Breaking News
light_mode
Trending Tags

Masalah Pasti Datang, Tetap Tegang

  • account_circle Fian N
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hidup adalah perjalanan panjang yang penuh dengan kejutan. Ada masa di mana kita merasa dunia begitu ramah, memberi ruang lega untuk bernapas. Namun, ada pula saat di mana masalah datang bertubi-tubi, membuat langkah terasa berat dan hati dipenuhi rasa khawatir. Dalam situasi seperti itu, mudah sekali bagi kita untuk merasa tegang, panik, bahkan kehilangan kendali. Padahal, jika direnungkan lebih dalam, masalah sejatinya adalah bagian alami dari kehidupan yang tidak pernah bisa kita hindari. Oleh karena itu, sikap terbaik bukanlah menghindar atau takut berlebihan, melainkan belajar menghadapi dengan tenang.

Setiap orang, tanpa terkecuali, pasti berhadapan dengan masalah. Tidak peduli apakah ia seorang pelajar, pekerja, orang tua, ataupun anak-anak, semua akan mendapat bagiannya. Masalah bisa hadir dalam bentuk kegagalan, kehilangan, konflik, tekanan kerja, atau bahkan hanya kesalahpahaman kecil. Namun, satu hal yang sama adalah: masalah selalu datang membawa pelajaran. Mereka bukan untuk membuat kita hancur, melainkan untuk melatih kita agar lebih tangguh.

Sering kali kita merasa tegang ketika masalah datang karena kita memandangnya sebagai akhir dari segalanya. Misalnya, seorang siswa yang gagal dalam ujian mungkin merasa bahwa hidupnya hancur, masa depannya suram, dan tidak ada jalan keluar. Padahal, kegagalan itu hanya sebuah tanda bahwa ada hal yang perlu diperbaiki, ada strategi yang harus diubah, dan ada kesempatan untuk tumbuh lebih baik. Ketegangan yang berlebihan justru membuat pikiran buntu, sehingga solusi sulit ditemukan.

Sikap tenang dalam menghadapi masalah bukan berarti kita bersikap pasif atau acuh tak acuh. Tenang adalah keadaan batin yang terkendali, sehingga kita bisa berpikir jernih. Bayangkan sebuah telaga yang permukaannya bergelombang: pantulan apapun akan terpecah-pecah, tak jelas bentuknya. Namun, ketika telaga tenang, ia mampu memantulkan langit dengan sempurna. Begitu pula pikiran manusia; hanya dengan ketenangan, kita bisa melihat gambaran utuh dari sebuah masalah dan menemukan jalan keluar yang tepat.

Selain itu, ketegangan sering lahir dari ketakutan akan hal yang belum terjadi. Kita membayangkan skenario terburuk, memikirkan kemungkinan gagal, dan akhirnya terjebak dalam kecemasan. Padahal, sebagian besar hal yang kita khawatirkan sebenarnya tidak pernah terjadi. Di sinilah kita perlu belajar menerima kenyataan bahwa masalah itu pasti, tetapi penderitaan berlebih sering kali hanya hasil dari pikiran kita sendiri. Dengan mengubah cara pandang, kita bisa menghadapi masalah dengan lebih ringan.

Ada sebuah ungkapan bijak: “Bukan beratnya beban yang membuat kita hancur, melainkan cara kita membawanya.” Masalah bisa jadi sama, tetapi respon setiap orang berbeda. Ada yang tegang lalu menyerah, ada pula yang tetap tenang lalu menemukan jalan keluar. Sikap tenang bukan berarti kita menunda penyelesaian, melainkan mempersiapkan diri agar lebih kuat menghadapi tantangan.

Dalam kehidupan nyata, banyak orang besar yang justru menemukan kekuatan melalui masalah. Mereka tidak menghindar, melainkan menerima dengan lapang dada dan mencari cara untuk bangkit. Jika kita perhatikan, hampir semua pencapaian besar lahir dari perjalanan panjang yang penuh rintangan. Artinya, masalah bukan penghalang, tetapi batu loncatan.

Maka dari itu, ketika masalah datang, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menenangkan diri. Tarik napas dalam-dalam, akui keberadaan masalah itu, lalu yakinkan diri bahwa ini hanyalah satu episode dalam perjalanan hidup. Dengan begitu, kita tidak akan mudah terjebak dalam ketegangan yang melelahkan. Setelah tenang, barulah kita bisa mencari solusi dengan pikiran lebih terbuka.

Pada akhirnya, hidup memang tidak bisa kita kendalikan sepenuhnya. Masalah akan terus datang silih berganti. Tetapi satu hal yang selalu bisa kita kendalikan adalah respon diri kita. Dengan sikap tenang, kita bukan hanya menjaga kesehatan pikiran dan tubuh, tetapi juga memberi peluang lebih besar untuk menemukan jalan keluar terbaik.

