Breaking News
light_mode
Trending Tags

Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026 -Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus

  • account_circle Rm. Laurensius Feto, P.r
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 524
  • comment 6 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Permen edisi MINGGU 5 PASKAH -03 MEI 2026
Sejalan dengan Katolik; Searah dengan Kristus

Inspirasi: Kis 6:1-7; I Ptr 2:4-9 ; Yohanes 14:1-12

Malu bertanya sesat di jalan, Rajin bertanya disangka wartawan // Selamat wahai umat beriman. Mari beri senyuman yang menawan.

Sakramen Pembaptisan sudah buat kita sejalan dan searah dengan Tuhan.

Tor monitor penikmat permen yang adalah domba-dombaku, gembala mau lapor kalau Yesus hari ini katakan: di tempat Aku berada, kamu pun berada. Tuhan mau kita searah dan sejalan. Atau bahasa anak muda, Tuhan ingin kita tetap se-frekuensi. Kalau arah kita kepada keselamatan, maka jalan kekatolikkan yang telah kita tempuh jangan sampai putus apalagi buntu. Kita tidak adil dengan Tuhan kalau sampai kita tidak sejalan, tidak searah dengan Tuhan. Apalagi mengeluh: Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi, jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana? Semoga kita dijauhkan dari mentalitas searah tetapi beda jalan. Contohnya, mereka yang nikah beda agama. Ini searah tapi beda jalan. Parahnya lagi, kita sudah sejalan tiba-tiba dia beda arah – tidur di tempat tidur yang sama tetapi dengan mimpi yang berbeda.

Makanya dari sinilah Yesus bilang tegas bahwa DIAlah, jalan kebenaran dan hidup.
Yesus amati cara beriman para murid yang meresahkan bahkan sampai ada murid yang bicara terbuka bagaimana mereka kehilangan jejak Kristus, jalan iman mereka sudah tidak sejalan, arah iman mereka sudah tidak jelas. β€œTuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi, bagaimana kami tahu jalan ke sana? Ini gambaran para murid yang jelas-jelas tidak bergerak bersama Yesus, tidak sejalan dengan Yesus dan kehilangan gairah untuk menemukan kebenaran dan hidup surgawi dalam Tuhan.

Pernyataan Thomas juga sebetulnya mewakili realitas zaman sekarang yang mana kita umat yang katanya pengikut Kristus, di tiktok katanya Katolikku keren, katanya 100% Indonesia -100% Katolik, yang katanya bangga dengan Katolik yang adem, tetapi itu baru katanya, karena nyata-nya kita dengan sengaja, dengan tahu dan mau, kita sudah tidak sejalan dengan Yesus, kita meragukan kebenaran dari Yesus dan tidak menjadikan Yesus sumber dan tujuan hidup kita. Memang, nyatanya tak seindah katanya.
Ada yang katanya Katolik sejak lahir, tetapi nyatanya: sungguh-sungguh menghayati Kekatolikkan ketika hidup mau berakhir. Selama sehat, masih hebat, masih punya jabatan, masih punya kekayaan: jalan kepada Tuhan dan Gereja itu macam tertutup. Aneh bin ajaib bahwa ketika hendak β€œgame over” (wafat) mulai menuntut paling banyak dari Gereja dan Tuhan.

Ada yang katanya beriman kepada Tuhan, tetapi perilaku macam orang pakai susuk, masuk Gereja tidak nyaman, ikut ekaristi masuk keluar tidak tenang, gelisah kalau berada di tempat doa, tetapi betah di tempat dosa. Alasan doa dan pembacaan Firman Tuhan di rumah ibadat terlalu bertele-tele. Saya mau tanya: apakah doa kita terlalu panjang alias bertele-tele atau cinta kita kepada Tuhan terlalu singkat? Misa nikah nyaris tidak ada orang, tapi pas pesta, waduh, itu biar acara orang belum buka dia sudah datang.Β  Pas acara bebas ketemu kita baru ajak: Ayo shu Romo, goyang! Hmmm, kalau saya ajak kau sembayang, itu baru pucat!

Masih banyak gambaran bagaimana, manusia zaman sekarang sudah banyak yang salah jalan. Kebenaran sudah ditafsir sendiri-sendiri, tidak gubris dengan kebenaran bersama, dalam hal ini aturan dan kesepakatan bersama. Orang lebih pilih kesenangan sendiri sambil abaikan yang lainnya. Healing bareng bestie elit, Ekaristi sulit. Kalau dia rasa suka buka musik, dia tidak gubris, biar di sebelah tetangga ada doa rosario.

Ini merupakan gambaran bagaimana orang hidup tidak sejalan dengan Tuhan, tidak searah dengan iman Katolik sehingga sulit berjalan dalam kekompakan iman dan hidup tanpa kebenaran iman.
Marilah, jadikan Yesus jalan kebenaran dan hidup. Yesus itu Sabda yang telah menjadi manusia. Makanya, jadikan Sabda Allah itu jalan, kebenaran dan hidup. Rajin baca Kitab Suci, jangan mata hanya melotot lihat hape. Rajin dengar Firman Suci, jangan telinga hanya mau dengar gosipin tetangga. Mulut pakai untuk membawa kabar sukacita dari Tuhan, jangan hanya mau gunakan istilah dan anjay-anjay kan sesama, bicara hanya mau buat orang punya hati tabola bale. At least, senyum lah kalau tidak bisa bicara yang baik.
Sehingga, katanya dan nyatanya itu sejalan, searah dan se-frekuanesi dengan kehendak Tuhan dan panggilan imamiah kita sebagai murid Yesus.

