Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sudut Pandang: Teori Negosiasi Wajah Stella Ting -Toomey dan Gaya Komunikasi Rocky Gerung: Analisis Budaya Komunikasi di Ruang Publik Indonesia

  • account_circle Rein Lagang
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 197
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Rein Lagang, Mahasiswa IFTK Ledalero. 

Komunikasi tak hanya berfungsi menjadi alat penyampaian informasi, tetapi pula sebagai sarana untuk membangun ciri-ciri, menjaga kehormatan, serta mempertahankan korelasi sosial. Dalam setiap interaksi, individu sebenarnya sedang melakukan perundingan terhadap “wajah” (face), yaitu gambaran diri serta harga diri yg ingin dipertahankan di hadapan orang lain. Konsep ini dijelaskan secara mendalam pada Teori negosiasi wajah yang dikembangkan oleh Stella Ting-Toomey. Teori tadi menekankan bahwa perbedaan budaya sangat memengaruhi cara seorang berbicara, memberikan kritik, menuntaskan permasalahan, dan menjaga keharmonisan sosial. Dalam masyarakat kolektivis seperti Indonesia, komunikasi umumnya dilakukan menggunakan penuh kehati-hatian demi menjaga perasaan serta kehormatan orang lain. oleh karena itu, kritik tak jarang disampaikan secara halus, tidak langsung, serta mempertimbangkan tata cara kesopanan. Tetapi, pada tengah budaya komunikasi mirip itu, timbul figur publik mirip Rocky Gerung yang dikenal memiliki gaya komunikasi lugas, tajam, kritis, serta sering mengakibatkan kontroversi. Kenyataan ini menarik buat dianalisis sebab membagikan adanya benturan antara nilai komunikasi tradisional Indonesia menggunakan pola komunikasi yg lebih terbuka serta individualistik. Menggunakan memakai Teori perundingan wajah Stella Ting-Toomey, goresan pena ini bertujuan buat menganalisis bagaimana style komunikasi Rocky Gerung mencerminkan orientasi paras eksklusif, bagaimana respons rakyat terhadap gaya tersebut, dan apa makna sosial dan budaya yang bisa dipahami asal kenyataan komunikasi publik tadi.

Teori negosiasi wajah Stella Ting -Toomey

Setiap individu memiliki kebutuhan untuk mempertahankan gambaran dirinya dalam hubungan sosial. Stella Ting-Toomey membagi orientasi wajah menjadi 3 bentuk utama, yaitu menjaga gambaran diri sendiri, menjaga gambaran orang lain, serta menjaga keharmonisan. Pada budaya kolektivis, individu cenderung menghindari permasalahan terbuka demi mempertahankan hubungan sosial dan stabilitas kelompok. Sebaliknya, budaya individualis lebih menekankan kebebasan berekspresi serta keberanian memberikan pendapat secara langsung. Indonesia menjadi warga kolektivis umumnya menempatkan kesopanan, penghormatan, dan harmoni sosial menjadi nilai utama dalam komunikasi. Oleh sebab itu, cara berbicara acapkali kali dirancang lebih halus agar tidak mempermalukan pihak lain.

Gaya Komunikasi Rocky Gerung dalam Perspektif teori wajah

Rocky Gerung dikenal menjadi figur publik yg menggunakan bahasa kritis, terbuka, serta argumentatif dalam menyampaikan pendapat. Ia seringkali memberikan kritik secara pribadi pada tokoh politik maupun institusi publik tanpa poly memakai bahasa penghalus. Dalam perspektif teori negosiasi wajah, gaya komunikasi ini memberikan kesamaan bertenaga di orientasi self-face, yaitu penekanan di kebebasan berpikir, ketegasan pendapat, dan integritas eksklusif. Gaya komunikasi tersebut tidak selaras menggunakan pola komunikasi rakyat Indonesia yang cenderung mengutamakan keharmonisan serta menghindari permasalahan terbuka. Sebab itu, pernyataan-pernyataannya seringkali dilihat terlalu keras atau menyerang wajah pihak lain. Tetapi di sisi lain, sebagian masyarakat melihat gaya tersebut menjadi bentuk keberanian intelektual serta kejujuran pada memberikan kritik sosial.