Hidup adalah tentang menjalani proses, bukan sekadar menghindari masalah. Karena itu, ketika masalah datang, jangan tegang. Hadapilah dengan hati yang lapang, pikiran yang jernih, dan keyakinan bahwa setiap badai pasti berlalu.

Fian N, sejak tahun 2020-sekarang menjadi tukang masak di Pondok Baca Mataleza Olakile.

  • Penulis: Fian N
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puisi-puisi Alvares Keupung: Paket Cinta dari Laut, Whatsapp, Percakapan dengan Angin

    Puisi-puisi Alvares Keupung: Paket Cinta dari Laut, Whatsapp, Percakapan dengan Angin

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Alvarez Keupung
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Alvares Keupung, dalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende. PAKET CINTA DARI LAUTAN Sewaktu aku mandi di lautan Sungguh, aku merasakan getaran cintanya Dia tak pernah mengingkari jati dirinya, setia memberi asin garamnya Laut memang pergi dan datang menghempas tepian Gelora suaranya bertebaran ke langit Namun tak pernah […]

  • Puisi-puisi Helena Lose Beraf: Pengakuan, Bahasa Sunyi dan Kau Yang berdenyut di Jantung Puisiku

    Puisi-puisi Helena Lose Beraf: Pengakuan, Bahasa Sunyi dan Kau Yang berdenyut di Jantung Puisiku

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Helena Lose Beraf
    • visibility 355
    • 2Komentar

    PENGAKUAN Gebby, katakan kita orang berdosa— bukan untuk mengadili, melainkan untuk meletakkan batu-batu luka di altar yang sama. Namamu gugur di kertas sunyi seperti hujan yang menyingkap rahasia tanah; aku menulis, lalu mengakui kebodohanku, mengumpulkan sisa-sisa kata yang terluka. Di matamu, kutemukan langit yang lain, yang merengkuh semua kesalahan, menyulapnya jadi debu yang lambat jatuh […]

  • MAXI SENO: SEORANG IMAM SVD YANG JUJUR, TULUS DAN PENUH TELADAN

    MAXI SENO: SEORANG IMAM SVD YANG JUJUR, TULUS DAN PENUH TELADAN

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Aurelio Morghan
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Oleh: Aurelio Morghan, SVD TUAN MAXI DI MATA SAYA Entah kenapa semalam saya tak bisa tidur. Bolak-balik, tutup mata tapi tetap tak bisa nyenyak. Saya sedikit gelisah. Tapi saya pikir ini efek karena saya bekerja lama di depan komputer. Ternyata Sabtu pagi waktu saya bangun, pesan dari beberapa umat Waibalun membuat saya harus menangis di […]

  • Sudut Pandang: Merajut Kemandirian PSN Ngada Lewat Koperasi Suporter

    Sudut Pandang: Merajut Kemandirian PSN Ngada Lewat Koperasi Suporter

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle John Lobo
    • visibility 118
    • 1Komentar

    Oleh: John Lobo Langkah PSN Ngada untuk bertransisi dari klub plat merah yang manja menjadi klub modern yang mandiri adalah keputusan yang strategis demi masa depan sepak bola Nusa Tenggara Timur (NTT). Melegalkan PSN Ngada menjadi badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT) adalah sebuah keharusan agar Laskar Jaramasi bisa bersaing secara profesional di tingkat nasional. […]

  • BRUDER LEKO CSsR: KETIKA RAHMAT TUHAN KETEMU JALAN PULANG’

    BRUDER LEKO CSsR: KETIKA RAHMAT TUHAN KETEMU JALAN PULANG’

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Pater Willy Pala
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Oleh: Pater Willy Pala Pagi ini, 9 Juli, alarm clock saya berbunyi. Saya bangun seperti biasa. Sebelum masuk sakristi untuk siap misa pagi, saya membuka WhatsApp. Ada satu pesan dari Pater Kimy sejak tadi malam, sekitar pukul sebelas lebih. Pesannya sangat singkat. “Malam nduyo, Br. Leko meninggal.” Saya kaget dan terdiam beberapa saat. Rupanya tadi […]

  • Catatan Kelam Semifinal Pesik Kuningan Kontra PSN Ngada

    Catatan Kelam Semifinal Pesik Kuningan Kontra PSN Ngada

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle John Lobo
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sepak bola bukan sekadar soal siapa yang mencetak gol lebih banyak, melainkan tentang menjunjung tinggi spirit fair play. Laga krusial semifinal Liga 4 Nasional yang mempertemukan Pesik Kuningan dan PSN Ngada di Stadion Sriwedari, Solo, pada Rabu (8/7), seharusnya menjadi panggung pembuktian taktik dan talenta. Namun sayang seribu sayang, sorotan utama justru bergeser dari aksi […]

expand_less