Breaking News
light_mode
Trending Tags

Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Jejak yang Tak Sekadar Tiga Tahun

  • account_circle Redaksi Mataleza
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 289
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tiga tahun, bagi sebagian orang, mungkin hanya sepotong waktu yang lewat begitu saja dalam arus kehidupan. Namun bagi Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae, tiga tahun adalah kisah panjang yang penuh warna, tentang tawa yang tumbuh di lorong-lorong sekolah, tentang peluh yang jatuh di lapangan, tentang mimpi yang perlahan menemukan bentuknya.

Waktu memang berjalan cepat, apalagi ketika dijalani dengan hati yang riang. Tanpa terasa, hari-hari yang dulu dipenuhi langkah ragu saat pertama kali menginjakkan kaki di sekolah ini, kini telah menjelma menjadi kenangan yang hangat. Mereka datang sebagai anak-anak yang membawa rasa penasaran, lalu bertumbuh menjadi pribadi-pribadi muda yang lebih matang, lebih berani, dan lebih siap menghadapi dunia.

Perjalanan Angkatan 72 bukan sekadar rutinitas belajar di dalam kelas. Mereka telah menorehkan begitu banyak kisah yang patut dibanggakan. Di bidang akademik, mereka menunjukkan ketekunan dan semangat belajar yang luar biasa. Setiap nilai yang diraih bukan hanya angka, tetapi cerminan dari usaha, doa, dan disiplin yang mereka jaga. Sementara di bidang non-akademik, mereka hadir sebagai generasi yang aktif, kreatif, dan penuh semangat, menghidupkan nama sekolah melalui berbagai kompetisi, kegiatan ekstrakurikuler, hingga peristiwa-peristiwa kecil yang penuh makna.

Namun lebih dari itu, yang paling berharga dari perjalanan mereka adalah kebersamaan. Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi telah menjadi rumah kedua. Di dalamnya, ada tawa yang dibagi tanpa syarat, ada air mata yang diam-diam dihapus oleh sahabat, ada lelah yang dipeluk oleh kehangatan kebersamaan. SMPSK Kotagoa Boawae telah menjadi ruang aman, tempat di mana setiap siswa diterima apa adanya, tempat di mana mereka belajar bahwa gagal bukanlah akhir, dan bahwa setiap usaha selalu layak dihargai.

Bagi para guru, khususnya para wali kelas, Angkatan 72 bukan sekadar peserta didik. Mereka adalah anak-anak yang tumbuh di bawah bimbingan, perhatian, dan kasih yang tulus. Setiap teguran yang diberikan, setiap nasihat yang diucapkan, bahkan setiap keheningan di kelas, semuanya menyimpan harapan agar mereka menjadi pribadi yang lebih baik. Maka tak heran, ketika perpisahan ini tiba, ada rasa kehilangan yang tak bisa disembunyikan. Ada ruang yang terasa kosong, ada suara-suara yang akan dirindukan, ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang tak lagi sama.

Namun hidup memang selalu berjalan ke depan. Perpisahan bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju perjalanan yang lebih luas. Kini, jenjang pendidikan lanjutan telah menanti mereka di depan sana, dengan tantangan yang lebih besar, dengan mimpi yang harus diperjuangkan lebih sungguh-sungguh. Di titik ini, para guru hanya bisa memberikan satu hal yang paling tulus: doa.

Doa agar setiap langkah mereka dipermudah.

Doa agar setiap pintu yang tertutup digantikan dengan pintu yang lebih baik.

Doa agar mereka tidak pernah lupa dari mana mereka berasal.

Dan yang paling penting, doa agar mereka selalu menjadi pribadi yang rendah hati, kuat dalam menghadapi cobaan, serta setia pada nilai-nilai kebaikan yang telah mereka pelajari.

Angkatan 72 telah meninggalkan jejak. Bukan hanya dalam bentuk prestasi, tetapi juga dalam kenangan yang hidup di hati setiap orang yang pernah berjalan bersama mereka. Mereka telah menjadi bagian dari cerita besar SMPSK Kotagoa Boawae, cerita yang akan terus dikenang, diceritakan kembali, dan menjadi inspirasi bagi angkatan-angkatan berikutnya.