Rm. Laurensius Feto, Pr

  • Penulis: Rm. Laurensius Feto, P.r
  • Editor: Mataleza

Komentar (6)

  • Sr.Lena fmm

    Terima kasih sudah membagi resep yang luar biasa, bukannya biasa di luar ya hehe..untuk membangun kehidupan manusia yang lebih bermutu..yang sejati..
    Tentu sangat dibutuhkan semangat kejujuran dan kerendahan hati manusia untuk menggapai tujuan dan arahnya di dalam Tuhan β™₯️

    Balas3 Mei 2026 11:03 pm
  • martinafeto@gmail.com

    Mksh renungan Harming Paskah V hr ini RmπŸ™πŸ‘πŸ₯°

    Balas3 Mei 2026 1:04 pm
  • Veromey

    Siaap Romo

    Sabda Allah bukan sekadar untuk dibaca, tetapi dihidupi: lewat apa yang kita lihat, dengar, dan ucapkan. Tantangannya jelasβ€”di tengah kebiasaan duniawi, kita diajak untuk lebih peka pada suara Tuhan dan menjadi pembawa sukacita bagi sesama. Ketika kata dan tindakan selaras, di situlah kita sungguh menjadi murid Yesus yang autentik.

    Balas3 Mei 2026 12:59 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Catatan Kelam Semifinal Pesik Kuningan Kontra PSN Ngada

    Catatan Kelam Semifinal Pesik Kuningan Kontra PSN Ngada

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle John Lobo
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sepak bola bukan sekadar soal siapa yang mencetak gol lebih banyak, melainkan tentang menjunjung tinggi spirit fair play. Laga krusial semifinal Liga 4 Nasional yang mempertemukan Pesik Kuningan dan PSN Ngada di Stadion Sriwedari, Solo, pada Rabu (8/7), seharusnya menjadi panggung pembuktian taktik dan talenta. Namun sayang seribu sayang, sorotan utama justru bergeser dari aksi […]

  • PERMEN Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi, Renungan Harian Katolik 7 Mei 2026

    PERMEN Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi, Renungan Harian Katolik 7 Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 216
    • 4Komentar

    PERMEN edisi Kamis Paskah ke-5 – 07 MEI 2026 – Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi Inspirasi: Kis 15:7-21 ; Yohanes 15:9-11 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Kurang baik apa lagi Tuhan kita, ajak kita untuk tinggal dalam kasih-Nya, supaya sukacita kita menjadi penuh. Yah, kasih memang menjadi ukuran sejati kematangan rohani. Kasih […]

  • Sudut Pandang: Larangan Nobar Pesta Babi dan Perebutan Makna Teknologi di Era Digital: Perspektif Teori Strukturasi Adaptif

    Sudut Pandang: Larangan Nobar Pesta Babi dan Perebutan Makna Teknologi di Era Digital: Perspektif Teori Strukturasi Adaptif

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Wima Wimastha
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Oleh: Frater Wima Wimastha adalah Frater tingkat III di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret, keuskupan Agung Ende dan mahasiswa semester 6 di Institute Filsafat katolik dan Kreatif ledalero(IFTK). Β  Di era digital, informasi tidak lagi bergerak seperti arus sungai yang tenang dan searah. Ia menyerupai ombak yang terus memecah, berbalik, dan membentuk pantai-pantai baru […]

  • Sudut Pandang: Kritik Terhadap Ruang Publik Indonesia

    Sudut Pandang: Kritik Terhadap Ruang Publik Indonesia

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Roy Wujon
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Oleh: Roy Wujon Mahasiswa IFTK Ledalero Dalam sistem negara demokrasi seperti Indonesia, kebebasan berekspresi dan kebebasan pers merupakan pilar penting yang patut dihargai. Namun, dalam beberapa tahun terakhir muncul kecenderungan pembatasan kritik publik melalui media, baik media massa konvensional maupun platform digital. Pembatasan tersebut sering kali dilakukan dengan dalih menjaga stabilitas, mencegah hoaks, atau melindungi […]

  • Ibu di Kota

    Ibu di Kota

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Jauh sebelum kepergian suaminya, ibu memilih pergi ke kota. Tinggalkan segala kenangan masa lalunya. Memilih kehidupan baru. Memilih suasana yang lain sama sekali. Mungkin bisa bertemu orang-orang baru yang tak dikenalnya. Orang-orang yang asalnya tak pernah ibu ketahui. Apakah ibu bisa menerima mereka semua? Apakah ibu tidak merasa asing di antara mereka yang datang? Sebelum […]

  • Pau CubarsΓ­ dan Seni Bertahan yang Nyaris Terlupakan

    Pau CubarsΓ­ dan Seni Bertahan yang Nyaris Terlupakan

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sepak bola selalu jatuh cinta kepada pencetak gol. Kita mengingat Diego Maradona karena menggiring bola melewati setengah lapangan. Kita mengenang Lionel Messi karena ribuan sentuhan yang membuat hukum gravitasi seolah kehilangan kuasa. Kita memuja Cristiano Ronaldo karena gol-gol yang lahir dari lompatan yang mustahil dilakukan manusia biasa. Jarang sekali kita pulang dari stadion sambil berkata, […]

expand_less