dari itu, yang paling berharga dari perjalanan mereka adalah kebersamaan. Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi telah menjadi rumah kedua. Di dalamnya, ada tawa yang dibagi tanpa syarat, ada air mata yang diam-diam dihapus oleh sahabat, ada lelah yang dipeluk oleh kehangatan kebersamaan. SMPSK Kotagoa Boawae telah menjadi ruang aman, tempat di mana setiap siswa diterima apa adanya, tempat di mana mereka belajar bahwa gagal bukanlah akhir, dan bahwa setiap usaha selalu layak dihargai.

Bagi para guru, khususnya para wali kelas, Angkatan 72 bukan sekadar peserta didik. Mereka adalah anak-anak yang tumbuh di bawah bimbingan, perhatian, dan kasih yang tulus. Setiap teguran yang diberikan, setiap nasihat yang diucapkan, bahkan setiap keheningan di kelas, semuanya menyimpan harapan agar mereka menjadi pribadi yang lebih baik. Maka tak heran, ketika perpisahan ini tiba, ada rasa kehilangan yang tak bisa disembunyikan. Ada ruang yang terasa kosong, ada suara-suara yang akan dirindukan, ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang tak lagi sama.

Namun hidup memang selalu berjalan ke depan. Perpisahan bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju perjalanan yang lebih luas. Kini, jenjang pendidikan lanjutan telah menanti mereka di depan sana, dengan tantangan yang lebih besar, dengan mimpi yang harus diperjuangkan lebih sungguh-sungguh. Di titik ini, para guru hanya bisa memberikan satu hal yang paling tulus: doa.

Doa agar setiap langkah mereka dipermudah.

Doa agar setiap pintu yang tertutup digantikan dengan pintu yang lebih baik.

Doa agar mereka tidak pernah lupa dari mana mereka berasal.

Dan yang paling penting, doa agar mereka selalu menjadi pribadi yang rendah hati, kuat dalam menghadapi cobaan, serta setia pada nilai-nilai kebaikan yang telah mereka pelajari.

Angkatan 72 telah meninggalkan jejak. Bukan hanya dalam bentuk prestasi, tetapi juga dalam kenangan yang hidup di hati setiap orang yang pernah berjalan bersama mereka. Mereka telah menjadi bagian dari cerita besar SMPSK Kotagoa Boawae, cerita yang akan terus dikenang, diceritakan kembali, dan menjadi inspirasi bagi angkatan-angkatan berikutnya.

Selamat melangkah, Angkatan 72. Dunia menunggu kalian dan kami percaya, kalian akan menemukannya dengan cara yang luar biasa.

 

  • Penulis: Redaksi Mataleza
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Pasal Karet, Pembungkaman Mulut:  Tanggapan Kritis terhadap KUHP Baru dalam Perspektif Teori Komunikasi Lasswell

    Sudut Pandang: Pasal Karet, Pembungkaman Mulut: Tanggapan Kritis terhadap KUHP Baru dalam Perspektif Teori Komunikasi Lasswell

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Kristoforus Mage
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Kristoforus Mage, Mahasiswa semester 6, IFTK Ledalero. Undang-undang menjadi landasan konstruktif perpolitikan. Politik tanpa undang-undang dalam sebuah negara tidak lain adalah gejolak untuk menguasai dan dikuasai. Demikian halnya yang terjadi di Indonesia kini: begitu terpampang jelas bahwa undang-undang tidak didefinisikan secara tegas tentang apa yang dilarang, seolah hukum bukan lagi sebagai pagar pelindung, melainkan senjata […]

  • Langit yang Menyatukan, Bumi yang Memisahkan: Membaca Takdir Bidadari dari Jawa hingga Sulawesi Tenggara

    Langit yang Menyatukan, Bumi yang Memisahkan: Membaca Takdir Bidadari dari Jawa hingga Sulawesi Tenggara

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Yoseph Yapi Taum
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Oleh: Yoseph Yapi Taum Ada getaran yang membekas ketika membaca kembali mitos-mitos lama Nusantara. Cerita tentang seorang pemuda bumi yang mengintai bidadari mandi di telaga, mencuri pakaian atau selendangnya, lalu memaksanya terikat dalam kehidupan fana, adalah motif yang berulang dari ujung barat hingga timur kepulauan ini. Namun, ketika dua cerita dari dua bentang geografis yang […]

  • Ketika Cinta Menjadi Doa

    Ketika Cinta Menjadi Doa

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Fr. Rolandus Yosep Dosi, OCD
    • visibility 162
    • 3Komentar

    Minggu pagi selalu datang dengan kesunyian yang suci. Cahaya matahari menembus jendela kaca kapela SanJuan, memantulkan warna-warna lembut yang jatuh di lantai seperti doa yang menjelma menjadi cahaya. Denting lonceng memanggil umat untuk berkumpul, dan di antara bangku-bangku kayu yang tertata rapi, Frater Arda kembali menemukan sosok yang diam-diam mengisi ruang batinnya. Gadis itu selalu […]

  • Proyek Food Estate dalam Nalar The Othering of Nature

    Proyek Food Estate dalam Nalar The Othering of Nature

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Benyamin Chintyano Meo
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Oleh: Benyamin Chintyano Meo. Mahasiswa IFTK Ledalero Di tengah kecemasan global terhadap krisis iklim dan ancaman kelangkaan pangan, Indonesia mengambil langkah agresif melalui program Food Estate (Lumbung Pangan Nasional). Kebijakan ini digadang-gadang sebagai strategi hulu-hilir untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penanaman komoditas skala industri seperti padi, singkong, jagung, dan tebu. Namun, di balik narasi […]

  • Sudut Pandang: Orang Papua, Mari Banyak Membaca

    Sudut Pandang: Orang Papua, Mari Banyak Membaca

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Maiton Gurik
    • visibility 260
    • 2Komentar

    Oleh: Maiton Gurik, Pegiat Literasi Papua (Sebelum lanjut membaca, mari berbagi di sini: https://saweria.co/pondokbacamataleza20 ) Orang Papua tidak membaca buku, berarti kita membiarkan diri kita hanya berjalan dengan satu kaki. Kita hanya mengandalkan pengetahuan yang terbatas, sementara orang lain berjalan sudah sepuluh langkah dengan pengetahuan yang luas, mendalam, dan lengkap. Membaca buku berarti menemukan ide […]

  • Sudut Pandang: 𝗔𝗞𝗨 𝗕𝗘𝗕𝗢

    Sudut Pandang: 𝗔𝗞𝗨 𝗕𝗘𝗕𝗢

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Selo Lamatapo
    • visibility 229
    • 0Komentar

    1/ Hari Rabu. Detukeli berkabut dan dingin. Angin bergerak lambat. Jarum jam dinding di ruang makan bergerak menuju pukul 07.30 pagi. Saya sedang meneguk segelas susu di ruang makan ketika pintu depan diketuk dan disusul teriakan ‘selamat pagi.’ Dari dalam ruangan itu, saya membalas ‘halo’, lalu melangkah mendekati pintu. “𝘌𝘮𝘢 𝘛𝘶𝘢 (Pater), selamat pagi.” Mama […]

expand_less