Breaking News
light_mode
Trending Tags

Merayakan Kemiskinan Bersama Tuhan

  • account_circle Moh. Zaini Ratuloli, S. Pd
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 182
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Kamu galak seperti macan betina / Barangkali kamu akan gila / Tapi tak akan mati.”

Sepenggal dialog tersebut menjadi pembuka yang menggugah dari pertunjukan Maria Zaitun yang dibawakan oleh Bengkel Seni Milenial (BSM), sebuah kelompok teater dari SMK Sura Dewa. Kelompok kecil ini secara konsisten menghidupkan ruang-ruang seni pertunjukan yang kerap sepi apresiasi.

Namun, teater tidak semata-mata hadir untuk mengundang tepuk tangan. Lebih dari itu, teater seharusnya mampu menggugah kesadaran: apakah para penonton hanya menjadi saksi, atau turut tergerak untuk merenungkan kembali makna kehidupan? Pertanyaan mendasar yang muncul adalah: apakah kita masih memiliki belas kasih, atau justru semakin jauh dari empati?

Pertunjukan ini mengangkat Nyanyian Angsa, karya sastra dari pujangga besar Indonesia, W.S. Rendra. Tokoh utama dalam kisah ini adalah Maria Zaitun, seorang pelacur tua yang kehilangan arah hidup. Ia berkeliling, mengetuk hati manusia, berharap menemukan sedikit kepedulian. Namun, pertanyaannya menjadi tajam: apakah nilai-nilai keimanan hanya berhenti di bibir, dan kebaikan sekadar menjadi narasi tanpa tindakan nyata?

Maria Zaitun hadir sebagai potret ketidakadilan sosial. Ia merepresentasikan bagaimana stigma terhadap “pekerja malam” sering kali menutup ruang empati. Masyarakat cenderung menghakimi tanpa berusaha memahami latar belakang dan keterpaksaan yang melatarbelakangi pilihan hidup tersebut.

Realitas hari ini menunjukkan bahwa manusia semakin mudah menghakimi dan mencela, tetapi kerap abai ketika berhadapan dengan ketidakadilan. Dalam situasi demikian, harapan terakhir seolah hanya tertuju pada Tuhan, satu-satunya yang memeluk tanpa syarat, tanpa memandang latar belakang kehidupan seseorang.

Menariknya, meskipun Nyanyian Angsa ditulis pada akhir 1960-an, relevansinya masih terasa hingga hari ini. Di berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur, persoalan kemiskinan ekstrem dan ketidakberdayaan masih menjadi realitas yang nyata. Kisah Maria Zaitun seakan menjadi cermin yang memantulkan wajah masyarakat kita sendiri.

Melalui refleksinya, tokoh Maria Zaitun mengajak kita untuk bertanya dengan jujur: masih adakah kepedulian yang tersisa dalam diri kita? Pada akhirnya, pertunjukan ini mengingatkan bahwa tempat kembali manusia hanyalah kepada Tuhan, yang menerima dan memeluk setiap insan dengan kasih tanpa batas.

Penampilan Bengkel Seni Milenial (BSM) dalam pertunjukan ini patut diapresiasi. Dengan penghayatan yang kuat, mereka berhasil menyampaikan pesan kemanusiaan yang mendalam di tengah dunia yang kian kehilangan arah.

Pertunjukan ini digelar pada Rabu, 22 April 2026, di SDK Lamenais, dalam momentum kebersamaan perayaan Halal Bihalal dan Paskah bersama SMK Sura Dewa Larantuka.