Selamat melangkah, Angkatan 72. Dunia menunggu kalian dan kami percaya, kalian akan menemukannya dengan cara yang luar biasa.

 

  • Penulis: Redaksi Mataleza
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Merawat Nalar di Tengah Kemarahan

    Sudut Pandang: Merawat Nalar di Tengah Kemarahan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Yulius Riba
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Oleh: Yulius Riba Content Creator, Writer, Edukasi Sosial dan Politik.    Pekan ini, potret buram demokrasi kembali muncul dari ruang yang selama ini kita agungkan sebagai benteng nalar yakni kampus. Di Universitas Gadjah Mada, sebuah forum diskusi yang semula dirancang sebagai ruang diskursus publik antara tiga pejabat negara dan mahasiswa berakhir karena tindakan-tindakan yang justru […]

  • Prihartini

    Prihartini

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Alvianus Tay
    • visibility 367
    • 2Komentar

    Kunang-kunang beterbangan kian kemari, sesekali hinggap di meja makan tua dari kayu mahoni, sesekali mendarat di kepala Prihartini yang tengah tenggelam dalam lamunan. Kesedihan terukir jelas pada wajah mudanya. Matanya merah, serupa tumpahan air sirih pinang di pelataran teras. Tak ada hujan air mata, hanya perih yang melumat habis kesadarannya. Ia seolah meluruh, tak berdaya […]

  • DOA, AIR, TANAH dan Puisi-puisi Lainnya

    DOA, AIR, TANAH dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Maria Makdalena
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Doa Di ujung harap aku berdoa, sembari mengatup penuh khusyuk. Bait demi bait mulai melantun. Seirama deru angin di siang itu. Di perhentian itu aku terdiam, riuhnya alam bergejolak mengiyakan seluruh ucapan yang terhenti di langit. Dalam lantunan doa yang dilafas, di seberang sana ada wanita janda sedang menangis. Ratapan demi ratapan mulai terdengar, adakah […]

  • 4 Pertanyaan Horor ini tidak Boleh Ditanyakan Saat Reunian Bersama Teman-teman: Tidak Semua Canda Berakhir Tawa!

    4 Pertanyaan Horor ini tidak Boleh Ditanyakan Saat Reunian Bersama Teman-teman: Tidak Semua Canda Berakhir Tawa!

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 144
    • 4Komentar

    Apa yang paling kau takuti saat bertemu teman-teman lama? Ini pertanyaan pembuka yang saya coba ajukan untuk diri sendiri sebagai pemberi stimulus. Tujuannya adalah agar saya bisa menulisnya sampai tuntas! Tepatnya tidak ke luar dari ide besar yang sudah didapatakan melalui judul di atas. Senin, 09 Desember 2024 tepat di jam 17:27 saya ditelepon oleh […]

  • BURUH DUNIA YANG BUTUH SURGA: Permen Edisi Bulan Maria dan Hari Buruh

    BURUH DUNIA YANG BUTUH SURGA: Permen Edisi Bulan Maria dan Hari Buruh

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 383
    • 0Komentar

    01 Mei 2026 Inspirasi: Kis 13:26-33; Yohanes 14:1-6     Penikmat Permen yang berhikmat dalam Tuhan. Dalam nada syukur penuh iman dan harapan, kita ucapkan selamat Hari Buruh Internasional alias May Day. Bersamaan dengan momen ini, umat Katolik merayakan pembukaan bulan Maria. Tidak sampai di situ, Gereja hari ini merenungkan Firman Suci dari penginjil Yohanes sebagai […]

  • Puisi-puisi Harsandi Pratama Putra

    Puisi-puisi Harsandi Pratama Putra

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Harsandi Pratama Putra
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Kepada Rindu Bernama Kenangan Gigilnya rindu malam ini adalah dingin yang paling menusuk Hujan kenangan datang, membasahi sela-sela ingatan Setelah tak menemukan temu dan pelukan yang hangat Di dada yang sesak ini, setiap sepi datang mengunjungi tubuhku Aku mati-matian menenangkan nyerinya sendirian. 2026 Setiap Malam Kepalaku Penuh Kecamuk Oleh Peperangan Aku ingin reda Dari luka […]

expand_less