Breaking News
light_mode
Trending Tags

Aku Ingin Membaca Semua Cerita Tentangmu

  • account_circle Redaksi Mataleza
  • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Aku mencintaimu bukan hanya karena hal-hal yang mudah kucintai darimu. Bukan hanya karena senyummu, caramu berbicara, atau cara matamu memandangku ketika kita sedang baik-baik saja.

Aku ingin mencintai bagian-bagian dirimu yang jarang kauperlihatkan kepada dunia.

Ada begitu banyak cerita yang tersimpan di dalam dirimu. Cerita yang mungkin belum pernah selesai kauceritakan. Luka yang mungkin sudah terlalu lama kaututup rapat. Tangis yang kausimpan sendiri karena merasa tidak semua orang perlu tahu bahwa sesungguhnya kau sedang tidak baik-baik saja.

Dan aku ingin menjadi seseorang yang cukup sabar untuk membacanya.

Aku ingin tahu tentang malam-malam ketika kau terjaga sendirian, memikirkan terlalu banyak hal. Tentang kekhawatiran yang kautelan perlahan agar tidak menjadi beban bagi siapa pun. Tentang rasa takut yang sering kausamarkan dengan kalimat, “Aku tidak apa-apa.”

Padahal mungkin di dalam hatimu ada begitu banyak hal yang ingin sekali kaubicarakan.

Aku juga ingin tahu tentang penat yang selama ini kaupaksa menjadi kebiasaan. Tentang hari-hari ketika kau begitu lelah, tetapi tetap memilih tersenyum. Tentang saat-saat ketika kau ingin menyerah, tetapi keadaan memaksamu untuk tetap berdiri.

Kalau suatu hari kau ingin bercerita, ceritakanlah kepadaku.

Tidak perlu merapikan ceritamu terlebih dahulu. Tidak perlu memilih kata-kata yang indah. Tidak perlu takut ceritamu terlalu panjang, terlalu rumit, atau terlalu menyakitkan untuk didengar.

Aku tidak datang untuk menghakimi masa lalumu.

Aku datang untuk mengenalmu.

Sebab bagiku, mencintai seseorang bukan sekadar mengetahui apa yang membuatnya bahagia. Mencintai juga berarti berani mengenali kesedihannya, memahami ketakutannya, menghormati diamnya, dan tetap tinggal ketika sisi dirinya yang paling rapuh sedang muncul ke permukaan.

Aku tidak ingin hanya menjadi rumah bagi tawamu.

Aku ingin menjadi tempat di mana tangismu juga merasa aman.

Jika ada bagian dari dirimu yang masih menjadi rahasia, aku tidak akan memaksamu membukanya. Aku akan menunggu. Sebab aku percaya, beberapa luka membutuhkan waktu sebelum akhirnya berani memperkenalkan dirinya.

Dan ketika suatu hari kau siap bercerita, aku ingin berada di sana, bukan untuk buru-buru memberikan solusi, melainkan untuk mendengarkan.

Mungkin aku tidak selalu tahu bagaimana menyembuhkan lukamu.

Tetapi setidaknya, aku ingin memastikan bahwa kau tidak harus membawanya sendirian.

Karena aku mencintaimu bukan hanya pada versi dirimu yang kuat. Aku mencintaimu juga ketika kau rapuh. Ketika kau bingung. Ketika kau takut. Ketika kau lelah. Ketika kau kehilangan arah.

Bahkan ketika kau sendiri belum mampu memahami siapa dirimu.

Dan kalau suatu hari aku menemukan bahwa di dalam dirimu ada begitu banyak halaman yang belum pernah kubaca, aku tidak ingin buru-buru menutup buku itu.

Aku ingin tinggal. Membaca perlahan. Halaman demi halaman. Sebab mungkin, begitulah seharusnya cinta bekerja: bukan berusaha memiliki seluruh cerita seseorang, tetapi bersedia tinggal cukup lama untuk memahami setiap bab yang dipercayakan kepadanya.