Moh. Zaini Ratuloli, S.Pd

  • Penulis: Moh. Zaini Ratuloli, S. Pd
  • Editor: Fian N

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paskah, Masakan Mama, dan Puisi-puisi Lainnya

    Paskah, Masakan Mama, dan Puisi-puisi Lainnya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Maxi L. Sawung
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Redup Aku akhirnya memilih agar tu(h)an ataupun siapa saja tidak merenggut luka milikku. Beberapa tangan datang mengetuk, beberapa tangan mencoba memeluk tapi tetap aku tutup pintu makam batu itu. Kau pernah sekali atau bahkan berkali-kali dengan buru-buru berlari agar lekas sampai ketika datang melayat lukaku. Sekadar menanyakan perihal masa penyembuhan atau bagaimana dengan bekas luka-luka […]

  • Sudut Pandang: Kritik Terhadap Ruang Publik Indonesia

    Sudut Pandang: Kritik Terhadap Ruang Publik Indonesia

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Roy Wujon
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Oleh: Roy Wujon Mahasiswa IFTK Ledalero Dalam sistem negara demokrasi seperti Indonesia, kebebasan berekspresi dan kebebasan pers merupakan pilar penting yang patut dihargai. Namun, dalam beberapa tahun terakhir muncul kecenderungan pembatasan kritik publik melalui media, baik media massa konvensional maupun platform digital. Pembatasan tersebut sering kali dilakukan dengan dalih menjaga stabilitas, mencegah hoaks, atau melindungi […]

  • AMBIVERT: Menelisik Kisah Tokoh Aku Melalui Kenyataan di Sekitar

    AMBIVERT: Menelisik Kisah Tokoh Aku Melalui Kenyataan di Sekitar

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Aku ingin pamerkan setiap aktivitasku, sejak subuh hingga petang. Supaya mereka tidak mempermainkanku soal waktu, membuatku menunggu, tanpa rasa bersalah, tanpa usaha untuk berbenah. (Ia dan Mereka yang Berisik) Saya membuka tulisan sederhana ini dengan mengutip sebuah pernyataan dalam buku yang berjudul Ambivert. Dan persis buku inlah yang akan saya ulas seringkas mungkin sesuai kapasitas […]

  • PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    PERMEN: Perjuangan Pengusaha Anggur, Renungan Harian Katolik 06 Mei 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 279
    • 4Komentar

    PERMEN edisi Rabu Paskah ke-5 – 06 MEI 2026 – Perjuangan Pengusaha Anggur Inspirasi: Kis 15:1-6 ; Yohanes 15:1-8 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Penghiburan iman yang mandraguna kita terima dari Yesus sendiri ketika Yesus menggambarkan cinta segitiga antara Manusia, Yesus, dan Bapa-Nya. Allah Bapa digambarkan sebagai pengusaha anggur, Yesus adalah pohon anggur, […]

  • Memelihara Hati di Tengah Arus Digital:  Pembacaan Teologis Kebijaksanaan Amsal 4:23 dan Psikologi Jonathan Haidt bagi Generasi Muda

    Memelihara Hati di Tengah Arus Digital: Pembacaan Teologis Kebijaksanaan Amsal 4:23 dan Psikologi Jonathan Haidt bagi Generasi Muda

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Jefrianus Temba
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Jefrianus Temba, Frater OCD Dunia saat ini telah mengalami transformasi mendasar dalam cara manusia berinteraksi, berpikir, dan memaknai realitas. Bagi generasi Z dan Aplha, ekosistem digital bukan lagi sekadar alat bantu atau saluran komunikasi tambahan, melainkan lingkungan hidup utama tempat identitas dibentuk, relasi dijalin, dan makna kehidupan dicari. Kemudahan konektivitas yang ditawarkan oleh smartphone dan platform […]

  • Puisi-puisi Alvares Keupung: Paket Cinta dari Laut, Whatsapp, Percakapan dengan Angin

    Puisi-puisi Alvares Keupung: Paket Cinta dari Laut, Whatsapp, Percakapan dengan Angin

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Alvarez Keupung
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Alvares Keupung, dalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende. PAKET CINTA DARI LAUTAN Sewaktu aku mandi di lautan Sungguh, aku merasakan getaran cintanya Dia tak pernah mengingkari jati dirinya, setia memberi asin garamnya Laut memang pergi dan datang menghempas tepian Gelora suaranya bertebaran ke langit Namun tak pernah […]

expand_less