Respons Sosial terhadap Gaya Komunikasi Rocky Gerung

Respons rakyat terhadap Rocky Gerung memberikan adanya perbedaan cara pandang terhadap etika komunikasi. Sebagian masyarakat menduga gaya komunikasinya tak sopan sebab disebut mempermalukan atau menyerang kehormatan pihak lain di ruang publik. Pada teori Stella Ting-Toomey, kondisi ini diklaim menjadi ancaman terhadap wajah, yang dapat memicu perseteruan komunikasi. Tetapi, terdapat juga kelompok warga terutama generasi muda dan kelompok kritis yang justru mendukung gaya komunikasinya. Mereka melihat keterusterangan menjadi simbol keberanian dan kebebasan berekspresi. Kenyataan ini membagikan adanya perubahan budaya komunikasi di Indonesia akibat pengaruh globalisasi, dan berkembangnya nilai individualisme pada rakyat terkini.

Makna Ilmiah serta Relevansi Sosial Persoalan Rocky Gerung

Komunikasi publik tidak bisa dipisahkan dari konteks budaya dan perubahan sosial. Gaya komunikasinya menunjukkan adanya ketegangan antara nilai kolektivisme yang menekankan keharmonisan menggunakan nilai individualisme yang menjunjung keterbukaan serta kebebasan berbicara. Secara ilmiah, fenomena ini menandakan bahwa Teori perundingan wajah tidak hanya menjelaskan perilaku komunikasi, namun pula bisa menjelaskan perubahan orientasi budaya pada rakyat. Komunikasi yg terlalu halus bisa menjaga hubungan sosial tetapi berpotensi menekan kritik, sedangkan komunikasi yg terlalu keras bisa memicu pertarungan meskipun efektif memberikan kebenaran. Oleh karena itu, dibutuhkan ekuilibrium atau keseimbangan antara keberanian menyampaikan pendapat dan kemampuan menjaga etika komunikasi.

Penutup

Sesuai analisis memakai Teori negosiasi wajah Stella Ting-Toomey, dapat dipahami bahwa gaya komunikasi Rocky Gerung adalah representasi asal perubahan budaya komunikasi di Indonesia. Ia membagikan pola komunikasi yang lebih berorientasi di self-face, yaitu menekankan kebebasan berpikir, keterusterangan, dan ketegasan pada memberikan kritik. Gaya tadi tidak sinkron menggunakan pola komunikasi tradisional rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan keharmonisan serta perlindungan terhadap wajah orang lain. Perdebatan yang ada terhadap gaya komunikasinya menawarkan adanya benturan antara nilai budaya kolektivis dan nilai komunikasi terkini yang lebih individualistik. Sebagian rakyat memandang keterusterangan menjadi bentuk keberanian intelektual, sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai pelanggaran terhadap etika komunikasi. Dengan demikian, kenyataan Rocky Gerung bukan hanya persoalan gaya berbicara eksklusif, tetapi juga cerminan perubahan cara masyarakat Indonesia tahu kritik, kehormatan, dan kebebasan berekspresi pada ruang publik. Melalui kajian ini, bisa disimpulkan bahwa komunikasi yg efektif bukan hanya bergantung di isi pesan, tetapi pula pada kemampuan memahami konteks budaya, menjaga korelasi sosial, serta menyesuaikan cara penyampaian menggunakan situasi komunikasi yg dihadapi.

Maumere, 2026

  • Penulis: Rein Lagang
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siapakah Saya?

    Siapakah Saya?