Fian N, 2026

 

  • Penulis: Redaksi Mataleza
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudut Pandang: Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola

    Sudut Pandang: Mengapa Manusia Suka Menonton Sepak Bola

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Yudi Latif
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Oleh: Yudi Latif Saudaraku, manusia suka menonton pertandingan olahraga, terutama sepak bola, karena di dalamnya orang bisa menemukan kehidupan yang dipadatkan dalam bentuk paling sederhana sekaligus paling intens. Dalam sembilan puluh menit tersaji ikhtiar dan kegagalan, harapan dan kecemasan, keteraturan dan kebetulan. Apa yang dalam hidup berlangsung bertahun-tahun, di lapangan hijau menjelma menjadi kisah yang […]

  • Saya dan Buku: Sejarah Dunia yang Disembunyikan Karya Jonathan Black

    Saya dan Buku: Sejarah Dunia yang Disembunyikan Karya Jonathan Black

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Maiton Gurik
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Oleh: Maiton Gurik, Resentator Buku Sebelum lanjut membaca, mari berbagi kebaikan di sini Tepat, 2015. Saya masuk Jakarta untuk studi master di Unas Jakarta Selatan, beberapa bulan kemudian berkunjung ke salah satu toko buku di Jakarta Timur: Gramedia Matraman. Tujuan ke sana untuk belanja buku-buku politik, karena studi master saya ilmu politik. Ketika keliling di […]

  • Sudut Pandang: Barape Sawa Dan Kehidupan Petani Bengkayang photo_camera 2

    Sudut Pandang: Barape Sawa Dan Kehidupan Petani Bengkayang

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Benedictus De Rode
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Pagi di Bengkayang selalu memiliki suasana tersendiri. Udara masih terasa sejuk, jalanan belum terlalu ramai, dan aktivitas masyarakat mulai terlihat satu per satu. Di tengah suasana tersebut, saya melihat bagaimana masyarakat menjalani aktivitas mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu aktivitas yang menarik perhatian saya adalah kehidupan masyarakat yang masih bergantung padasawah. Bagi saya, sawah […]

  • 𝗣𝗘𝗥𝗘𝗠𝗣𝗨𝗔𝗡 𝗗𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗕𝗔𝗬𝗔𝗡𝗚-𝗕𝗔𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗣𝗔𝗧𝗥𝗜𝗔𝗥𝗞𝗜?

    𝗣𝗘𝗥𝗘𝗠𝗣𝗨𝗔𝗡 𝗗𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗕𝗔𝗬𝗔𝗡𝗚-𝗕𝗔𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗣𝗔𝗧𝗥𝗜𝗔𝗥𝗞𝗜?

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Helena Beraf
    • visibility 607
    • 0Komentar

    Ada sebuah kebiasaan dalam masyarakat tempat saya lahir dan tumbuh yakni; kecenderungan menjaga anak perempuan mereka. Mengapa perempuan? Rupanya atas dasar norma, sopan santun dan budaya, anak perempuan (anak gadis) dipandang sebagai sesuatu yang berharga sehingga perlu dijaga kehormatannya. Perempuan dapat merepresentasikan kehormatan keluarganya. Saya ingat betul ketika saya memasuki masa remaja awal, mama kerapkali […]

  • Ruang Rasa: Ketika Harus Kuat di Tengah Ketidakadilan

    Ruang Rasa: Ketika Harus Kuat di Tengah Ketidakadilan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Terkadang, luka yang paling dalam justru datang dari orang-orang yang paling dekat dengan kita. Dari rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman, kadang muncul perlakuan yang membuat seseorang merasa tidak dihargai atau dianggap berbeda. Beberapa waktu lalu, saya menerima sebuah komentar di salah satu tulisan yang […]

  • Sudut Pandang: Di Balik Mahkota Ada Indonesia: Jejak Pengabdian Hamengkubuwono IX

    Sudut Pandang: Di Balik Mahkota Ada Indonesia: Jejak Pengabdian Hamengkubuwono IX

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Oktavianus Bimo
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Oleh: Oktavianus Bimo Seorang Raja yang Memilih Jalan Pengabdian Ketika mendengar kata raja, yang sering muncul dalam pikiran adalah mahkota, istana, kekuasaan, dan kehidupan yang penuh kemewahan. Namun, gambaran tersebut tidak sepenuhnya berlaku bagi Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Ia memang seorang raja, tetapi perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa kekuasaan bukan hanya tentang memerintah. Bagi Hamengku Buwono […]

expand_less