Breaking News
light_mode
Trending Tags

Suka sibuk, di sekolah, dan Puisi-puisi Lainnya

  • account_circle Fian N
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 275
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

suka sibuk

pagi-pagi sekali di hari minggu, kami ke gereja. seperti orang-orang, kami berpakaian rapi. sebelum keluar pintu rumah, pastikan semua dalam keadaan siap, batin maupun pakaian.

di pintu masuk gereja, semua mata mencari sumber bunyi kaki. lihat atas-bawah. di dalam gereja, ekaristi sebentar lagi mulai. masih ada yang sibuk menilai.

sebentar sambut hosti, bikin diri paling suci di hari minggu pagi. dalam hati masih simpan iri dan dengki bekal pulang nanti.

Pogopeo, 2022

di sekolah

di sekolah, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. anak-anak sibuk dengan mabar yang tertunda semalam. “sebentar lanjut, ko?”

asal boyah kasih naik rank. mata panda sudah pasti ada. ini bahaya kalau dibiarkan. tapi mereka bilang, “kami anak milenial. kita beda generasi.”

mau jadi apa kita nanti, nasib dipikul

masing-masing. 

di sekolah, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. anak-anak pandai bertutur kata. lihai memainkan imajinasi dalam sensasi yang bernilai. bukan tunjuk dada, bahwa saya ada. bukan cari lawan untuk sok jagoan.

di sekolah, semua adalah manusia di tempa dalam tepat.

Pogopeo, 2022

minta maaf

minta maaf, tiga puisi ini saya tulis sebelum tidur malam. kepala saya penuh dengan kekacauan. diksi yang seadanya meronta penuh tanya. kapan saya menulis puisi lagi.

tepat saat saya menulis puisi ini, sejujurnya, saya belum siap untuk sebut ini puisi. sebab, jauh dari yang diharapkan sapardi, rendra dan si binatang jalang. yang semakin ke sini, saya yakin puisi ini akan diludahi.

tapi apa daya, ini saya yang selalu gagal menangkap makna disajikan realita. ingin menyudahinya, tapi sayang, rasa penasaran masih bertebaran. tapi, apakah puisi bisa mencukupi kekurangan rumah tanggamu atau membayar tagihan kosan?

minta maaf, saya yakin, anda menyebut ini bukan puisi. saya dan kepala pun sebenarnya sedang bertengkar. ya, sudahlah, siapa tahu tulisan ini bisa jadi sedekah, jadi bekal hari tua saat pulang.

akhirnya, terima kasih. semoga benar ini puisi.

Pogopeo, 2022

Fian N, akhir-akhir ini memilih menjadi tukang jalan. Dan sibuk mengurus rumah barunya, @kedaikata25 dan bernostalgia di Youtube Catatan Alfianus.

  • Penulis: Fian N
  • Editor: Redaksi Mataleza

Komentar (1)

  • ,Hyasinta Mi

    Terima kasih sudah membagi pengalaman berupa puisi yang isinya berkaitan dengan anak sekolah jaman dulu waktunya digunakan untuk membaca dan menulis sedangkan anak sekolah jaman sekarang waktunya hanya bermain hp lebih khususnya game.
    Karya yang sangat indah dan teruskan berkarya.
    Puisinya sederhana,padat,bermakna dan luar
    biasa
    Tetap semangat dalam melanjutkan karya-karya selanjutnya

    Balas4 Mei 2026 12:51 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERMEN Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi, Renungan Harian Katolik 7 Mei 2026

    PERMEN Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi, Renungan Harian Katolik 7 Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 237
    • 4Komentar

    PERMEN edisi Kamis Paskah ke-5 – 07 MEI 2026 – Kasih: Tidak Ada Komunitas Tanpa Komunikasi Inspirasi: Kis 15:7-21 ; Yohanes 15:9-11 Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Kurang baik apa lagi Tuhan kita, ajak kita untuk tinggal dalam kasih-Nya, supaya sukacita kita menjadi penuh. Yah, kasih memang menjadi ukuran sejati kematangan rohani. Kasih […]

  • Prihartini

    Prihartini

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Alvianus Tay
    • visibility 535
    • 2Komentar