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tuntutan, banyak orang terjebak dalam rutinitas tanpa sempat berhenti sejenak untuk merenung. Kita sering sibuk mengejar prestasi, memenuhi ekspektasi orang lain, haus akan validasi atau sekadar bertahan dari tekanan sehari-hari, hingga lupa menanyakan hal yang paling mendasar: “Siapakah saya?” Pertanyaan sederhana namun mendalam ini sering kali […]

  • Malam Apresiasi Kotagoa Diamond Competition: Merayakan Prestasi, Bakat, dan Semangat Kebersamaan Menuju Intan SMPSK Kotagoa Boawae

    Malam Apresiasi Kotagoa Diamond Competition: Merayakan Prestasi, Bakat, dan Semangat Kebersamaan Menuju Intan SMPSK Kotagoa Boawae

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 247
    • 1Komentar

    SMPSK Kotagoa Boawae – 18 Mei 2026 diguyur hujan tanpa henti. Pada kesempatan yang sama akan dilangsungkan lomba Solo Vokal dan Paduan Suara serta membaca hasil kejuaraan lomba yang sudah dilaksanakan pada minggu-minggu sebelumnya. Para peserta pun berdatangan di tengah hujan yang rintik-rintik manja. Ada pun orang tua juga ikut menyaksikan malam penuh rasa penasaran […]

  • CPJF Flores: Red Spurs dari Rigi yang Datang Membawa Mimpi Besar di TURBO CUP 2026

    CPJF Flores: Red Spurs dari Rigi yang Datang Membawa Mimpi Besar di TURBO CUP 2026

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 161
    • 2Komentar

    Dari sebuah desa kecil di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, lahir sebuah tim yang sedang menulis kisahnya sendiri. Namanya CPJF Flores (PT. Charon Pokphand Jaya Farm). Usianya memang masih sangat muda, tetapi semangat dan keberaniannya telah membuat banyak orang mulai melirik ke arah mereka. Didirikan pada tahun 2025, CPJF Flores bukan sekadar tim sepak bola yang […]

  • Sudut Pandang: Ada yang Ganjil dengan Cara Kita Memperlakukan Perempuan

    Sudut Pandang: Ada yang Ganjil dengan Cara Kita Memperlakukan Perempuan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Helena Lose Beraf
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Ketika seorang bayi perempuan lahir, kalimat pertama yang paling sering terdengar bukan “Semoga ia tumbuh berani.” Bukan pula, “Semoga ia menjadi manusia yang bijaksana.” Yang keluar justru, “Cantik sekali .” Lalu waktu berjalan, dan masyarakat melanjutkan pelajarannya. Perempuan cenderung diajari memakai bedak sebelum diajari berdebat, diajari bagaimana cara duduk anggun sebelum diajari menyampaikan pendapat. Diajari […]

  • Mau Hidup Oleh Apa Kata Mereka (?)

    Mau Hidup Oleh Apa Kata Mereka (?)

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Fian N
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Hidup adalah serentetan pengulangan yang kadang memaksa kita harus bertahan pun berserah, bukan menyerah. Entah setelahnya bagaimana manusia bisa melewati semuanya, itu adalah rahasia tersembunyi yang dimiliki oleh masing-masing pribadi. Semesta menawarkan banyak godaan, dilematisme memeluk manusia dengan sungguh. Jatuhkan pilihan sekarang atau kau kehilangan segalanya. Dengan terpaksa, juga buru-buru, tanpa pijak pikir yang matang, […]

  • Kelulusan Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Menjaga Semangat Belajar

    Kelulusan Angkatan 72 SMPSK Kotagoa Boawae: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Menjaga Semangat Belajar

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Mataleza
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Boawae – Suasana penuh syukur dan kebersamaan mewarnai pengumuman kelulusan peserta didik kelas IX SMPSK Kotagoa Boawae tahun pelajaran 2025/2026. Dalam sambutannya, Kepala SMPSK Kotagoa Boawae, Bapak Yoman Kaju, menegaskan bahwa momen kelulusan bukanlah sekadar acara seremonial, melainkan puncak dari perjalanan panjang yang telah ditempuh para siswa selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, kehadiran seluruh keluarga […]

expand_less