32 Siswa Baru SMAN 1 Jerebuu Dibekali Kepemimpinan, Jurnalistik, dan Karya Tulis Ilmiah
- account_circle Mertin Lusi
- calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
- visibility 119
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ngada – Sebanyak 32 siswa baru SMAN 1 Jerebuu, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung selama dua hari, 16–17 Juli 2026. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan kepemimpinan, jurnalistik, dan penulisan karya tulis ilmiah.
MPLS yang berlangsung setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WITA dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta berbagai simulasi. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pelaksanaan MPLS pada umumnya.
Kegiatan didampingi oleh Tim Kepemudaan Kevikepan Bajawa yang terdiri atas Iwan De Rozari, Yancen Tena, dan Eka Pratama, bersama Koordinator Relawan Literasi Masyarakat Kabupaten Ngada, Mertin Lusi. Kehadiran tim tersebut disambut antusias oleh para guru maupun siswa SMAN 1 Jerebuu.
Pada sesi kepemimpinan, para peserta diajak mengenali potensi diri melalui materi mengenai kepribadian, membangun relasi sosial yang sehat, komunikasi efektif, public speaking, serta dasar-dasar organisasi dan kepemimpinan. Materi tersebut diharapkan mampu membentuk karakter dan rasa percaya diri para siswa sejak awal mereka menempuh pendidikan di jenjang SMA.
Selain itu, sesi jurnalistik dan karya tulis ilmiah menjadi salah satu materi yang paling menarik perhatian peserta. Dalam sesi tersebut, siswa diperkenalkan pada cara berpikir kritis, memilah informasi secara objektif, serta menuangkan gagasan ke dalam tulisan yang sistematis dan akademis.
Meski pelatihan hanya berlangsung selama dua hari, para guru pendamping menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi para siswa agar mampu mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh selama kegiatan.
Koordinator tim, Mertin Lusi, mengatakan bahwa keterbatasan waktu bukanlah hambatan untuk memberikan dampak positif bagi para peserta.
“Kami dengan sukacita berbagi apa yang kami miliki kepada adik-adik. Kami ingin menjadi rekan seperjalanan mereka dalam menggapai impian,” ujarnya.
Menurut Mertin, dua hari pelatihan merupakan langkah awal untuk menumbuhkan semangat belajar dan kepemimpinan.
“Tugas kami adalah menyalakan pemantik. Selanjutnya, mereka sendiri yang akan menjaga api semangat itu tetap menyala. Kami percaya mereka akan menjadi pemimpin-pemimpin yang luar biasa,” katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 1 Jerebuu Bidang Kesiswaan, Astin Anastasia, mengaku bersyukur karena peserta MPLS tahun ini memperoleh materi yang tidak hanya berfokus pada pengenalan sekolah, tetapi juga pengembangan karakter dan keterampilan.
Ia mengatakan pihak sekolah akan berdiskusi bersama para guru untuk mengupayakan alokasi waktu yang lebih panjang sehingga para siswa dapat memperoleh pendampingan yang lebih intensif, khususnya dalam bidang kepemimpinan dan jurnalistik.
“Kami akan mencoba mendiskusikannya bersama para guru agar, jika memungkinkan, ada waktu khusus bagi siswa untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut dalam bidang kepemimpinan dan jurnalistik,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan MPLS tahun ini, SMAN 1 Jerebuu menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi, serta jiwa kepemimpinan sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.
- Penulis: Mertin Lusi
- Editor: Redaksi Mataleza

Saat ini belum ada komentar