    Kunang-kunang beterbangan kian kemari, sesekali hinggap di meja makan tua dari kayu mahoni, sesekali mendarat di kepala Prihartini yang tengah tenggelam dalam lamunan. Kesedihan terukir jelas pada wajah mudanya. Matanya merah, serupa tumpahan air sirih pinang di pelataran teras. Tak ada hujan air mata, hanya perih yang melumat habis kesadarannya. Ia seolah meluruh, tak berdaya […]

  • Sudut Pandang: Di Balik Mahkota Ada Indonesia: Jejak Pengabdian Hamengkubuwono IX

    Sudut Pandang: Di Balik Mahkota Ada Indonesia: Jejak Pengabdian Hamengkubuwono IX

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Oktavianus Bimo
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Oleh: Oktavianus Bimo Seorang Raja yang Memilih Jalan Pengabdian Ketika mendengar kata raja, yang sering muncul dalam pikiran adalah mahkota, istana, kekuasaan, dan kehidupan yang penuh kemewahan. Namun, gambaran tersebut tidak sepenuhnya berlaku bagi Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Ia memang seorang raja, tetapi perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa kekuasaan bukan hanya tentang memerintah. Bagi Hamengku Buwono […]

  • Pergub NTT Nomor 13 Tahun 2025: Keadilan Bukan Membebaskan Penunggak Pajak, Tetapi Melindungi Kepentingan Rakyat Banyak

    Pergub NTT Nomor 13 Tahun 2025: Keadilan Bukan Membebaskan Penunggak Pajak, Tetapi Melindungi Kepentingan Rakyat Banyak

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle 𝙇𝙚𝙤𝙥𝙤𝙡𝙙 𝙏𝙝𝙚𝙧𝙞𝙠
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Oleh: 𝙇𝙚𝙤𝙥𝙤𝙡𝙙 𝙏𝙝𝙚𝙧𝙞𝙠 Politisi dan Pemerhati Global Pergub NTT Nomor 13 Tahun 2025: Keadilan Bukan Membebaskan Penunggak Pajak, Tetapi Melindungi Kepentingan Rakyat Banyak. Disiplin Pajak Adalah Bentuk Solidaritas Sosial, Bukan Penindasan terhadap Rakyat Kecil .. Perdebatan mengenai Pergub NTT Nomor 13 Tahun 2025 yang mengaitkan akses pembelian BBM bersubsidi dengan kepatuhan membayar Pajak Kendaraan Bermotor […]

  • Langit yang Menyatukan, Bumi yang Memisahkan: Membaca Takdir Bidadari dari Jawa hingga Sulawesi Tenggara

    Langit yang Menyatukan, Bumi yang Memisahkan: Membaca Takdir Bidadari dari Jawa hingga Sulawesi Tenggara

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Yoseph Yapi Taum
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Oleh: Yoseph Yapi Taum Ada getaran yang membekas ketika membaca kembali mitos-mitos lama Nusantara. Cerita tentang seorang pemuda bumi yang mengintai bidadari mandi di telaga, mencuri pakaian atau selendangnya, lalu memaksanya terikat dalam kehidupan fana, adalah motif yang berulang dari ujung barat hingga timur kepulauan ini. Namun, ketika dua cerita dari dua bentang geografis yang […]

  • PERMEN: Pesona Roh Kudus Dalam Komitmen Misioner, 11 Mei 2026

    PERMEN: Pesona Roh Kudus Dalam Komitmen Misioner, 11 Mei 2026

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Rm Laurensius Feto, Pr
    • visibility 376
    • 11Komentar

    PERMEN edisi Senin Paskah ke-6 – 11 Mei 2026 – Pesona Roh Kudus dalam Komitmen Misioner Inspirasi: Kis 16:11-15; Yohanes 15:26-16:4a   Penikmat Permen yang penuh hikmat dalam Tuhan. Paulus begitu semangat untuk mencari dan menemui para pengikut Kristus. Hari-hari ini kita mendengar kisahnya bahwa Paulus ke sini-lah, ke sana-lah; ke Asia-lah, ke Bitinia-lah, Makedonia-lah, […]

expand_less