Breaking News
light_mode
Trending Tags

Puisi: Matahari, Lolong, Purnama, Cermin dan Rembulan

  • account_circle Alvarez Keupung
  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
  • visibility 128
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

oleh: Alvares Keupung, dalah seorang pegiat entertain ( MC ) dengan brandnya “Sang Penutur”, berdomisili di Ende.

(sebelum lanjut membaca, mari berbagi di sini: https://saweria.co/pondokbacamataleza20 )

 

PURNAMA

Jika hanya malam yang selalu membuat hatimu gelisah

akan kujadikan diriku purnama bagimu

agar kau tahu, aku punya alasan untuk menemanimu.

Ende, 15 April 2026.

 

LOLONG

Putih hujan telah usai

seperti semadi, kaki langit mendadak kesepian

tiba-tiba, kau beri gincu pada “langit-langit”

cakrawala

 

Warna-warni pun bertengger pada tapal sejauh mata memandang

bolehkah kusongsong dengan jiwa yang penuh romansa?

 

Jika kau adalah puisi titipan pada langit, aku mau bilang:

alam selalu punya cara memberi kemurahan, tanpa murahan.

Ende, 15 Mei 2026.

* LOLONG: Pelangi, Bianglala (Bahasa Sikka, Maumere).

 

MATA HARI

Sayap-sayap pagi datang lagi

matahari sedang telanjang berarak menghangatkan selimut mata hari

 

Di bebatuan tapak

satu per satu jejak mulai tertulis sebelum rampung di adzan senja

 

Good morning,

mari jatuh cinta pada mata hari yang bertakhta bersama perputaran kosmos

 

Di bawah matahari yang setianya kekal itu

‘kan terpahat, kita tak pernah bisa berpisah dari asa yang belum rampung.

Ende, 15 Mei 2026.

 

CERMIN

Di hadapannya, kecantikan dan ketampanan tidak selalu abadi

yang tersisa padanya adalah pertanyaan:

mengertikah manusia pada dirinya?

 

Di hadapannya, yang tertinggal hanyalah skeptis:

tak terjawab kata

tak terjamah raga

 

Sebab,

yang terlihat padanya hanyalah proyeksi semu yang akan selesai pada waktunya

 

Satu-satunya kedalaman manusia adalah: nurani

di sana, cermin segalanya berpulang menimbang.

Ende, 15 Mei 2026.

 

REMBULAN

Aura tubuhmu seperti Hawa di Eden sediakala

begitu telanjang berkabut putih pada kantong mata yang tajam melihatmu

kau hantar tabir nirwana tersingkap perlahan

 

Amboi….

betapa jauh perjalananmu suntuk semalam dan aku setia menatap separuh malam

aku terlanjur jatuh cinta padamu

tak seperti orang asing yang baru mengenalmu

 

Sebab, ketika kau berseri cah’ya

tak ada catatan lain ku tuliskan : indah rupa Tuhan pada tubuhmu

 

Rembulan,

kaulah bulan, bukan nama wanita di sudut kota ini.

Ende, 15 Mei 2026

  • Penulis: Alvarez Keupung
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Food Estate dalam Nalar The Othering of Nature

    Proyek Food Estate dalam Nalar The Othering of Nature

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Benyamin Chintyano Meo
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Oleh: Benyamin Chintyano Meo. Mahasiswa IFTK Ledalero Di tengah kecemasan global terhadap krisis iklim dan ancaman kelangkaan pangan, Indonesia mengambil langkah agresif melalui program Food Estate (Lumbung Pangan Nasional). Kebijakan ini digadang-gadang sebagai strategi hulu-hilir untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penanaman komoditas skala industri seperti padi, singkong, jagung, dan tebu. Namun, di balik narasi […]

  • Puisi-puisi Aprianus Jebarus: Lara, Belum Usai dan Peluklah Dirimu

    Puisi-puisi Aprianus Jebarus: Lara, Belum Usai dan Peluklah Dirimu

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Aprianus Jebarus
    • visibility 242
    • 1Komentar

    Lara Aku tak bermaksud menggodamu, aku hanya tak ingin mengabaikan kehadiran seseorang yang tidak sengaja aku temukan di ujung jalan. Salahkah aku, bila aku menuliskan cerita itu pada serangkai huruf menjelma kata, katakan saja. Jujur saja kamu itu bak fajar di pagi, hadir selalu dini dan pergi tanpa sepata kata Aku tahu bahwa kehadiranmu bukan […]

  • Bambu Masuk Sekolah: Cara Kreatif Yayasan Bambu Lingkungan Lestari Rayakan Hari Anak Nasional di Wolowea photo_camera 1

    Bambu Masuk Sekolah: Cara Kreatif Yayasan Bambu Lingkungan Lestari Rayakan Hari Anak Nasional di Wolowea

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Wolowea, 23 Juli 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) menyelenggarakan Workshop Bamboo Go To School di SDK Bokogo, Desa Wolowea, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang memadukan pendidikan, pelestarian lingkungan, dan budaya lokal dengan melibatkan anak-anak, guru, orang tua, serta Pemerintah Desa Wolowea. […]

  • KEHILANGAN YANG TAK TERGANTIKAN

    KEHILANGAN YANG TAK TERGANTIKAN

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Stefen B
    • visibility 223
    • 2Komentar

    Namaku Martina Syukur. Orang biasa memanggilku Tina. Terlahir dari keluarga yang cukup berada dengan penghasilan yang bisa dibilang cukup, membuat aku merasa tak pernah berkekurangan. Semua kebutuhanku selalu terpenuhi. Aku juga memiliki saudara tetapi bukan sedarah. Namanya Tini. Dia adalah gadis kecil yang diadopsi oleh bapak dan mama dari sebuah panti asuhan setahun sebelum aku […]

  • Puisi-puisi Tuhan dan Puan sedang Online, Tak Semua Harus Tentang Kita, Tentang Jalan

    Puisi-puisi Tuhan dan Puan sedang Online, Tak Semua Harus Tentang Kita, Tentang Jalan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Filemon Pandu Wimastha
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Tuhan dan Puan Sedang Online Kucumbui minggu dijantung rindu Ada sehelai cemburu yang gugur Di dinding yang tak bercentang biru hanya dua garis abu-abu yang muram yang begitu setia menunggu di bukit setia.   Aku tahu, Mungkin kau sedang memulung harimu Dalam kesibukan Hingga serentetan pesanku kau abaikan. Minggu yang kucumbui kali ini begitu rapuh, […]

  • BSM Siap Nobar Film Karya Sendiri 

    BSM Siap Nobar Film Karya Sendiri 

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Zaeni Boli
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Mesti bangga dengan karya sendiri, Produksi sebuah film bukanlah pekerjaan yang mudah dibutuhkan proses yang terkadang membuat kita hampir menyerah namun dengan tekad yang kuat akhirnya mewujud, ya akhirnya di tahun 2026 ini pada Bengkel Seni Milenial ( BSM ) angkatan ke 10 akhirnya mampu memproduksi film pendek yang diberi judul Cinta Jangan Dikejar, Sebuah […]

expand_less